Bujuk Rayu Panasonic pada Tesla Masalah Masa Depan Teknologi Mobil

Panasonic
[latexpage]

Teknisimobil.com – Diakui atau tidak, Tesla telah menjadi salah satu perusahaan yang sangat kompetitif di kendaraan listrik, ini membuat banyak pihak salah satunya Panasonik mencoba untuk membangun hubungan dengan Tesla secara lebih kuat lagi. Panasonik mencoba melakukan pembicaraan yang sedikit berupa “bujuk rayu” pada Tesla tentang masalah masa depan teknologi mobil. Tentu ini kaitannya dengan video, mengingat Panasonic merupakan perusahaan yang sangat kuat dalam kategori video. Dan perlu diketahui bahwa Panasonik telah melakukan kerjasama di bidang selain video pada beberapa tahun belakang.

Panasonic Tesla photo

Photo by Don McCullough

Perusahaan raksasa elektronik asal negeri sakura ini telah mendukung Tesla sejak awal tahun 2007. Pada tahun 2010, Panasonic melakukan investasi sebesar 30 juta dolar untuk berkolaborasi multi-tahun dengan Tesla yang mengembangkan sel baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik mereka. Baru-baru ini, Panasonik mengumumkan kemitraan Gigafactory dengan Tesla, di Nevada dan New York, untuk membantu memproduksi baterai dan produk solar.

Berdasarkan informasi yang kami himpun dari Teslarati, bahwa Panasonic jarang berkomentar tentang aliansinya dengan Tesla. Ungkapan mereka muncul manakala adanya pertemuan dengan Tesla di Consumer Electronics Show tahun ini. Mengingat kedua perusahaan ini bekerjasama dengan sangat erat, dapat dibayangkan bahwa beberapa teknologi mobil prototipe Panasonic juga dapat meramalkan apa yang akan terjadi di kendaraan masa depan Tesla.

Di antara pembicaraan tersebut adalah dilaporkannya bahwa pabrik bateri lithium-ion Panasonic pada Tesla’s Gigafactory menangani produksi sel bateri selinder 2170-size*1 untuk sistem penyimpanan energi Tesla dan sedan Model 3 terbarunya, yang mulai diproduksi pada bulan Juli 2017 lalu. Sel berkapasitas tinggi berbentuk silinder ‘cell 2170’ dirancang bersama dan direkayasa oleh Tesla dan Panasonic untuk menawarkan kinerja terbaik dengan biaya produksi terendah dalam faktor bentuk optimal untuk kedua kendaraan listrik dan produksi energi.

Pembicaraan selanjutnya adalah bahwa Panasonik juga bekerja sama dengan Tesla dalam bisnis sel surya dan akan memulai produksi sel surya musim panas ini di Buffalo, New York. Sel surya yang diproduksi di pabrik ini dipasok ke Tesla. Selain itu, sel surya yang digunakan di genteng dijual oleh Tesla, sebuah produk yang mengintegrasikan sel surya dengan bahan atap. Panasonic akan melanjtkan investasinya di pabrik ke depan dan berencana menaikkan kapasitas produksi sel surya menjadi 1 GW pada tahun depan.

lithium Panasonic photo

Photo by deepsonic

Mereka juga membicarakan atas capaian kemampuan self-driving Level 5. Panasonik menjelaskan bahwa “Masa depan mobilitas terletak pada kendaraan Living Space yang sepenuhnya otonom. Di mana tindakan mengemudi berkurang ke latar belakang. Waktu tempuh [malah] menjadi live-your-life time. Mobil akan diubah menjadi ruang adaptif yang memenuhi kebutuhan kita. Ruang tammu yang bergerak, zona relaksasi, dan pusat hiburan bahkan sebuah kantor yang berada di atas empat roda. Mungkinkah interior mobil Tesla [misal Model S] terlihat seperti yang dibayangkan tersebut?

[Baca juga: Cara mengganti kanvas rem depan Honda CR-V]

Dan terakhir adalah bagaimana jika Tesla meluncurkan e-bikes dan atau mobil listrik yang lebih kecil? Dilaporkan bahwa “platform Panasonic telah mengembangkan sepeda EV dan EV mikro yang merupakan powertrain hemat energi dan aman yang memiliki kekompakan terintegrasi, efesiensi tinggi, dan skalabilitas yang fleksibel. Terdiri dari unit dasar, termasuk unit daya (dengan charger onboard, kotak persimpangan, inverter, dan konverter DC/DC) dan unit motor. Platform ini akan membantu mengurangi biaya dan waktu pengembangan kendaraan.

Ke depan, Panasonik meramalkan kemitraan yang kuat dengan Tesla yang memperkuat posisinya dalam pergerakan kendaraan listrik. Perusahaan tersebut mencatat, “Panasonic dan Tesla melakukan investasi bertahap di Gigafactory. Dan Panasonik memperkirakan bahwa volume produksi global untuk kendaraan listrik pada tahun fiskal 2026 akan meningkat sekitar enam kali lipat dari tahun 2017 menjadi lebih dari 3 juta unit. Perusahaan akan berkontribusi terhadap ralisasi masyarakat energi berkelanjutan melalui penyediaan baterai kendaraan listrik.[]

Share