Magna Mengembangkan Motor Listrik

Teknisimobil.com – Tidak seperti mobil dengan mesin pembakaran internal yang masih menguasai pasar otomotif terutama di Indonesia saat ini, mobil listrik sangatlah berbeda. Mobil listrik tidak mengandalkan poros engkol dan bagian mesin lainnya, melainkan mengandalkan motor listrik. Motor listrik benar-benar menjadi bagian utama selain baterai. Jika baterai menentukan sejauh mana mobil dapat berjalan, motor listrik menentukan seberapat kuat mobil tersebut. Oleh karena itu banyak sekali pengembang teknologi, khususnya kendaraan, yang mencoba mengembangkannya. Bahkan mereka mencoba mematenkannya seperti paten motor listrik Tesla. kali ini giliran Magna mengembangkan motor listrik yang lebih tangguh dan lebih murah tentu saja.

Magna Mengembangkan Motor Listrik Lebih Murah dan Powerfull

Pengembangan motor listrik oleh Magna diawali dengan hibah yang mereka peroleh. Magna mendapatkan hibah dari Departemen Energi AS (DOE). Dengan hibah tersebut diharapkan memperoleh motor yang diap untuk sistem propulsi kendaraan generasi mendatang.

Dalam proses pengembangannya, Magna akan bekerjasama dengan Institut Teknologi Illinois dan Wisconsin-Madison. Motor listrik tersebut akan dikembangkan dengan capaian peningkatan kepadatan daya dan biaya terjangkau.

Kepadatan diharapkan dapat delapan kali lebih baik dari motor listrik yang ada saat ini. Tetapi juga harus memenuhi 1/2 harga yang ada di pasar. Pemangkasan biaya tersebut seharusnya dapat dicapai karena tidak akan lagi menggunakan magnet permanen rare-earth. Karena magnet permanen tersebut lah yang nyatanya saat ini membuat motor listrik sangat mahal.

Kotagiri mengatakan bahwa misi Magna adalah membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tentu saja dengan memecahkan beberapa masalah industri otomotif yang paling kompleks. Mengurangi ketergantungan pada magnet permanen rare-earth. Ini akan membawa percepatan ke arah elektrifikasi total dengan biaya yang cukup murah. Swamy Kotagiri adalah Kepala Staf Teknologi Magna.

Teknologi motor listrik akan disajikan kepada DOE AS untuk dievaluasi pada tahun 2021. Apakah ini akan berhasil? Kita akan dapat menunggu hingga dua tahun lagi. Terdapat kemungkinan berhasil jika kita melihat pergerakan perkembangan sains saat ini. Bukan tidak mungkin mereka bahkan akan mendapatkan yang lebih dari target capaian mereka.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *