TORSI BAUT MESIN 1NR-VE TOYOTA AVANZA 1300 CC 2015

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai torsi baut mesin 1NR-VE Toyota Avanza 1300cc (model 2015) yang menjadi mobil andalan keluarga Indonesia. Ada 4 tipe mesin yang digunakan pada mobil Toyota Avanza yaitu, K3-VE (2SZ-VE), 3SZ-VE, 1NR-VE, dan 2NR-VE. Untuk mesin K3-VE dan 3SZ-VE ini diketahui hanya digunakan sampai tahun 2015 saja. Sedangkan 1NR dan 2NR-VE ini masih digunakan hingga Avanza model terbaru yang sudah berpenggerak FWD.

Seri NR menggunakan blok mesin dari aluminum dengan kepala silinder DOHC. Mesin ini juga menggunakan injeksi bahan bakar multi-point atau langsung, dan memiliki 4 katup per silinder. Mesin 1NR, 2NR, 3NR, 4NR, 5NR, 6NR, dan 7NR memiliki Dual VVT-i standar dan mesin 8NR memiliki VVT-IW, memungkinkan untuk beroperasi di Otto cycle serta Atkinson cycle yang dimodifikasi, memaksimalkan efisiensi termal.

Baca juga: TORSI BAUT MESIN 1NZ-FE TOYOTA VIOS LIMO 2013 GENERASI 3

TORSI BAUT MESIN 1NR-VE TOYOTA AVANZA 1300 CC 2015

Mesin 1NR-FE adalah sebuah mesin kompak dengan 4 silinder segaris menampilkan teknologi “Stop & Start” dan Dual VVT-i. Mesin ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 kepada Yaris XP9F. Kinerja mesin yang ditingkatkan dikombinasikan dengan emisi rendah dan konsumsi bahan bakar adalah tujuan utama selama pengembangannya.

Rekayasa tingkat lanjut telah diterapkan di seluruh mesin 1NR-FE. Para insinyur Toyota menyederhanakan saluran asupan mesin, menggunakan simulasi komputer untuk mengoptimalkan aliran udara, menghaluskan semua permukaan untuk mengurangi turbulensi dan membulatkan semua sudut dan tepi tajam di dalam mesin.

Salah satu elemen kunci dari mesin 1NR-FE adalah desain pistonnya. Lebih kecil dan lebih ringan daripada 1.3 unit sebelumnya, mereka dirancang dengan area kontak yang lebih kecil dan menggunakan karbon ceramide, material canggih yang biasa digunakan dalam teknik Formula One, untuk mengurangi gesekan. Mesin ini juga dilengkapi resirkulasi gas buang didinginkan (model spesifikasi area dingin saja) untuk mengurangi memompa kerugian dan mengurangi emisi NOx.

Berikut tabel torsi baut mesin 1NR-VE Toyota Avanza 1300cc tahun 2015.

TIMING CHAIN ASSEMBLY
Nama Part N*m kgf*cm
V-ribbed belt tensioner assembly x Timing chain cover sub-assembly 21 214
Idler pulley sub-assembly No. 1 x Timing chain cover sub-assembly 44 449
Camshaft timing gear assembly x Camshaft 54 551
Camshaft timing exhaust gear assembly x No. 2 Camshaft 54 551
Timing chain guide x Cylinder head sub-assembly 10 102
Timing chain guide x Cylinder block sub-assembly 10 102
Chain tensioner assembly No. 1 x Cylinder head sub-assembly 10 102
Chain vibration damper No. 2 x Camshaft housing sub-assembly 10 102
Radiator pipe sub-assembly x Camshaft housing sub-assembly 10 102
REAR CRANKSHAFT OIL SEAL
Nama Part N*m kgf*cm
Drive plate and ring gear sub-assembly x Crankshaft 78 795
Flywheel sub-assembly x Crankshaft 78 795
MESIN ASSEMBLY I
Nama Part N*m kgf*cm
Engine hanger x Cylinder head sub-assembly 43 438
Front No. 1 engine mounting bracket RH x Cylinder block sub-assembly 44 449
Front engine mounting insulator x Front No. 1 engine mounting bracket LH 34 347
Front engine mounting insulator x Front No. 1 engine mounting bracket RH 34 347
Front engine mounting insulator x Front suspension crossmember sub-assembly 34 347
Engine wire x Timing chain cover sub-assembly 8.0 82
Front suspension crossmember sub-assembly x Body 100 1020
Rear engine support member sub-assembly x Body 39 398
Front lower suspension crossmember sub-assembly x Body 100 1020
Rear engine mounting insulator x Transmission 34 347
Lower arm suspensi depan x Steering knuckle 68 693
Front stabilizer link assembly LH x Front shock absorber 74 755
Front stabilizer link assembly RH x Front shock absorber 74 755
Clutch release cable assembly x Clutch housing 11.3 115
Intermediate shaft sub-assembly x Power steering gear 41 418
MESIN ASSEMBLY II
Nama Part N*m kgf*cm
Engine wire x Body 8.0 82
Cooler compressor assembly x Compressor mounting bracket No. 1 22.5 229
Air cleaner case sub-assembly x Camshaft housing sub-assembly 7.8 80
Air cleaner hose No. 1 x Air cleaner cap sub-assembly 3.0 31
Air cleaner pipe bracket No. 3 x Body 21 214
Air cleaner inlet assembly x Upper radiator support sub-assembly 21 214
Air cleaner inlet assembly x Air cleaner cap sub-assembly 3.0 31
Earth cable x Upper radiator support sub-assembly 8.0 82
Battery carrier x Bodi 5.5 56
Kabel sampai terminal baterai x Baterai 6.4 65
Battery hold down clamp sub-assembly x Upper radiator support sub-assembly 5.5 56
Battery hold down clamp sub-assembly x Body 5.0 51
Engine under cover No. 1 x Body 5.5 56
OIL PAN
Nama Part N*m kgf*cm
Oil strainer sub-assembly x Oil pan sub-assembly 10 102
Oil pan baffle plate No. 2 x Oil pan sub-assembly 10 102
Oil pan baffle plate No. 1 x Oil pan sub-assembly 10 102
Oil pan sub-assembly x Cylinder block sub-assembly 21 214
Oil pan drain plug x Oil pan sub-assembly 30 306
CYLINDER HEAD
Nama Part Bagian N*m kgf*cm
Cam position sensor x Cylinder head cover sub-assembly 12 122
Cylinder head cover sub-assembly x Camshaft housing sub-assembly 12 122
Camshaft bearing cap No. 1 x Camshaft housing sub-assembly 16 163
Camshaft bearing cap No. 2 x Camshaft housing sub-assembly 16 163
Camshaft bearing cap No. 3 x Camshaft housing sub-assembly 16 163
Camshaft bearing cap No. 4 x Camshaft housing sub-assembly 16 163
Camshaft housing sub-assembly x Cylinder head sub-assembly 30 306
Stud bolt x Cylinder head sub-assembly A 9.5 97
B 9.5 97
C 5.0 51
CYLINDER HEAD BOLT
Nama Part Bagian N*m kgf*cm
Cylinder head sub-assembly x Cylinder block sub-assembly 1st 32 326
2nd Putar 90°
3rd Putar 90°
CYLINDER BLOCK
Nama Part Bagian N*m kgf*cm
Oil nozzle sub-assembly No. 1 x Cylinder block sub-assembly 10 102
Crankshaft bearing cap x Cylinder block sub-assembly 1st 30 306
2nd Putar 90°
Connecting rod cap x Connecting rod 1st 15 153
2nd Putar 90°
Compressor mounting bracket No. 1 x Cylinder block sub-assembly 22.5 229
Harness bracket x Cylinder block sub-assembly 7.0 71
Puli crankshaft x Crankshaft 164 1672

Nilai torsi dan kekencangan baut pada tabel diatas menggunakan satuan Newton meter dan Kilogram-force centi meter. Perhatikan nilai satuan torsi yang Anda gunakan pada Torque Wrench / kunci torsi sebelum melakukan pengencangan.

Baca juga: Torsi Baut Mesin 3NR-VE Toyota Calya 2016

Tipe Busi Toyoyta Avanza

  1. Avanza keluaran pertama 2004-2005 dengan mesin K3-DE atau sering disebut Avanza EFI menggunakan tipe Busi K20PRU-11 untuk Denso atau BKR6E11 untuk NGK. Kunci busi berukuran 16mm.
  2. Avanza Generasi kedua 2006-2011, body masih mirip dengan model pertama namun sudah mendapat upgrade mesin menjadi K3-VE yang sudah mengadopsi teknologi VVTI, menggunakan Busi Tipe XU22 PR-9 pada Denso atau DCPR 7EA9 pada merk NGK. Busi ini cocok juga untuk Avanza tipe S 1500cc dengan kode mesin 3SZVE.
  3. Avanza Generasi ketiga 2012-2015 yang sering disebut juga dengan All new Avanza , meskipun body sudah berbeda jauh, namun mesin yang di gunakan pada Avanza Generasi ketiga ini tetap menggunakan mesin K3-VE sehingga busi yang digunakan juga masih sama yaitu  tipe XU22 PR-9 pada Denso atau DCPR 7EA9 pada merk NGK. Busi ini cocok juga untuk avanza Veloz 1500cc.
  4. Avanza Generasi keempat dengan Kode mesin 1NR-VE yaitu sering kita sebut menjadi Avanza dual vvti menggunakan busi standard yang sudah Iridium dengan nomer SCH16HR11 dengan merk Denso, untuk NGK nya belum mengeluarkan secara resmi tipe yang kompatibel, namun bisa kita manfaatkan tipe LKAR6AGP dengan tipe platinum.Busi ini cocok juga untuk Grand Veloz 1500cc.

Baca juga: Torsi Baut Mesin G15A CARRY FUTURA Injeksi 1.5

Macam Macam Sensor Pada Mobil Toyota

IAT Sensor (Intake Air Temperature Sensor)

Fungsi IAT Sensor yaitu untuk mendeteksi perubahan temperature atau suhu udara masuk kedalam ruang filter sebelum masuk kedalam mesin melalui intake manifold. Sensor ini terletak di filter udara dengan ciri memiliki 2 wire/kabel ( 1 kabel tegangan input dari ECU/ terminal THA dan 1 kabel massa sensor/terminal E2).

MAP Sensor ( Manifold Absolute Pressure Sensor)

Fungsi Manifold Absolute Pressure Sensor untuk mendeteksi perubahan tekanan pada intake manifold mesin. Biasanya sensor ini terletak dirumah filter dekat dengan throttle Body dengan ciri memiliki 3 wire (1 kabel tegangan input dari ECU/terminal VC, 1 kabel massa sensor/terminal E2 dan 1 kabel lagi tegangan output sensor MAP menuju ECU/ terminal PIM).

MAF Sensor (Mass Air Flow Sensor)

Fungsi MAF sensor adalah untuk mendeteksi/mengukur jumlah aliran udara yang masuk ke dalam ruang bakar melalui intake manifold. Di dalam MAF sensor biasanya juga terdapat IAT (Intake Air Temperature) sensor yang mana sensor ini berfungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk se saluran intake manifold.

MAF Sensor sendiri memiliki ciri memiliki 4 wire/kabel (1 kabel input tegangan untuk elemant pemanas pada sensor,1 kabel tegangan input dari ECU, 1 kabel massa sensor dan 1 kabel lagi tegangan output sensor MAF Sensor menuju ECU). MAF Sensor terletak pada saluran udara masuk sebelum throttle body dengan 6 wire/kabel (4 kabel MAF sensor dan 2 Kabel IAT Sensor).

TPS Sensor (Throttle Position Sensor)

Fungsi TP Sensor atau Fungsi TPS Sensor yaitu untuk mendeteksi seberapa besar perubahan posisi katup throttle saat pedal gas diinjak oleh pengemudi. Sensor ini biasanya terletak pada throttle body atau dekat dengan katup gas dengan ciri memiliki 3 Wire/kabel.

CMP Sensor (Camshaft Position Sensor)

Fungsi CMP sensor adalah untuk mendeteksi Posisi Camshaft guna mendeteksi posisi TOP 1 Silinder 1 pada mesin serta untuk mengetahui posisi pembukaan dan penutupan intake dan exhaust valve. Sensor ini biasanya terletak dekat dengan Camshaft disebelah kanan pada mesin penggerak depan atau terletak pada bagian belakang mesin pada mesin penggerak roda belakang) dengan ciri memiliki 2 wire/kabel ( 1 kabel massa dan 1 kabel input tegangan sensor CMP menuju ECU).

CKP Sensor ( Crankshaft Position Sensor)

Fungsi Sensor CKP adalah untuk mendeteksi Posisi Cranshaft / putaran mesin guna mendeteksi posisi piston (Pada posisi TMA atau pada posisi TMB), serta untuk menentukan timing penginjeksian bahan bakar dan timing pengapian. Sensor ini biasanya terletak dekat dengan pully crankshaft denga ciri memiliki 2 wire/kabel ( 1 kabel massa dan 1 kabel input tegangan sensor CKP menuju ECU).

ISC (Idle Speed Control Valve)

Isc Valve merupakan sebuah aktuator yang befungsi untuk mengatur volume udara yang masuk kemesin. Saat idle (langsam) melalui saluran bypass saat kondisi katup gas pada kondisi tertutup agar mesin dapat tetap hidup pada putaran idle atau stasioner (700 s/d 800 Rpm). Komponen ini biasanya terletak didekat throttle body dekat juga dengan throttle position sensor atau TPS sensor.

Dengan ciri memiliki 4 wire/kabel (terminal ISA1, terminal ISA2, terminal ISB1 dan terminal ISB2).

Vacuum Switching Valve (VSV)

Komponen ini bukanlah sensor tetapi merupakan aktuator, VSV atau disebut juga dengan EVAP. System ini memiliki fungsi untuk membuka saluran uap bensin dari tanki melalui charcoal canister dan disalurkan kedalam mesin melalui throttle body, uap bensin dari tanki tersebut akan ikut terbakar didalam mesin.

Katup VSV biasanya bekerja setelah kondisi mesin sudah panas. Komponen ini biasanya terletak di sekitar throttle body dengan saluran selang ukuran kecil sebanyak 2 buah ( 1 slang dari charcoal canister dan 1 selang menuju throttle body) dengan ciri memiliki 2 wire (1 kabel input twgangan 12 volt dan 1 kabel massa VSV menuju ECU).

OCV (Oil Control Valve)

Komponen ini termasuk aktuator yang berfungsi untuk mengatur pembukaan saluran oli mesin yang masuk ke VVT-I controller. OCV biasanya terletak disebelah kiri mesin dekat dengan VVT-I.

Knock Sensor

Knock sensor berfungsi untuk mendeteksi terjadinya knocking pada mesin. Bahan knock sensor terbuat dari piezo electric element yang menghasilkan tegangan saat piezo electric element-nya berubah bentuk. Hal ini terjadi pada saat block silinder vibrasi karena knocking pada mesin.

Baca juga: Sensor Torsi pada Power Steering Elektrik

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai torsi baut mesin 1NR-VE Toyota Avanza 1300cc keluaran tahun 2015. Selalu pastikan mobil Anda dalam kondisi prima. Lakukan service berkala sesuai jadwal buku panduan manual. Perhatikan lampu indikator kerusakan pada mobil dan segera lakukan perbaikan di bengkel resmi dan terpercaya.

Baca juga: Torsi Baut Mesin 2NR-VE TOYOTA RUSH 2018 

1 thought on “TORSI BAUT MESIN 1NR-VE TOYOTA AVANZA 1300 CC 2015

  1. Pingback: TORSI BAUT MESIN MITSUBISHI XPANDER

Komentar ditutup.