Sensor IAT Mesin EFI Seperti Apa?

Advertisements

Teknisimobil.com – Perubahan signifikan terjadi pada saat pergantian dari karburator ke sistem injeksi bahan bakar bensin atau sering dikenal dengan sistem EFI. Perubahan ini menuntut juga kerumitan lainnya seperti penggunaan sensor-sensor yang mendukung kinerja sistem menjadi lebih baik. Hasilnya tentu saja tidak mengecewakan selagi semua bagian sistem EFI bekerja dengan baik dan normal. Performa mesin, efesiensi bahan bakar, bahkan kemampuan untuk menjadikan emisi gas buang yang bersih adalah beberapa hasil dari sistem ini. Salah satu penunjang pokok sistem ini adalah keberadaan sensor IAT mesin EFI. Sensor ini mendeteksi temperatur udara yang nantinya akan masuk ke dalam ruang pembakaran. Berikut adalah uraian lengkapnya.

Sensor IAT Mesin EFI

Dalam mesin EFI terdapat sensor-sensor yang mendukung kemampuan kerja mesin sehingga lebih efesien. Salah satu sensor pada sistem ini adalah intake air temperatur sensor atau sering disebut dengan sensor IAT. Sensor ini memiliki fungsi mengukur dan mendeteksi temperatur udara yang masuk ke dalam intake manifold mesin EFI.

Posisi sensor IAT pada sebuah mobil. Sumber: YouTube

Hasil pembacaan yang dilakukan oleh sensor IAT berupa sinyal digital yang akan dikirim ke ECU. Selanjutnya ECU akan mengolah data tersebut dan memberikan informasi ke aktuator sistem EFI. Salah satunya adalah memberikan pengaturan untuk menentukan jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor ke dalam ruang pembakaran masing-masing silinder mesin.

Sensor IAT pada mesin EFI dengan tipe L-EFI menyatu dengan sensor MAF dan terletak di antara saringan udara dan throttle body. Sementara itu, pada mesin dengan tipe D-EFI, sensor IAT terletak di belakang saringan udara.

Rangkaian kelistrikan untuk sensor IAT.
Advertisements

Perhatikan gambar di atas. Gambar menunjukkan rangkaian kelistrikan bagi sensor IAT. Sensor ini menggunakan termistor sebagai pendeteksi temperatur udara yang masuk dalam intake manifold. Thermistor memiliki nilai hambatan listrik yang dapat berubah secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur udara di sekitarnya.

Pada sensor IAT jenis thermistor yang digunakan adalah tipe NTC atau negative temperature coefisien. Tipe ini memiliki makna perbandingan terbalik antara temperatur udara dan hambatan pada sensor. Dengan kata lain semakin tinggi temperatur udara di sekitar thermistor maka semakin kecil hambatan listrik yang terjadi dan berlaku sebaliknya bahwa ketika temperatur rendah maka hambatan listrik meningkat.

Sensor IAT akan mendapatkan sinyal dari ECU dengan nilai tegangan listrik sebesar 5 volt melalui hambatan dalam. Nilai tegangan akan berubah berdasarkan temperatur udara yang masuk ke intake manifold. Perubahan tegangan yang ditimbulkan oleh sensor IAT akan terdeteksi oleh ECU. Data yang diterima ini kemudian diolah oleh ECU dan dikirimkan untuk mengontrol aktuator yang bersangkutan.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *