• TM Garage Jalan Cangkringan, Selorejo, Wukirsari, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
Cara Kerja Baterai Lithium-ion untuk Hybrid dan EV

Cara Kerja Baterai Lithium-ion untuk Hybrid dan EV

April 19, 2021 | Berita Mobil Listrik / Mobil Listrik |

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Cara Kerja Baterai Lithium-ion untuk Hybrid dan EV. Berikut bahasan selengkapnya.

Cara Kerja Baterai Lithium-ion untuk Hybrid dan EV

Sebenarnya awal dari baterai lithium-ion bukanlah untuk kendaraan. Baterai lithium ion atau sering kita singkat sebagai LIB adalah baterai yang tujuannya untuk perangkat seluler. Tetapi kemudian mengarah ke perangkap seperti laptop dan perangkat-perangkat elektronik lainnya.

Tetapi saat ini jauh melampuai tujuan-tujuan tersebut. Baterai lithium-ion berandil besar dalam perubahan ‘gila’ dari kendaraan internal combustion engine menuju ke electric vehicles. Perubahan ini sangat masif bahkan terjadi tidak hanya pada negara-negara maju tetapi juga pada negara berkembang seperti Indonesia. Meski ada baterai lain seperti baterai Na-ion untuk mobil listrik, tetapi lithium-ion masih yang menjadi terbaik saat ini.

Lalu bagaimana cara kerjanya? Cara kerja atau konsep baterai lithium-ion sangatlah sederhana. Bagi yang tidak terlalu menikmati membaca, Anda dapat menyimak video berikut untuk memahami cara kerja atau konsep kerja baterai lithium-ion berikut ini;

Bagian dari baterai lithium-ion

Kita mulai dari bagian-bagian baterai lithium-ion. Sebuah baterai terdiri dari beberapa sel individu yang terhubung satu sama lain. Setiap sel berisi tiga bagian utama: elektroda positif (katoda), elektroda negatif (anoda) dan elektrolit cair.

Sama seperti baterai yang lain misalnya baterai sel kering alkalin, baterai lithium-ion menyediakan daya melalui pergerakan ion. Lithium sangat reaktif dalam bentuk unsurnya. Hal tersebut menjadi alasan baterai litium-ion tidak menggunakan litium unsur.

Sebaliknya, baterai litium-ion biasanya mengandung oksida logam litium, seperti litium-kobalt oksida (LiCoO2). Senyawa ini memasok ion litkium. Oksida logam lithium digunakan di katoda dan senyawa litium karbon digunakan di anoda. Bahan-bahan ini digunakan karena memungkinkan adanya interkalasi. Interkalasi berarti molekul mampu memasukkan sesuatu ke dalamnya. Dalam hal ini, elektroda dapat membuat ion litium bergerak dengan mudah masuk dan keluar dari strukturnya.

Bahan kimia yang terlibat dalam baterai lithium-ion

Di dalam lithium-ion battery, terdapat reaksi oxidation-reduction (Redox).

Reduction terjadi pada cathode. Terdapat, cobalt oxide berkombinasi dengan lithium ions untuk membentuk lithium-cobalt oxide (LiCoO2). Setengah reaksinya adalah sebagai berikut;

CoO2 + Li+ + e → LiCoO2

Oxidation terjadi pada anode. Terdapat interaksi LiC6 membentuk graphite (C6) and lithium ions. Setengah reaksi tersebut adalah sebagai berikut;

LiC6 → C6 + Li+ + e

Sedemikian rupa sehingga reaksi penuhnya adalah (left to right = discharging, right to left = charging):

LiC6 + CoO2 ⇄ C6 + LiCoO2

Charging dan Recharging baterai lithium-ion

Ketika baterai litium-ion mendapatkan beban (misal dari motor listrik), ion litium bermuatan positif (Li +) berpindah dari anoda negatif ke katoda positif. Mereka melakukan ini dengan bergerak melalui elektrolit sampai mencapai elektroda positif. Di sana, mereka disimpan. Elektron, sebaliknya, berpindah dari anoda ke katoda.

Cara Kerja Baterai Lithium-ion

Sumber: letstalkscience.ca

Saat Anda mengisi daya baterai lithium-ion, proses yang terjadi justru sebaliknya. Ion litium bergerak mundur dari katoda ke anoda. Elektron berpindah dari anoda ke katoda.

Selama ion litium melakukan perjalanan dari satu elektroda ke elektroda lainnya, ada aliran elektron yang konstan. Ini memberikan energi untuk menjaga perangkat Anda tetap berjalan. Karena siklus ini dapat berulang ratusan kali, baterai jenis ini dapat diisi ulang.

Referensi: How does a lithium-Ion battery work? by letstalkscience.ca

Related Post

Hyzon Kembangkan Fuel Cell dan Tunjuk Shinichi Hirano
Terbit : 11 May 2021

Hyzon Kembangkan Fuel Cell dan Tunjuk Shinichi Hirano

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada...
Saietta dan Padmini VNA Menjual Motor Listrik ke India
Terbit : 9 May 2021

Saietta dan Padmini VNA Menjual Motor Listrik ke India

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada...