Sensor Torsi pada Power Steering Elektrik

Teknisimobil.com – Salah satu bagian penting dari sistem kemudi yang merupakan bagian dari chasis mobil adalah power steering. Memang power steering bukan yang utama tetapi dengan adanya power steering seorang pengemudi mobil akan sangat terbantu. Terlebih lagi jika ingin melakukan manuver cepat untuk menghindari tabrakan misalnya, maka power steering menjadi sangat penting. Salah satu jenis power steering adalah power steering elektrik. Ini paling banyak dipakai pada kendaraan-kendaraan modern. Di dalamnya ada sensor yang disebut dengan sensor torsi. Kali ini, kita akan membahas masalah sensor ini secara singkat. Yuks, baca terus!!!

Sensor torsi atau sensor torka pada sistem power steering elektrik berfungsi untuk mengukur torka yang dikerjakan oleh pengemudi pada roda kemudi. Berdasarkan data ini unit kontrol elektronik atau dikenal ECU menghitung bantuan kemudi yang perlu dilakukan oleh motor listrik.

Keterangan gambar: 1. Sensor module 2. Sensor plug 3. Index magnet (optional) 4. Index sensor (optional) 5. Steering pinion 6. Pole wheel 7. Input shaft.

Terdapat beberapa hal pokok yang perlu diketahui di dalam sensor torka ini, misalnya, nilai 0,015 Nm. Nilai tersebut adalah resolusi yang dapat digunakan ECU untuk menghitung sudut kemudi berdasarkan data sensor dari sensor torka. Sementara itu, −40 °C to +125 °C adalah kisaran temperatur di mana sensor dalam sistem power steering elektrik bekerja dengan kondisi terbaik.

Fungsi Sensor Torsi

Sensor ini terletak di pinion kemudi. Roda kutub dipasang pada poros input, yang terhubung ke pinion kemudi melalui batang torsi. Pada saat pengemudi mengerjakan torsi ke roda kemudi, batang torsi diputar dan, pada gilirannya, magnet relatif terhadap sensor.

Sensor terdiri dari elemen magnetoresistif yang resistannya berubah seiring perubahan arah medan. Rentang pengukuran sensor mencakup +/− 10 Nm. Pembatas sudut mekanis mencegah bilah torsi kelebihan beban saat torsi kemudi yang lebih tinggi diterapkan.

Secara opsional, magnet indeks dan sensor indeks dapat dimasukkan ke dalam sensor torsi. Sensor indeks mengirimkan sinyal ke ECU untuk setiap putaran penuh setir.

Berikut adalah salah satu desain sensor torka yang dikeluarkan oleh Bosch.

Spesifikasi gambar diagram di atas. Torsion bar stiffness: 2,0 bis 2,5 Nm/° at 25 °C, Measuring range: +/− 10 Nm,

Komentar ditutup.