Advertisements
Menu
Life is about sharing

Syarat Terjadinya Pembakaran Mesin Bensin

Syarat Terjadinya Pembakaran

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat dalam menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkel masing-masing. Bahasan singkat kali ini adalah tentang Syarat Terjadinya Pembakaran Mesin Bensin. Berikut bahasan selengkapnya.

Mesin pembakaran internal memang masih terkenal hingga saat ini jika kita bandingkan dengan mobil listrik atau hybrid sekalipun. Bahkan untuk negara-negara berkembang, mobil-mobil ICE masih menjadi primadona.

Ada satu hal yang menarik pada mesin pembakaran internal yakni proses menghasilkan tenaganya. Mulai dari proses kompresi hingga pembakaran yang terjadi dalam ruang pembakaran tenaga pada ICE dihasilkan. Ada tiga syarat utama untuk terjadinya proses pembakaran tersebut yakni adanya oksigen (udara), bahan bakar, dan tentu api yang berasal dari busi.

Syarat Terjadinya Pembakaran Mesin Bensin

Syarat Terjadinya Pembakaran

 

Proses pembakaran dalam ruang bakar akan terjadi apabila rasio bahan bakar dan udara tepat dan api busi tepat waktu pemercikannya. Apabila kondisi tersebut terpenuhi, mesin dapat menghasilkan pembakaran yang sempurnya. Sehingga kemudian mesin dapat mengeluarkan performa yang baik.

Udara atau O2 – Udara yang mesin butuhkan untuk pembakaran bukanlah udara yang sembarang udara. Udara harus kaya dengan oksigen karena kandungan oksigen lah yang menjadikan pembakaran terjadi. Sistem mesin yang baik memiliki kemampuan untuk memaksimalkan keberadaan oksigen dalam udara. Biasannya mesin semacam ini lengkap dengan sensor O2. Selain kandungan oksigen, mesin yang baik juga lengkap dengan sensor temperatur udara dan sensor massa udara. Dengan keberadaan sensor-sensor tersebut, sebuah mesin akan benar-benar dapat mengoptimalkan jumlah oksigen yang masuk ke dalam mesin.

Bahan bakar bensin – Faktor kedua adalah bahan bakar bensin. Untuk mesin sekarang sudah tidak ada lagi yang menggunakan karburator. Semua sudah menggunakan injektor atau sistem injeksi bahan bakar. Bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar harus memiliki tekanan yang cukup tinggi dan waktu penyemprotan yang tepat. Pengaturannya dilakukan oleh ECU melalui sensor-sensor terkait sehingga jumlah bahan bakar pun yang masuk ke dalam ruang bakar sesuai dengan rasio udara bahan bakar yang seharusnya.

Bunga api busi – Meskipun udara dan bahan bakar sudah sesuai kebutuhan mesin, jika tidak ada api dari busi maka pembakaran tidak mungkin berlangsung. Ini karena mesin bensin memang tidak didesain seperti mesin diesel yang dapat melakukan pembakaran sendiri tanpa harus ada busi. Tetapi, api busi harus juga tepat penyalaannya. Jika mesin lama masih menggunakan distributor sebagai pembagi api, mobil saat ini tidak lagi menggunakannya. Sebagai pengganti pabrikan mobil menggunakan sensor CKP dan sensor CMP untuk menentukan posisi piston dan pembukaan klep.

Ketiga faktor tersebut wajib ada untuk terjadinya pembakaran dalam ruang bakar. Jika salah satu tidak terpenuhi, sebaik apa pun mobil tersebut tidak mungkin dapat hidup. Oleh karena itu, inti dari mesin tidak hidup pada dasarnya karena salah satu atau lebih pada faktor tersebut tidak terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *