Full Self-driving Tesla Tidak Tercapai Tahun Depan

Teknisimobil.com – Kepercayaan diri Full self-driving Tesla yang digaungkan pada kuartar pertama tahun ini mendapatkan kesangsian keras dari salah satu pendiri Zoox dan CTO Jesse Levinson. Ia menyatakan dalam konverensi press hal tersebut baru-baru ini. Ia mengatakan bahwa Elon Musk dan krunya tidak akan memiliki “kesempatan” untuk menciptakan swakemudi Level 5 tahun depan. Menariknya pernyataan ini justru muncul sesaat setelah Tesla meluncurkan fungsi-fungsi suite self-driving yang akan mereka sempurnakan dalam waktu dekat.

Untuk diketahui Zoox adalah starup mobil self-driving untuk tujuan kendaraan otonom. Zoox tidak seperti Tesla yang mengembangkan teknologi self-driving sembari memproduksi mobil listrik. Zoox benar-benar fokus pada teknologi self-driving. Pendekatan yang diambil oleh Zoox pun berbeda. Mereka menggunakan pengaturan LiDAR yang unik. Yakni dengan menempatkan empat unit individu di setiap sudut kendaraan.

Full Self-driving Tesla tidak Mungkin Berhasil Tahun 2020

Levinson meyakini bahwa pada saat ini belum ada teknologi yang akan sanggup mencapai mobil yang dapat bergerak sendiri secara penuh. Ia meyakini bahwa itu akan terwujud tetapi butuh waktu dan saat ini masih dalam pertimbangan. Dengan demikian, kepercayaan dia pada Tesla untuk dapat menghadirkan swakemudi penuh tahun depan benar-benar tidak mungkin.

Meski demikian, Levinson mengakui kehebatan mobil listrik yang diciptakan oleh Tesla. Begitupun dengan sistem Autopilot Tesla yang ia yakini tiada duanya. Tetapi, baik sensor atau komputer untuk mencapai swakemudi penuh tidak akan mungkin dapat dicapai tahun depan.

“Mereka tidak memiliki cukup sensor atau komputer untuk melakukan itu mengingat ada teknologi yang diketahui dari jauh yang pernah dibuat manusia. Dan omong-omong mereka memiliki mobil yang hebat, sistem Tesla Autopilot di jalan bebas hambatan adalah saya pikir yang terbaik di luar sana … Saya pikir jika Musk fokus pada aspek itu akan lebih baik diterima,” katanya.

Pernyataan Levinson mestinya berdasar pada penelitian dan tindakan langsung dari perusahaannya. Tetapi mesti ia harus sadari bahwa pendekatan berbeda telah dilakukan oleh Tesla. Tesla mengejar swakemudi melalui FSD dengan komputer khusus, jaringan saraf, serangkaian kamera, radar, dan sensor ultrasoknik.

Tetapi, Musk memang sangat meremehkan LiDAR dalam hal swakemudi. Bahkan ia sempat mengatakan LiDAR sebagai “hal bodoh” jika dipercaya untuk swakemudi. Tesla belakangan diketahui menggunakan Hardware 3 Tesla untuk dicobakan pada kendaraan mereka dalam rangka mencapai FSD. Untuk itu, kita akan lihat akhir dari cerita ini tahun depan.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *