Startup Teknologi Hidrogen Israel Supported by BEV

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Startup Teknologi Hidrogen Israel Supported by BEV. Berikut bahasan selengkapnya.

Startup Teknologi Hidrogen Israel Supported by BEV

Startup teknologi hidrogen H2Pro yang berbasis di Israel memiliki pembiayaan Seri A2 senilai USD 22 juta. Pembiayaan tersebut berasal dari penyokong dana seperti Breakthrough Energy Ventures (BEV), Breakthrough Energy Ventures Europe (BEV-E), IN Venture dan Sumitomo Corporation CVC. Investor lama iAngels, TPY Capital, Contrarian Ventures dan Bazan, dan investor baru Horizons Ventures, New Fortress Energy (NFE) dan OurCrowd juga berpartisipasi dalam putaran tersebut.

H2Pro sedang mengembangkan perangkat pemecah air. Mereka berharap teknologi ini dapat mencapai efisiensi 95% (42 kwh/kg H2) saat beroperasi pada tekanan yang lebih tinggi (50 bar atau lebih tinggi). Selain itu, H2Pro juga berharap ternologi tersebut memiliki harga yang jauh lebih murah daripada sebuah elektroliser. Dengan pengurangan biaya energi terbarukan, H2Pro mengklaim teknologinya akan memungkinkan produksi hidrogen hijau sebesar USD 1/kg dalam skala besar. Ini menjadikannya hidrogen hijau dengan biaya terendah di dunia.

Teknologi H2Pro tersebut memiliki nama E-TAC (Electrochemical – Thermally Activated Chemical). E-TAC menggunakan listrik untuk memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Namun, tidak seperti elektrolisis, hidrogen dan oksigen diproduksi dalam langkah terpisah. Ini menghilangkan kebutuhan akan membran yang mahal, memungkinkan konstruksi yang lebih sederhana dan secara signifikan mengurangi konsumsi daya dibandingkan dengan elektrolisis.

“Hidrogen adalah bagian penting dari setiap rencana untuk mencapai netralitas iklim. Ini sudah digunakan secara luas dan diatur untuk memainkan peran yang lebih besar di masa depan karena dapat menggantikan bahan bakar fosil dalam banyak aplikasi, tetapi tidak seperti bahan bakar fosil, ia tidak menghasilkan CO2,” kata CEO H2Pro, Talmon Marco. “Sayangnya, hidrogen diproduksi dari bahan bakar fosil saat ini, menyumbang emisi CO2 dalam jumlah besar. Kami telah mengetahui cara memisahkan air dengan listrik selama lebih dari 200 tahun melalui elektrolisis. Berdasarkan keahlian tersebut, kami telah menciptakan teknologi dengan efisiensi 95% dan belanja modal yang lebih rendah yang dapat secara signifikan mempercepat adopsi arus utama hidrogen hijau.”

Penerapan pada Kendaraan

E-TAC adalah teknologi yang nantinya akan menghasilkan hidrogen cair. Ini adalah ‘bahan bakar’ yang selama ini banyak orang sangsikan karena biaya yang mahal untuk mendapatkannya. Hydrogen fuel cell atau hydrogen engine adalah dua konsep kendaraan yang menggunakan bahan bakar hidrogen cair.

Untuk kendaraan hydrogen fuel cell sendiri sebenarnya sudah Toyota terapkan pada mobil Toyota Mirai mereka. Bahkan sudah pada generasi II mobil ini dari awal pembuatan pertama kali. Konsep Toyota Mirai dalam menggunakan bahan bakar hidrogen bisa dapat Anda simak pada video berikut ini;

Sementara itu, untuk hydrogen engine, ini juga Toyota yang mengembangkan. Beberapa waktu lalu Toyota melakukan ujicoba mesin hidrogen ini pada mobil balap. Jelas jika berhasil bukan tidak mungkin akan menggantikan mobil-mobil pembakaran internal dengan bahan bakar bensin atau solar yang Toyota miliki saat ini.

Untuk kosep hydrogen engine sendiri, dapat Anda simak pada video berikut ini;

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.