Posisi Komponen Sistem Penggerak Tesla Model S

Advertisements

Teknisimobil.com – Salam sejahtera sahabat teknisimobil, kali ini kami akan membahas secara sederhana mobil listrik yakni posisi komponen sistem penggerak Tesla Model S. Teknologi yang dikembangkan Tesla merupakan terobosan yang sangat luar biasa, mengingat Tesla hanya fokus pada kendaraan roda empat yang tidak menggunakan bahan bakar minyak atau tepatnya mobil listrik saja. Di Indonesia sendiri, kendaraan ini sudah muncul di ajang IIMS 2017, yakni untuk Tesla Model S P100D dengan harga kisaran 4 M yang sebelumnya telah mengaspal di Indonesia dengan Tesla Model S varian 75D dan P85 dengan harga kisaran 2 M. Dengan hadirnya beberapa varian Tesla Model S ini di Indonesia, menjadi penting untuk memperhatikan secara lebih rinci hal-hal teknis yang ada di dalamnya.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau kita (yang belum punya), untuk lebih tahu hal-hal teknis tersebut dan juga sangatlah penting bagi yang digarasi mobilnya sudah standby Tesla Model S varian 75D atau P85 atau P100D, atau bahkan ketiganya.

Posisi Komponen Sistem Penggerak Tesla Model S

Tesla Model S

Bagi kendaraan listrik, dinginya temperatur lingkungan tidaklah menjadi penghalang untuk kenyamanan berkendara©flickr

Posisi Komponen  Sistem Penggerak Tesla Model S

Posisi Komponen Sistem Penggerak Tesla Model S
Advertisements

©Tesla Model S

Gambar di atas menunjukkan posisi komponen untuk penggerak roda belakang. Secara umum komponen terdiri dari lima bagian utama. Kelima bagian utama tersebut adalah:

  1. Drive inverter
  2. Motor
  3. Driveshaft LH
  4. Gearbox
  5. Driveshaft RH
Posisi Komponen Sistem Penggerak Tesla Model S

©Tesla Model S

Dari komponen-komponen utama yakni Drive inverter, Motor, Driveshaft LH, Gearbox dan Driveshaft RH dapat diuraikan menjadi bagian-bagian yang lebih detail. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Tampak bahwa terdapat 14 bagian-bagian komponen yang lain. Keempat belas bagian-bagian komponen tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Drive inverter
  2. Drive inverter breather
  3. Gearbox breather
  4. Gearbox rear mounting
  5. Motor
  6. Motor encoder sensor
  7. Coolant manifold
  8. Coolant inlet
  9. Motor side mounting
  10. Driveshaft LH
  11. Gearbox oil drain plug
  12. Gearbox oil fill plug
  13. Gearbox front mounting
  14. Driveshaft RH
Posisi Komponen Sistem Penggerak Tesla Model S

©Tesla Model S

Untuk bagian yang lebih rinci dari posisi bagian driveshaft RH (Right Hand) terdapat beberapa komponen yang lain. Setidaknya terdapat enam komponen yang ditunjukkan pada gambar di atas. Komponen-komponen tersebut adalah:

  1. Breather line
  2. High voltage cable inlet
  3. High voltage cable connection cover
  4. 12V connector
  5. Coolant outlet port
  6. Gearbox cooler

Secara umum dapat dijelaskan bahwa motor, gearbox, dan driver inverter merupakan kesatuan dari sistem penggerak. Bagian-bagian komponen sangat kompak terintegrasi satu sama lain, terkoneksi secara sempurna sehingga mengurangi kompleksitas sistem dan meningkatkan kehandalan dari sistem penggerak roda belakang. Terdapat tiga komponen yang tidak dapat dipisahkan dan hanya dapat dibuka dalam keadaan bersih dengan peralatan khusus dan alat uji kendaraan dari pabrikan Tesla.

Sistem penggerak terpasang pada sub-frame belakang dengan poros roda depan dan belakang yang terintegrasikan oleh gearbox, dan ketiga komponen ini disatukan pada rumah motor kendaraan.

Peringatan Keras:

Ikuti semua persyaratan untuk pekerjaan keselamatan tegangan tinggi kapan saja pada saat melakukan perkerjaan perbaikan sistem penggerak. Sistem penggera memuat 1.2mF kapasitansi internal, yang cukup mematikan jika fungsi debit internal tidak bekerja dengan benar. Selalu gunakan multi meter untuk memastikan tidak ada tegangan berbahaya pada konektor input DC pada inverter dirve.

Teori Operasi

Semua motor-motor yang berputar harus memiliki medan magnet yang berubah untuk menginduksi rotasi dan menghasilkan torka. Brushed motors melakukannya secara mekanis dengan menghubungkan dan memutuskan kumparan kabel (wire coils) untuk memutar rotor. Motor-motor induksi AC tidak mempunyai brushes; mereka menggunakan sebuah waveform AC untuk memvariasikan medan magnet dalam motor dan menciptakan torka.

Driver inverter mengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi tiga arus bolak balik (AC) di motor stator. Arus waveforms 120 derajat dari fase dan membuat medan magnet berputar di stator. Medan stator menginduksi arus pada rotor. Arus rotor yang diinduksi menciptakan medan magnet kedua yang melawan medan stator. Kedua bidang yang saling bertabrakan menghasilkan torka motor.

Kecepatan motor bergantung pada frekuensi AC yang dipasok oleh drive inverter. Sementara itu, torka motor bergantung pada amplitudo AC.

Top Level Drive Unit Specifications

Motor mempunyai kelajuan rotor maksimum 16000 rpm.

  • Base: 415 Nm of torque and 270kW for a motor shaft speed between 6,500 rpm and 9,000 rpm.
  • Performance: 590 Nm of torque and 310kW for a motor shaft speed between 5,500 rpm and 9,000 rpm.

Drive inverter memberikan 900A rms ke motor pada sistem penggerak dasar (Base drive unit), dan 1200A rms pada Performance drive unit. Gearbox memiliki rasio kecepatan tunggal 9.73:1.

Pada artikel berikutnya, teknisimobil akan mencoba menjelaskan secara sederhana komponen-komponen yang ada pada artikel ini.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *