Sistem Kemudi Mobil – Fungsi dan Cara Kerja

Teknisimobil.com – Sistem kemudi mobil sangat penting apa pun kondisi pengemudiannya. Bahkan ini lebih penting dari suspensi yang menentukan kenyamanan berkendara di jalan berlubang sekalipun. Jika sock absorber menentukan seberapa lembut sebuah mobil melewati jalan tidak rata, maka kemudi menentukan keselamatan berkendaraan dan tentu saja menentukan arah jalan mobil tersebut. Oleh karena itu, baik itu mesin pembakaran internal, mobil tenaga hybrid (mesin biasa+listrik), maupun mobil dengan tenaga listrik tetap aja kita perlu sistem ini. Yuk kita kenali lebih jauh!!!

Sebuah mobil tidak mungkin lepas dari yang disebut kemudi, bahkan kendaraan jenis apa pun. Sistem kemudi mobil adalah bagian dari chasis mobil. Dengan beberapa komponen sistem kemudi, sistem ini memiliki fungsi dan cara kerja umum.

Sistem Kemudi Mobil – Fungsi dan Cara Kerja

Fungsi Sistem Kemudi – Hal penting utama yang perlu diketahui dari sistem ini adalah fungsinya pada mobil. Fungsi sistem kemudi adalah untuk menentukan arah jalan mobil berdasarkan yang dikehendaki driver. Dalam menjalankan kerjanya, sistem ini diharapkan semirip mungkin dengan kehendak driver. Arah apa pun yang dikehendaki seperti berbelok, memutar balik, lurus ke depan, atau bahkan manuver berat dan ringan harus dapat diikuti oleh sistem.

Gambar di atas menunjukkan perbedaan sistem kemudi mobil manual dan yang menggunakan power steering.

Cara Kerja – Lalu bagaimana cara kerjanya? Cara kerja sistem kemudi mobil sebagai berikut. Ketika roda kemudi atau ster digerakkan (diputar), batang kemudi (steering shaft) akan meneruskan putaran tersebut ke steering gear. Putaran pada steering gear akan diteruskan ke steering linkage. Tetapi, energi yang diberikan oleh pengemudi akan diperbesar terlebih dahulu di dalam steering gear ini. Sehingga, tenaga awal mampu menggerakkan roda-roda depan mobil setelah mewati linkage.

Salah satu komponen sistem kemudi yang paling utama dari sistem ini adalah roda kemudi yang terletak di ruang kabin. Posisinya tepat di depan kursi pengemudi. hampir semua roda kemudi berbentu lingkaran, meski beberapa ada yang dimodifikasi dengan lingkaran yang tidak penuh. Sementara itu, ukuran diameter berbeda-bedad (sesuai kebutuhan) dimiliki oleh roda kemudi.

Seperti yang pernah kita pahami dalam pelajaran fisika, bahwa momen gaya bergantung dengan lengan gaya. Semakin besar lengan gaya semakin besar pula momen yang dibutuhkan. Ini juga berkaitan dengan diameter roda kemudi. Semakin besar diameter roda kemudi maka semakin kecil gaya yang dibutuhkan untuk memutarnya dengan hasil momen gaya yang sama besarnya dengan gaya yang lebih besar untuk diameter yang lebih kecil. Dengan demikian, roda kemudi dengan diameter besar akan lebih ringan diputar untuk mendapatkan putaran roda yang besar sekalipun.

Jenis-jenis roda kemudi.

Secara singkat dapat dipahami sebagai berikut. Roda kemudi dengan diameter besar memiliki keuntungan bahwa untuk memutar roda lebih ringan tetapi kekurangannya adalah dibutuhkan ruang yang lebih besar juga. Sementara itu, roda kemudi dengan diameter kecil memiliki keuntungan hanya membutuhkan ruang yang kecil tetapi butuh tenaga besar ketika hendak memutar rodak mobil.

Tetapi, mobil-mobil modern dapat mengatasi masalah tenaga besar yang diperlukan untuk roda kemudi dengan diameter kecil yakni dengan memasang power steering. Power steering secara umum memberikan tambahan tenaga yang dibutuhkan pengemudi untuk memutar roda kemudi. Jadi meskipun hanya kecil diameternya, tetapi tetap saja ringan untuk diputar.