InoBat Pesaing Tesla dalam Baterai Mobil Listrik

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil, apa kabar kalian semua sore ini? Semoga semua baik-baik saja dan siap-siap istirahat pulang dari bengkelnya masing-masing. Berita kali ini adalah tentang InoBat Pesaing Tesla dalam Baterai Mobil Listrik yang akan lebih cepat kemungkinan berhasil daripada Tesla. Berikut selengkapnya.

InoBat Pesaing Tesla dalam Baterai Mobil Listrik

InoBat Pesaing Tesla

Perubahan industri kendaraan dari kendaraan pembakaran internal ke kendaraan listrik tidak hanya memicu lahirnya startup mobil listrik. Lebih dari itu, munculnya industri lain yang tak kalah penting juga bertumbu. Salah satunya adalah industri baterai mobil listrik.

Startup baterai asal Slovakia InoBat Auto mengumumkan pada hari Jumat lalu bahwa mereka akan memperkenalkan baterai mobil listrik dengan kepadatan energi yang lebih besar daripada yang saat ini ada.

Baterai akan memungkinkan peningkatan 20% jarak jangkauan untuk kendaraan listrik “terbaik saat ini” pada tahun 2023. Mereka menyampaikan ini dalam sebuah konferensi pers.

InoBat Auto berencana untuk memproduksi baterai pertamanya di Voderady, Slovakia, mulai tahun 2021. Dari pihak Tesla sendiri kita tahu bahwa mereka baru akan menaikkan baterai mobil listrik pada tahun 2025.

CEO InoBat Auto Marian Bocek yang berkompeten pada bidang keuangan, merekut mantan CEO Aston Martin Andy Palmer sebagai wakil ketua non-eksekutif. Sebelum bekerja di Aston Martin, Palmer adalah COO Nissan, yang mana dia mengawasi peluncuran mobil listrik.

Sasaran kepadatan energi InoBat sebesar 330 Wh/kg (dan 1.000 Wh/I) pada tahun 2023 menggemakan apa yang CEO Tesla Elon Musk katakan tentang potensi peningkatan kepadatan energi Tesla. Menjelang presentasi Hari Baterai Tesla, Musk menggoda bahwa 300 Wh/kg hanya tiga hingga empat tahun lagi.

Sementara itu, CATL China menargetkan peningkatan kepadatan energi sebesar 45% dalam lima tahun ke depan.

InoBat menegaskan bahwa teknologinya lebih dari sekadar kepadatan energi. Bahkan mereka mengklaim akan menggunakan kecerdasan buatan dalam beberapa kapasitas baterai. Namun, startup tersebut belum menjelaskan dengan tepat apa artinya untuk baterai.