Advertisements
Menu
Life is about sharing

VVT-i vs Dual VVT-i Pada Mobil Toyota, Apa Untungnya?

VVT-i vs Dual VVT-i
VVT-i vs Dual VVT-i

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabarnya kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang terlalu berarti yang menjadi penghalang aktivitas bengkel masing-masing pagi ini. Kali ini saya akan mencoba membahas tentang VVT-i vs Dual VVT-i Pada Mobil Toyota dan apa untungnya memakai teknologi ini. Berikut selangkapnya.

Sudah hampir dua dekade Toyota terutama menggunakan teknologi VVT-i atau variable valve timing with intelligence. Tepatnya mereka menggunakan menerapkannya pada tahun 1991-an. Pertama kali mesin yang menggunakan teknologi ini adalah VVT adalah mesin Toyota 4A-GE dengan 5 silinder. Dengan hasil yang sangat memuaskan yakni mesin menjadi lebih efesien dan bertenaga, serta ramah lingkungan, teknologi ini menjadi acuan pengembangan mereka. Hasilnya adalah VVT-i dengan ‘i’ sebagai tambahan nama “intellegent”.

Meski sudah sejak tahun 1991-an Toyota mengembangkan teknologi ini tetapi Toyota Indonesia belum langsung mendapatkan jatah merasakan teknologi tersebut. Baru satu dekade setelah pengembangan teknologi ini Toyota membawa VVT-i ke Indonesia. Tepatnya pada tahun 2001-an teknologi ini resmi menjamah pasar Toyota Indonesia. Pada tahun tersebut ada dua buah mobil yang menggunakan VVT-i yakni Previa dan Toyota RAV4. Setahun berikutnya yakni 2002 barulah Toyota Camry yang mendapatkan giliran. Setelah itu giliran Toyota Vios pada tahun 2003 dan pada tahun 2004 ada Corolla Altis dan Innova yang menggunakan VVT-i. Sementara itu, Toyota Avanza sebagai mobil sejuta umat yang lahir tahun 2003 baru pada tahun 2005 dengan tipe Avanza S yang syarat dengan VVT-i berbarengan dengan Toyota Fortuner. Pada tahap akhir penggunaan teknologi ini pada Toyota Yaris pada satu tahun berikutnya.

VVT-i vs Dual VVT-i Pada Mobil Toyota, Apa Untungnya?

VVT-i vs Dual VVT-i
VVT-i vs Dual VVT-i pada Mobil Toyota.

Teknologi VVT-i secara sederhana adalah teknologi pengaturan waktu pembukaan katup. Pembukaan katup masuk atau intake valve berlangsung selama langkah hisap. Tetapi, secara umum katup masuk mulai terbuka bukan pada saat awal piston bergerak dari titik mati atas ke titik mati bawah pada langkah ini. Melainkan katup intake mulai terbuka pada saat akhir langkah hisap. Lebih tepatnya beberapa derajat pada akhir piston bergerak ke atas. Dan tentu saja, ini berbarengan dengan katup exhaust yang masih terbuka. Kondisi terbukanya kedua katup (intake dan exhaust) secara bersamaan disebut overlapping katup.

Tujuan overlapping jelas untuk upaya meningkatkan daya mesin secara keseluruhan. Daya linier dengan jumlah udara dan bahan bakar yang terbakar pada ruang bakar. Sehingga apabila udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar lebih besar maka tenaga mesin pun juga akan semakin besar. Selain itu, overlapping juga untuk menghindarkan kevakuman ruang bakar. Jika terjadi kevakuman dalam ruang bakar, mesin akan mengalami masalah pada putaran mesin secara keseluruhan. Biasanya mesin akan mengalami sendatan pada saat akselerasi.

Putaran mesin yang tinggi membutuhkan asupan bahan bakar dan udara yang besar. Kebutuhan ini tentu saja menuntut katup intake terbuka lebih lebar (lebih lama). Untuk mekanisme katup biasa, kebutuhan RPM tinggi tidak mungkin terpenuhi. Katup akan terbuka dalam waktu yang sama dengan saat rpm rendah. Dengan teknologi VVT-i ini lah kendala tersebut akan teratasi. Katup masuk akan terbuka lebih awal (lebih lama) sehingga udara dan bahan lebih banyak masuk ke dalam ruang bakar.

Teknologi VVT-i memiliki kelebihan – secara umum – daripada mekanisme katup biasa. Dengan menggunakan teknologi ini top speed mesin lebih tinggi dari mekanisme katup biasa, akselerasi meningkat, mesin lebih hemat bahan bakar, dan tentu saja emisi gas buang menjadi lebih baik untuk lingkungan.

Perbedaan dengan Dual VVT-i

Teknologi VVT-i bertujuan untuk memperpanjang waktu pembukaan masuk. Artinya katup masuk saja yang dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi putaran mesin. Sementara itu, katup buang masih tetap menggunakan mekanisme yang sama yakni menggunakan mekanisme lama yang baik dalam putran cepat maupun lambat, waktu pembukaan katup buang atau exhaust tetap sama.

Perbedaan dengan Dual VVT-i adalah jika pada VVT-i yang dapat berubah waktu pembukaan katupnya hanya katup intake, pada dual VVT-i katup yang dapat berubah waktu pembukaan katupnya adalah kedua katup yakni katup masuk dan katup buang. Pada VVT-i katup masuk dapat bervariasi waktu lamanya terbuka, begitu juga dengan katup buang. Secara sederhana Dual VVT-i adalah teknologi VVT-i yang diterapkan pada dua buah mekanisme katup yakni intake dan exhaust secara bersamaan.

Teknologi pengaturan pembukaan katup sebenarnya telah berkembang pada merek-mereka mobil yang lain. Hanya memang mekanisme pengembangannya berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, jika Toyota mengatur lamanya waktu pembukaan katup, maka Honda mengatur besarnya pembukaan katup. Honda menamai teknologi ini dengan VTEC atau Variabel Valvel Timing and Lift Electronic Control.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *