Menu
Life is about sharing

Perlakuan VW pada Baterai Mobil Listrik Soak

  • Share
Perlakuan VW pada Baterai Mobil Listrik Soak

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Perlakuan VW pada Baterai Mobil Listrik Soak. Berikut bahasan selengkapnya.

Perlakuan VW pada Baterai Mobil Listrik Soak

Mobil listrik mulai menjadi tren di negara-negara maju akhir-akhir ini. Bahkan di beberapa negara berkembang, mobil listrik juga mulai dilirik oleh terutama para eksekutif muda, begitu pun di tanah air.

Meski yang akhir-akhir ini populer adalah Tesla, tetapi tidak hanya mobil asal Amerika Serikat ini saja yang bergerak maju. Sejumlah merek kendaraan yang tidak kalah terkenal di segmen mobil pembakaran internal juga mulai ikut terjun pada segmen mobil listrik.

Untuk yang beredar pada negara kita, sebut saja Hyundai yang membuka penjualan mobil listrik mereka dengan mengeluarkan Ioniq dan Kona listrik beberapa waktu lalu.

Pabrikan asal Jerman Volkswagen ternyata juga ingin ambil bagian. VW nampaknya juga bergerak cepat untuk segera dapat masuk pada era elektrifikasi.

Bahkan, kesiapan mereka tidak hanya pada pembuatan mobil, motor listrik atau bahkan baterai tetapi lebih dari itu. VW mempersiapkan cara mendaur ulang baterai mobil listrik apabila tidak lagi dapat digunakan alias baterai soak.

Baterai lithium ion yang saat ini dipakai pada mobil listrik, sejatinya sama dengan baterai mobil ICE. Baterai-baterai yang mobil listrik pakai juga dapat mengalami soak sehingga perlu penggantian.

Pada salah satu kanal Youtube “teknologi mobil listrik”, kita dapat tahu bagaimana VW melakukan daur ulang baterai mobil listrik mereka.

Kita dapat melihat sebuah proses yang dapat kita katakan cukup sederhana. Pada awalnya, para mekanik menguras sampai daya baterai benar-benar habis. Kemudian baterai-baterai mereka lepas dari casing baterai. Setelah itu, baterai melalui sebuah mesin penghancur mereka giling sampai lembut. Dari pecahan-pecahan baterai tersebut kemudian mereka pilah berdasarkan jenis bahan atau material baterai. Nah, kemudian dari pemilahan tersebut kemudian dilakukan daur ulang terhadap bahan-bahan yang masih dapat dipakai kembali.

Cukup sederhana bukan?

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *