Advertisements
Menu
Life is about sharing

Shin-Etsu Kembangkan Bahan Silicone Thermal Interface untuk EV

  • Share
Shin-Etsu Kembangkan Bahan Silicone Thermal Interface

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Shin-Etsu Kembangkan Bahan Silicone Thermal Interface untuk EV. Berikut bahasan selengkapnya.

Shin-Etsu Kembangkan Bahan Silicone Thermal Interface untuk EV

Shin-Etsu adalah sebuah perusahaan kimia. Mereka mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan bahan silicone Thermal Interface untuk aplikasi pasar mobil listrik dan mobil hybrid.

Perusahaan tersebut mencatat bahwa dengan permintaan yang terus meningkat untuk powertrains kendaraan listrik, kebutuhan akan bahan Silicone Thermal Interface juga tinggi. Kebutuhan tersebut sejalan dengan peningkatan akan langkah-langkah pembuangan panas saat mengelola perubahan suhu dalam baterai lithium-ion dan sistem kontrol elektronik terkait. Shin-Etsu berharap dengan pengembangan dua produk manajemen panas baru mereka akan memberikan solusi untuk masalah tersebut.

Pertama, adalah Seri TC-PEN. Seri ini memiliki fitur pad antarmuka termal lunak dengan kepadatan rendah. Ini akan memenuhi permintaan untuk banyak varian EV dan HEV. Dibandingkan dengan bahan yang saat ini digunakan di pasar EV dan HEV, bahan manajemen termal baru ini diklaim sekitar 15% lebih ringan. Akan tetapi bahan tersebut mempertahankan karakteristik konduktivitas dan kemampuan kerja. Dan hasilnya, menjadikannya pesaing yang cocok untuk digunakan pada permukaan yang tidak rata dan dalam komponen seperti baterai lithium-ion.

Produk kedua adalah Seri TC-SET. Seri ini menggunakan bantalan lunak antarmuka termal tinggi yang menampilkan karakteristik set kompresi rendah. Ini berarti mempertahankan fleksibilitas karena kekerasan material yang rendah. Perusahaan mengatakan ini membuat produknya cocok untuk aplikasi EV dan HEV yang membutuhkan pembuangan panas untuk sistem kelistrikan dan daya tahan jangka panjang.

Salah satu masalah yang banyak perusahaan otomotif pembuat EV dan HEV adalah masalah panas dari baterai. Bahkan bahaya panas dari baterai lithium-ion dapat mengakibatkan pengemudi dan penumpang kendaraan EV dan HEV mengalami kecelakaan parah karena kebakaran. Dan tentu saja dapat mengakibatkan korban jiwa.

Video berikut menjelaskan bahaya terkait masalah panas yang terjadi pada mobil listrik dan hybrid;

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *