TORSI BAUT MESIN TRITON 4D56 DOHC COMMON RAIL

Informasi penjelasan tentang torsi baut mesin Mitsubishi Triton dengan tipe mesin 4D56 DOHC common rail akan menjadi tema pada artikel kali ini. Mitsubishi Triton memang lebih banyak ditemukan diarea-area pertambangan atau perkebunan yang area kerjanya lebih banyak dijalan tidak beraspal dan masuk kategori jalan off road, baik pada tambang batubara, tambang emas hingga perkebunan kelapa sawit.

Torsi baut mesin Mitsubishi Triton Comm0n Rail

Mitsubishi Triton yang menggunakan mesin tipe 4D56 DOHC common rail. Sebagai gambaran, mesin tipe 4D56 DOHC ini berkapasitas 2500cc turbodiesel yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 142Hp. Mesin ini sudah menggunakan sistem Common Rail Direct Injection.

Baca juga: TORSI BAUT MESIN TRITON 4N15 MIVEC DOHC COMMON RAIL

TORSI BAUT MESIN TRITON 4D56 DOHC COMMON RAIL

Berikut penjelasan torsi baut mesin Mitsubishi Triton dengan tipe mesin 4D56 DOHC Common Rail.

Alternator
Bagian Mesin Kgf·m
Cooling fan bolt 1,1 ± 0,1
Fan clutch bolt 1,1 ± 0,1
Crankshaft bolt 26,5 -> 0 -> 27,5
Power steering pump bracket “A” bolt (Bolt, washer assembly) 2,0 ± 0,4
Power steering pump bracket “A” bolt (Flange bolt) 2,4 ± 0,4
Power steering pump bracket “B” bolt (M8 × 30) 2,3 ± 0,2
Power steering pump bracket “B” bolt (M8 × 90) 2,4 ± 0,4
Alternator pivot nut 4,4 ± 1,0
Oil level gauge bolt 4,8 ± 0,6
Inlet Manifold
Bagian Mesin Kgf·m
Vacuum pump pipe “B” bolt 2,4 ± 0,3
Air temperature sensor 1,4 ± 0,1
EGR pipe “B” bolt (EGR valve side) 4,9 ± 0,6
EGR pipe “B” bolt (EGR cooler side) 1,7 ± 0,2
EGR pipe “A” heat protector bolt 1,1 ± 0,1
EGR pipe “A” bolt dan nut 1,7 ± 0,2
EGR valve bolt 4,8 ± 0,6
Throttle body bolt 1,3 ± 0,2
Fuel inlet pipe bolt 2,0 ± 0,4
Inlet manifold stay bolt 2,4 ± 0,3
Inlet manifold bolt 2,4 ± 0,3
Inlet manifold nut 2,0 ± 0,2
Exhaust Manifold
Bagian Mesin Kgf·m
Engine hanger bolt 2,4 ± 0,3
Eye bolt (oil pipe) 1,7 ± 0,2
Oil pipe bolt 0,9 ± 0,1
Eye bolt (water pipe) 5,3 ± 0,7
Water pipe bolt 1,1 ± 0,1
Oil return pipe bolt 0,9 ± 0,1
Turbocharger nut 5,9 ± 1,0
Exhaust manifold heat protector bolt 1,4 ± 0,1
Exhaust manifold nut (M8) 1,8 ± 0,2
Exhaust manifold nut (M10) 3,0 ± 0,2
Timing Belt
Bagian Mesin Kgf·m
Oil pipe bolt 1,1 ± 0,1
Vacuum pump bolt 2,4 ± 0,3
Vacuum pump pipe “A” bolt 2,4 ± 0,3
Cover bolt 1,1 ± 0,1
Crank angle sensor bolt 1,1 ± 0,1
Timing belt cover bolt 1,0 ± 0,2
Glow plug plate nut 0,18 ± 0,02
Glow plug 0,9 ± 0,1 -> +30° s/d 34°
Tensioner arm bolt 4,8 ± 0,6
Auto tensioner bolt 2,3 ± 0,3
Pump sprocket nut 6,4 ± 0,5
Idler pulley bolt 4,4 ± 1,0
Hexagon socket head bolt 2,0 ± 0,4
Timing belt tensioner “B” bolt 2,3 ± 0,3
Balancer shaft sprocket bolt dan nut 3,6 ± 0,3
Common rail dan supply pump
Bagian Mesin Kgf·m
EGR cooler bracket bolt 2,4 ± 0,3
EGR cooler bolt 2,4 ± 0,3
Supply pump bolt 2,4 ± 0,4
Suction control valve kit bolt 0,89 ± 0,19 (89 + 19 Kg.cm)
Fuel supply pump pipe flare nut 3,5 ± 0,5
Fuel supply pump pipe bolt 1,0 ± 0,2
Fuel supply pump pipe bracket bolt 1,0 ± 0,2
Fuel injection pipe flare nut 3,5 ± 0,5
Fuel injection pipe bolt 1,0 ± 0,2
Common rail bolt 2,4 ± 0,4
Fuel return pipe bolt 1,0 ± 0,2
Eyebolt (sisi Cylinder head) 1,7 ± 0,2
Eyebolt (sisi Common rail) 2,0 ± 0,2
Rocker cover dan injector

Bagian Mesin

Kgf·m

Rocker cover bolt 0,3 ± 0,1 -> 1,0 ± 0,2
Injector holder bolt 1,0 ± 0,1 -> +120° s/d 125°
Eye bolt 1,5 ± 0,2
Camshaft sprocket bolt 8,8 ± 1,0
Timing belt rear cover bolt 1,0 ± 0,2
Water hose dan pipe
Bagian Mesin Kgf·m
Water pipe “A” bolt <Selain High power> 2,4 ± 0,3
Water pipe bolt (M6) 1,1 ± 0,1
Water pipe bolt (M8) 2,4 ± 0,3
Water pipe “D” flare nut 5,4 ± 0,4
Water pipe “D” bolt 2,4 ± 0,3
Joint 3,9 ± 0,5
Front upper case stiffener bolt 5,0 ± 0,5
Engine coolant temperature gauge unit 1,1 ± 0,1
Engine coolant temperature sensor 2,9 ± 1,0
Water outlet fitting bolt dan nut 2,4 ± 0,3
Water inlet fitting bolt 2,4 ± 0,3
Plate bolt 1,0 ± 0,2
Water pump bolt 2,4 ± 0,3
Rocker arm dan camshaft
Bagian Mesin Kgf·m
Cam position sensor bolt 1,1 ± 0,1
Camshaft bearing cap bolt (M6) 1,1 ± 0,1
Camshaft bearing cap bolt (M8) 2,0 ± 0,1
Pivot bolt 1,8 ± 0,2
Oil pan dan oil pump
Bagian Mesin Kgf·m
Oil filter 2,2 ± 0,2
Oil pressure switch 1,0 ± 0,2
Oil cooler bolt 3,9 ± 0,5
Heat protector bolt <Selain High power> 1,0 ± 0,2
Oil filter bracket bolt 2,4 ± 0,4
Harness bracket bolt 0,95 ± 0,25
Oil drain plug 3,9 ± 0,5
Oil pan bolt 0,9 ± 0,3
Oil screen bolt 1,9 ± 0,3
Stiffener bolt 1,9 ± 0,3
Front upper case bolt 2,4 ± 0,4
Plug cap 2,3 ± 0,3
Balancer shaft driven gear bolt 3,7 ± 0,3
Front lower case bolt 2,4 ± 0,4
Plug 3,7 ± 0,7
Oil pump cover screw 1,2 ± 0,2
Balancer shaft gear cover bolt 2,3 ± 0,4
Crankshaft dan cylinder block
Bagian Mesin Kgf·m
Drive plate bolt (A/T) 13,5 ± 0,5
Flywheel bolt (M/T) 13,2 ± 0,5
Rear plate bolt 0,9 ± 0,1
Bell housing cover bolt 0,9 ± 0,1
Oil seal case bolt 1,1 ± 0,1
Bearing cap bolt 4,0 ± 0,2 -> +35° s/d 39°
Check valve 3,2 ± 0,2
Engine support bracket bolt 5,4 ± 0,5

Baca juga: TORSI BAUT MESIN 4M40 MITSUBISHI L200

Mesin 4D56

Mitsubishi Motors sudah hadir di Indonesia selama setengah abad lamanya. Selama itu pula, sudah banyak model-model kendaraan Mitsubishi Motors yang menjadi andalan, baik kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga ringan. Sejarah Mitsubishi di Indonesia pun tidak bisa dipisahkan dari kuatnya mesin diesel yang kuat dan tahan banting.

Mitsubishi memiliki banyak rangkaian mesin diesel, namun di Indonesia yang dikenal kuat dan tahan banting adalah mesin diesel berkode 4D56. Mesin diesel ini sudah hadir di kendaraan legendaris L300 sejak 1988 silam, dan hingga saat ini masih digunakan.

Mesin diesel 4D56 termasuk dalam  keluarga besar mesin Mitsubishi Astron dengan karakter dasar empat silinder segaris, timing belt (belt-driven overhead camshaft), kapasitas 2.477 cc/2,5 liter,  bore x stroke = 91,1 mm × 95 mm dan pertama kali diperkenalkan pada tahun  1980. Dari sisi pemakai, mesin 4D56 terkenal bandel, tangguh, dan mudah diperbaiki sehingga populer sebagai mesin donor untuk mobil lain (engine swap).

Dari sisi operasional, mesin 4D56 (terutama versi turbo diesel) menjadi salah satu mesin turbo diesel favorit yang digunakan pada berbagai mobil penumpang di pasar Jepang. Selain untuk Jepang, mesin 4D56 juga digunakan secara meluas pada SUV, MPV, dan pick-up Mitsubishi yang beredar di pasar global.

Seiring perjalanan waktu, performa mesin 4D56 terus disempurnakan dengan penerapan berbagai teknologi diesel modern seperti  turbo VGT dan sistem common rail direct injection sehingga tetap up-to-date dan mampu menjawab tuntutan kebutuhan.

Baca juga: TORSI BAUT MESIN 1NR-VE TOYOTA AVANZA 1300 CC 2015

Kesimpulan

Demikian penjelasan lengkap mengenai torsi baut mesin Mitsubishi Triton dengan tipe mesin 4D56 DOHC Common Rail. Mesin 4D56 memang mesin yang sangat tangguh yang umum digunakan pada mobil diesel di Indonesia. Pastikan  Anda tidak salah memilih mobil untuk kebutuhan keluarga dan bisnis Anda. Selalu lakukan service berkala agar mobil selalu prima.

Baca juga: Torsi Baut Mesin 3NR-VE Toyota Calya 2016

Mobil Dengan Mesin 4D56 di Indonesia

  1. Mitsubishi Colt L 300, mesin 4D56 NA (non turbo), 74 hp/133 Nm (1988 – sekarang)
  2. Mitsubishi L 200 Strada, mesin 4D56 turbo intercooler, 100 hp/245 Nm (2002)
  3. Mitsubishi Strada Triton, mesin 4D56 DOHC turbo intercooler  DI-D common rail 136 hp/320 Nm (2008)
  4. Mitsubishi Strada Triton Hi Power, mesin 4D56 DOHC turbo VGT intercooler  DI-D common rail 178 hp/350 Nm (2014)
  5. Mitsubishi Triton, mesin 4D56 DOHC turbo VGT intercooler  DI-D common rail 178 hp/400 Nm (2015)
  6. Mitsubishi Triton Athlete, mesin 4D56 DOHC turbo VGT intercooler  DI-D common rail 178 hp/400 Nm (2018)
  7. Mitsubishi Pajero Sport generasi kedua, mesin 4D56 DOHC turbo intercooler  DI-D common rail 136 hp/320 Nm (2009).
  8. Mitsubishi Pajero Sport generasi kedua, mesin 4D56 DOHC turbo VGT intercooler  DI-D common rail 178 hp/350 Nm (2011)
  9. Mitsubishi Pajero Sport generasi ketiga, mesin 4D56 DOHC turbo intercooler  DI-D common rail 136 hp/324 Nm (2016)

Baca juga: TORSI BAUT MESIN 7K-E KIJANG KAPSUL EFI 1800cc

Tips Merawat Mobil Bermesin Diesel

1. Memanaskan Mobil Bermesin Diesel

Berbeda halnya dengan mobil bermesin bensin, mobil mesin diesel tidak memiliki komponen busi. Oleh karena itu mobil diesel membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu dan tekanan yang tepat agar mesin bisa bekerja dengan optimal. Sebelum digunakan, mobil diesel sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu selama empat hingga lima menit.

Meski kini sudah ada teknologi terbaru yang dinilai cukup canggih, merawat mobil mesin diesel dengan memanaskan mesinnya ebelum digunakan tidak pernah memberikan kerugian.

2. Rutin Mengganti Oli

Setiap mobil pasti memerlukan perawatan berkala, salah satunya mengganti oli mesin kendaraan. Hal ini juga berlaku untuk mobil bermesin diesel. Penggantian oli mobil secara berkala ini dapat membantu mesin lebih terawat dan bekerja secara maksimal. Selain mengganti oli secara berkala, kualitas oli pun perlu diperhatikan. Jangan tergoda dengan oli yang berembel-embel murah. Pilihlah oli yang berkualitas dan sesuai dengan mesin mobil.

3. Perhatikan Kampas rem

Kampas rem merupakan komponen vital untuk keselamatan berkendara. Lakukan penggantian secara rutin untuk memastikan keselamatan truk dan pengendara lainnya. Jika sering membawa muatan over-load maka kampas rem ini akan lebih cepat habis karena ketahanan part ini sangat bergantung pada beban muatan truk sehingga lebih cepat habis kalau muatan yang diangkut sering melebihi kapasitas.

4. Filter Solar

Filter solar juga harus dijaga kebersihannya. Bila terjadi penyumbatan atau rusak maka harus segera diganti karena filter solar harus terbebas dari sampah apapun. Jika sering menggunakan biodiesel B30, disarankan menggantinya tiap 10.000 km.

5. Filter Udara

Bersihkan filter udara secara rutin, minimal tiap 20 km. Sebab musuh utama mesin diesel adalah debu. Jika ruang mesin kemasukan debu hal ini akan mengakibatkan ruang bakar menjadi cepat aus karena partikel debu akan menggesek permukaan silinder dan ring piston.

6. Isi Ulang air radiator

Anda perlu memastikan air radiator selalu terisi secara berkala dan jangan sampai kehabisan. Sebab, air radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin saat bekerja. Untuk mobil kesayangan Anda, pastika memakai cairan radiator atau coolant yang direkomendasikan. Cairan coolant ini memiliki senyawa kimia anti-rust yang menjaga ruang radiator tetap bersih dan awet.

7. Lakukan service di bengkel resmi dan terpercaya

Mobil membutuhkan sentuhan mekanik ahli secara berkala agar tetap optimal. Datang ke bengkel tidak harus untuk servis besar, Anda juga bisa melakukan tune up yang berarti servis ringan untuk menjaga stabilitas performas mobil.

8. Perhatikan Injection Pump

Permasalahan di Injection Pump muncul karena tangki solar dibiarkan sampai kosong. Tangki yang kosong juga bisa mengakibatkan pengembunan yang bisa merusak seluruh komponen filter solar. Agar tidak terjadi masalah di injection pump dan filter solar, sangat disarankan untuk segera mengisi solar saat isi tangki hanya tersisa 1/3 dari kapasitasnya. Jika sampai kehabisan solar, maka injection pump harus dipompa karena sifat solar yang tidak menguap.

Baca juga: Torsi Baut Mesin 2AR-FE Toyota Alphard 2500cc 2015

Biaya perawatan Mitsubishi Triton

Mitsubishi Triton hadir sebagai mobil dengan double cabin yang diklaim memiliki biaya perawatan yang cukup murah. Berikut estimasi biaya saat melakukan perawatan dan service berkala pada mobil Triton.

Jarak tempuh 40.000 km

Triton menawarkan biaya service dan perawatan tanpa pungutan biaya baik jasa ataupun penggantian sparepart selama masih dalam jarak tempuh 10-40 Ribu km.

Jarak tempuh 50.000 – 90.000 km

PT Mitsubishi Motor menyampaikan, apabila jarak tempuh mobil sudah mencapai di atas 50.000 km maka pemilik mobil cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp. 1,4 Jutaan saja. Angka ini sudah meliputi jasa dan penggantian suku cadang jika diperlukan. Suku cadang ini meliputi oli mesin, oli filter, filter AC, dan juga gasket.

Saat mobil sudah mencapai jarak tempuh 60.000 km, maka biaya yang harus dikeluarkan yaitu sekitar Rp. 3 – 3,4 Jutaan. Fasilitas yang ditawarkan juga lengkap seperti chemical dan fuel filter untuk menjaga performa mesin tetap awet saat dikendarai. Jika sudah mencapai jarak tempuh 80.000 km, maka terdapat tambahan fasilitas yaitu cleaner dan brake fluid.

Jarak tempuh 90.000 – 100.000 km

Apabila kendaraan sudah mencapai 90.000 – 100.000 km maka akan dikenakan biaya peremajaan tambahan sekitar Rp. 1,5 – 3 Juta. Mengingat pada awal perawatan konsumen mendapatkan layanan berupa gratis biaya servis dan suku cadang maka, Mitsubishi Triton termasuk ke dalam mobil yang memiliki biaya perawatan yang cukup ekonomis.

Baca juga: Torsi Baut Mesin 2NR-VE TOYOTA RUSH 2018

2 thoughts on “TORSI BAUT MESIN TRITON 4D56 DOHC COMMON RAIL

  1. Pingback: TORSI BAUT MESIN TOYOTA 2.5L

  2. Pingback: TORSI BAUT MESIN MITSUBISHI XPANDER

Komentar ditutup.