Sistem Manajemen Panas Knalpot dari Tenneco & Eaton

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Sistem Manajemen Panas Knalpot dari Tenneco & Eaton. Berikut bahasan selengkapnya.

Sistem Manajemen Panas Knalpot dari Tenneco & Eaton

Tenneco dan Eaton akan bekerjasama untuk membuat dan memproduksi sistem manajemen panas knalpot terintegrasi.  Tujuannya adalah untuk membantu produsen kendaraan memenuhi peraturan ketat emisi dunia pada kendaraan komersial ringan dan truk.

Rangkaian standar emisi Euro 7 dan Euro VII berikutnya untuk kendaraan ringan penerapannya paling mungkin pada tahun 2025. – Tenang ini untuk USA dan negara maju lainnya. – Dewan Sumber Daya Udara California (CARB) dan Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) merilis hal serupa. regulasi masing-masing pada tahun 2024 dan 2027. Keputusan tersebut akan meminta pengurangan 90% dalam batas NOx. NOx adalah salah satu bahan kimia berbahaya hasil dari mesin bensin & diesel. Dengan demikian, OEM mencari solusi pengurangan emisi lebih lanjut untuk memenuhi standar Euro 7.

Dalam kemitraan tersebut, mereka akan menggabungkan Cold Start Thermal Unit (CSTU) Tenneco dan teknologi blower TVS milik Eaton untuk menciptakan sistem manajemen panas knalpot terintegrasi. Alat tersebut nantinya akan terpasang pada saluran pembuangan dari gas sisa pembakaran. Teknologi ini akan membantu mengurangi emisi dan gas buang yang berbahaya. Setelah SCR dipanaskan hingga sekitar 200-250° C, sistem aftertreatment kendaraan kemudian dapat mengubah NOx secara efisien. Sehingga menghasilkan emisi yang lebih bersih dari knalpot. Alat ini akan terpasang sebelum catalytic converter yang sudah ada saat ini pada hampir setiap mobil ICE. Blower TVS Roots memungkinkan aliran udara terkontrol secara presisi, memungkinkan CSTU bekerja pada suhu yang paling efisien.

CSTU adalah teknologi manajemen termal aktif yang memanaskan dan mempertahankan temperatur sistem kontrol emisi dengan cepat. Karena sebagian besar emisi dihasilkan selama permulaan operasi mesin dan selama kondisi idle yang diperpanjang, penambahan sistem di depan katalis memungkinkan pemadaman cahaya yang cepat dan konversi NOx yang efisien melalui berbagai kondisi pengoperasian.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.