Sensor Termal Pertama untuk Mobil Swakemudi

Teknisimobil.com – Mobil yang dilengkapi dengan teknologi swakemudi sepertinya memang sedang digandrungi. Bukan oleh pengguna tetapi oleh para peneliti maupun perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Tidak hanya Waymo google, tetapi ada berapa perusahaan seperti Ola, TomTom, dan Kodiak dan masih banyak lagi yang lainnya. Tetapi mereka semuanya menggunakan sensor yang sering disebut LiDar. Meski ada yang tidak menggunakan sensor ini seperti yang dikembangkan oleh FSD Tesla. Yang lain muncul beberapa waktu lalu yakni penggunakan sensor termal pertama untuk mobil swakemudi.

Sensor Termal Pertama untuk Mobil Swakemudi Diproduksi

Sensor pencitraan termal FLIR Systems telah dipilih oleh pemasok otomotif tingkat satu, Veoneer. Sensor ini kemudian dikontrak produksi bagi kendaraan otonom atau swakemudi untuk produsen mobil global terkemuka. (Foto: Business Wire)

FLIR Systems, Inc. akhir bulan lalu mengumumkan bahwa teknologi pengindaraan termal berbasis Boson telah dipilih oleh Veoneer. Sensor termal akan digunakan untuk swakemudi Level 4 dan bekerja sama dengan pembuat mobil terkemuka pada tahun 2021. Untuk diketahui Veoneer adalah perusahaan pemasok otomotif peringkat satu.

Sistem Veoneer akan menjadi yang pertama dalam menerapkan kamera pengindraan termal dalam meningkatkan keamanan kendaraan swakemudi. Dalam beberapa uji coba, sensor termal unggul dari sensor lainnya. Pengujian termasuk di dalamnya adalah kondisi visibilitas rendah dan kontras tinggi. Malam hari, senja, bayangan, atau matahari terbit dan bahkan lampu sorot adalah situasi-situasi yang dapat diatasi. Selain itu, dalam kondisi cuaca berkabut dan berasap tebal pun sensor dapat bekerja dengan baik.

Kemampuan sensor termal dalam AV juga lebih dari sekedar dalam kondisi-kondisi di atas. Kelebihan dapat menangkap atau mendeteksi orang dan mahluk hidup lainnya juga merupakan bagian keunggulan sensor ini.

Kemampuan sensor ini tidak hanya mengalahkan kemampuan pengindraan jarak jauh seperti lampu di malam hari. Terlebih, sensor ini dapat mendeteksi keberadaan bahang atau panas yang berasal dari apa saja. Keuntungan “invisible” sensor menawarkan data tambahan ke rangkaian sensor AV. Yang tentu saja dapat meningkatkan keandalan dan redudansi sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan lebih baik.

Core sensing thermal FLIR juga merupakan bagian dari sistem penginderaan termal generasi keempat Veoneer. Dan dijadwalkan diluncurkan tahun depan. Pengalaman lebih dari satu dekade, FLIR telah menjadi mitra kunci Veoneer untuk mendukung sistem peringatan dini pengemudi. Sistem ini digunakan dalam kendaraan dari General Motors, Volkswagen, Audi, Peugeot, BMW, dan Mercedes-Benz. Kontrak terbaru ini mewakili fase baru untuk FLIR dan teknologi penginderaan panasnya. Tentu saja untuk kepentingan kendaraan otonom, atau mengemudi sendiri.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *