Menu
Life is about sharing

3 Langkah Memeriksa Sensor CKP dengan Benar

  • Share
Langkah Memeriksa Sensor CKP dengan Benar
Langkah Memeriksa Sensor CKP dengan Benar

Teknisimobil.com – Sensor CKP sangat sensitif dan krusial saat mengalami kerusakan. Jika sensor CKP rusak akan ada tanda kerusakan sensor CKP dan tentu Anda mudah untuk menyadari untuk memperbaiki atau menggantinya. Tetapi, tanda tersebut tidaklah cukup karena bisa jadi kerusakannya bukan dari sensor melainkan dari sistem lainnya. Oleh karena itu, kita akan membahas langkah memeriksa sensor CKP dengan benar agar tidak terjadi kesalahan troubleshooting dalam menentukan apa yang harus diganti pada mobil. Ini akan menghemat biaya perbaikan mobil tentu saja.

Langkah Memeriksa Sensor CKP dengan Benar

Credit: Advance Auto Parts

Sensor CKP dapat ditest atau diuji dengan menggunakan multimeter atau AVO-meter. Tetapi sebelum melakukan pengecekan kita akan lebih dahulu mengulagi materi yang sudah saya sampaikan pada bagian yang lain yakni melihat cara kerja sensor CKP, gejala kerusakan dan alat yang digunakan untuk melakukan pengujian sensor CKP.

Advertisements

Cara Kerja Sensor CKP

Sensor CKP pada mobil yang menggunakan sistem EFI atau sistem injeksi secara umum, biasanya terdapat 3 kabel Hall-effect. Karena sensor CKP adalah sensor jenis Hall- effect, menghasilkan sinyal tegangan on/off. Jenis sensor ini dapat diukur atau diuji dengan menggunakan multimeter, osiloskop atau lampu LED.

Pada saat kunci kontak dalam posisi ST atau ‘start’, ketiga kabel tersebut akan terhubung ke sensor CKP kemudian memiliki kerja sebagai berikut;

a) Pin nomor 1 pada konektor tersebut bertugas menerima supply tegangan sebesar 5 – 8 Volt dari PCM/ECU.
b) Sementara itu, pada pin nomor 2 akan bertindak sebagai ground (arus listrik negatif), ground juga dikirim ke PCM/ECU.
c) Pin nomor 3 pada konektor berperan dalam mengirimkan sinyal posisi poros engkol ke PCM/ECU untuk dilakukan pemrosesan data tersebut.
d) Selanjuntya, PCM/ECU akan menggunakan sensor CKP untuk mengaktifkan relay Auto Shut Down (ASD) atau sering disebut dengan relay EFI.
e) Relay EFI atau relay ASD akan mengaktifkan : relay pompa bahan bakar, fuel pump, injector, coil pengapian setiap silinder mesin. Oleh karena itu, sensor CKP sangat penting untuk proses menghidupkan mesin atau saat starting mesin dimulai.

Gejala Kerusakan Sensor CKP

Lalu, apa yang akan terjadi bila sensor CKP rusak? Apabila sensor ini rusak, maka gejala yang paling jelas adalah mobil tidak dapat hidup. Mesin dengan motor starter normal dan poros engkol dapat berputar tetapi mesin tidak bisa hidup.

Saat sensor CKP rusak, terdapat gejala gejala khusus yang sering terjadi dan dialami oleh banyak pemilik mobil sebagai berikut;

1. Relay Auto Shutdown tidak aktif. Dengan matinya relay ASD maka tidak akan ada daya ke beberapa komponen berikut (dalam arti komponen berikut tidak akan bekerja); a)  Injektor bahan bakar; b) Koil pengapian; c) Relay pompa bahan bakar dan tentu juga pompa bahan bakar.
2. Tidak ada percikan bunga api dari semua busi.
3. Pompa bahan bakar tidak aktif selama starting berlangsung.
4. PCM/ECU tidak dapat mengaktifkan injektor.

Sebagai tambahan, terdapat dua gejala penting yang harus dicari ketika busi tidak memercikkan bunga api dan tidak ada sinyal dikonektor injector (ditest dengan menggunakan lampu LED). Jika salah satu busi memercikkan bunga api, atau salah satu injector mengeluarkan sinyal, itu berarti sensor CKP tidak rusak.

Alat yang Digunakan untuk Menguji Sensor CKP

Terdapat beberapa alat yang diperlukan pada saat mesin mengalami gejala seperti hal di atas.

– Multimeter digital atau analog;
– Dongkrak;
– Jackstand;
– Rachet dan kunci shock sesuai kepala baut puli crankshaft.

Langkah Memeriksa Sensor CKP

Terdapat tiga langkah yang harus dilakukan dalam memeriksa sensor CKP sebuah mobil.

1. Langkah Pertama

Untuk diketahui bahwa sensor CKP tertelak dibagian belakang mesin (disamping menghadap ke depan) meski akan ditemui pada lokasi yang berbeda untuk kendaraan lain keluaran Eropa atau USA. Sensor CKP terpasang di blok silinder mesin.

Untuk melakukan pengetesan sensor CKP, silahkan dongkrak mobil dan pasang jackstand. Ini akan memudahkan Anda mengakses sensor untuk melepasnya atau mengetesnya. Setelah itu, lakukan pengetesan sensor CKP yakni test sinyal sensor CKP apakah baik atau tidak menggunakan multimeter. Berikut adalah langkah-langkah pengujiannya;

1) Pastikan mobil dalam kondisi aman untuk Anda masuk ke bawah mobil. Rem parkir dan ganjal roda belakang saat memasang jackstand.
2) Wajib! Lepaskan konektor pada coil pengapian. Jangan melanjutkan pengetesan jika belum melepas konektor semua coil pengapian.
3) Cari dan lepaskan konektor sensor CKP, kemudian keluarkan kabel yang ditutupi dengan plastik selongsong warna hitam atau solasi kabel hitam. Jika sulit, lepaskan sensor CKP terlebih dahulu dan setelah kabel hitam dikeluarkan silahkan pasang kembali sensor CKP pada kondisi semula. Pengetesan harus dilakukan saat sensor mendapatkan daya listrik.
4) Set multimeter ke DC Volt, kemudian sobek sedikit atau tusuk kabel nomer 1 dengan jarum dan tempelkan probe merah ke kabel nomer 1.
5) Probe hitam kenakan ke body kendaraan sebagai ground.
6) Setelah itu putar poros engkol searah jarum jam, amati layar multimeter. Peringatan: jangan sekali-kali menstarter mesin, hal ini meyebabkan hasil pengetesan tidak akurat
7) Apabila sensor CKP bekerja dengan benar, multimeter akan menunjukkan tegangan sebesar 5 Volt saat ON, dan menghasilkan tegangan sebesar 0.5 Volt saat OFF. Kunci utama untuk melihat perubahan tegangan adalah memutar puli poros engkol secara perlahan dan stabil.

Apabila ini sudah dilakukan, silahkan ke langkah berikutnya.

2. Langkah Kedua

Langkah kedua dilakukan dalam rangka melihat tegangan yang masuk sensor CKP.

Warning: Hati-hati dengan kabel yang akan diuji ini, jangan sampai menempel bodi mobil atau ground. Jika ini terjadi bisa mengakibatkan kerusakan ECU/PCM. Jangan juga gunakan test lamp tapi gunakan multimeter yang bagus.

Berikut langkah-langkah pengetesan tegangan sensor CKP;

1) Set multimeter pada DC Volt. Selanjutnya hubungkan kabel nomer 3 paa probe warna merah. Jangan memeriksa tegangan kabel pada konektor sensor, tusuk kabel dengan jarum lebih utama.
2) Hubungkan probe hitam multimeter ke body mesin sebagai ground.
3) Putar kunci kontak ke posisi ON.
4) Jika semua rangkaian bagus, multimeter akan menunjukkan 5 – 8 Volt.

Apabila tegangan tidak mencapai nilai tersebut, maka kemungkinan besar ada kesalahan pada rangkaian sistem sensor ini.

3. Langkah Ketiga

Langkah terakhir pada saat menguji sensor CKP adalah memeriksa sambungan ground sensor, yakni sebagai berikut;

1). Multimeter tetap diset pada DC Volt dan hubungkan probe hitam pada multimeter ke kabel nomer 2.
2). Hubungkan probe merah pada multimeter ke terminal positif baterai.
3). Putar kunci kontak ke posisi ON.
4). Jika rangkaian bagus, maka multimeter akan menunjukkan tegangan baterai sebasar 12 volt ke atas.

Langkah tersebut tidak dapat dibalik agar pekerjaan segera selesai. Jika dibalik maka ketika ternyata sensor yang rusak maka harus melakukan pekerjaan yang sia-sia karena melewati langkah tiga atau dua terlebih dahulu. Langkah pertama memberikan kita informasi bahwa sensor CKP rusak atau tidak. Jika sensor dipastikan rusak maka sangat mungkin harus mengganti sensor tanpa harus pikir panjang lagi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *