Menu
Life is about sharing

Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Habis, Apa?

Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Habis

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan kali ini adalah tentang Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Habis. Berikut bahasan selengkapnya.

Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Habis

Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Habis

Sepertinya beberapa tahun kedepan bakalan banyak orang akan beralih ke mobil listrik daripada tetap bertahan ke mobil dengan mesin pembakaran internal. Bukan karena tidak mau menggunakan mobil mesin pembakaran internal, tetapi karena ‘terpaksa’ bisa jadi.

Terlepas dari itu semua, memang mobil listrik mendapatkan perhatian lebih dalam 2 hingga 3 tahun belakang. Ini tak lain karena tenaga yang hanya berasal dari baterai dan tanpa harus mengisi bahan bakar bensin atau solar. Daya dari paket baterai mobil listrik adalah satu-satunya sumber tenaga untuk menggerakkan mobil.

Terdapat salah satu masalah yang sering terungkap ke publik, yakni daya baterai mobil listrik mudah sekali habis. Kira-kira apa penyebabnya?

Paket baterai mobil listrik paling banyak menggunakan baterai lithium-ion yang banyak juga dipakai pada piranti elektronik. Baterai jenis ini memang terkenal mampu menyimpan daya listrik besar dengan ukuran relatif kecil.

Banyak sekali faktor yang dapat mengakibatkan cepat habisnya daya baterai mobil listrik. Dua alasan dari sekian banyak alasan adalah temperatur suatu wilayah dan tingkat kemacetan jalan.

Kemacetan salah satu yang paling penting untuk kita perhatikan. Daerah-daerah rawan kemacetan seperti Jakarta dan Surabaya adalah yang paling mungkin menjadi masalah pada ketahanan paket baterai. Semakin tinggi tingkat kemacetan semakin daya baterai terkurat.

Untuk faktor temperatur daerah tertentu memang tidak dapat kita hindari. Ada beberapa daerah yang memiliki temperatur rata-rata lingkungan yang cenderung lebih tinggi. Sementara itu, temperatur tinggi jelas mempengaruhi ketahanan daya baterai. Baterai dengan teperatur tinggi juga akan mudah rusak. Ini juga sebenarnya yang menjadi alasan mengapa pengisian cepat hanya sampai 80%, yakni untuk menjaga temperatur bateri tetap normal dan tidak mudah rusak.

Sementara itu, untuk faktor yang berasal dari pengemudi, sifatnya masih sama dengan masalah pada mesin pembakaran internal. Pengemudi yang memperlakukan pedal akselerator semaunya sendiri akan membuat daya baterai mobil cepat sekali habis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *