Teknologi Immobilizer pada Mobil, seperti Apa?

Teknisimobil.com – Sistem keamanan kendaraan roda empat semakin dibutuhkan oleh para pemilik kendaraan. Bukan hanya mobil-mobil mewah yang menjadi target keamanan tetapi juga mobil secara keseluruhan yang dipakai masyarakat. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, sistem keamanan tidak hanya berhenti pada penguncian mobil secara manual tetapi lebih dari itu. Salah satunya adalah sistem teknologi immobilizer. Seperti apa teknologi ini sebenarnya? Yuk kita simak!

Teknologi memiliki harga yang harus dibayar. Begitu juga dengan teknologi keamanan pada mobil satu ini. Dengan adanya teknologi immobilizer ini mobil keluaran baru yang menyertakannya memiliki harga yang relatif lebih tinggi dari yang lain. Tetapi apakah harga tersebut sebanding dengan manfaat yang diberikannya?

Sumber: Digital Plaza

Fungsi Teknologi Immobilizer

Fungsi immobilizer adalah untuk mencegah kehilangan kendaraan atas tindakan pencurian. Bagaimana caranya? Yakni dengan cara mematikan kendaraan pada saat kunci yang digunakan untuk menghidupkan kendaraan adalah kunci yang bukan aslinya alias kunci duplikasi.

Konsep dari sistem ini pun sebenarnya sangat sederhana. Yakni dengan menggunakan chip transponder pada kunci dan pada kontak yang ada pada kendaraan. Pada saat kunci terpasang pada kontak mobil, akan terjadi sinkronisasi menggunakan kode transmisi. Jika kode ini sesuai maka mobil baru dapat menghidupkan sistem starter.

Sebaliknya, apabila kunci berbeda yang dimasukkan ke dalam kontak, maka kode transmisi tidak akan cocok dan mobil tidak dapat distarter.

Naasnya adalah apabila kunci mobil dengan teknologi ini hilang. Untuk mendapatkannya kembali dibutuhkan biaya yang sangat mahal. Tentu saja di atas biaya ketika tidak menggunakan teknologi ini. Terlebih lagi, ‘hampir’ tidak ada bengkel di luar bengkel resmi yang mampu menyelesaikan masalah ini.



Lalu, bagaimana cara kerja sistem immobilizer?

Untuk memahami cara kerja sistem ini, perhatikan terlebih dahulu gambar berikut.

Sistem ini bekerja dengan meletakkan chip transponder pada kunci dan kendaraan yakni pada Immobilizer control unit receiver (CUR) dan pada ECU atau PCM.

Pada saat kunci kontak (KK) dimasukkan ke dalam kontak switch dan KK diputar pada posisi ON, immobilizer CUR akan mengirim sinyal transponder ke KK. Sinya ini akan dikirim kembali ke chip transponder yang ada di dalam KK ke immobilizer CUR. Setelah itu, CUR akan mengirim sinyal responder ke ECU atau PCM. Proses ini akan bekerja terus menerus pada saat kondisi KK dalam posisi ON.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *