Roda Gila pada Mobil itu Apa?

Teknisimobil.com – Rangkaian mesin pembakaran internal tidak cukup pada komponen utama mesin seperti blok silinder maupun kepala silinder. Piston memang akan mengerjakan tugas utama dalam menghasilkan tenaga yang sangat besar dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam ruang pembakaran bersama silinder mesin. Tetapi tenaga hanya dihasilkan pada saat langkah kerja saja. Di luar langkah itu, piston akan justru membutuhkan tenaga dorong untuk mencapai titik mati atas baik saat langkah buang atau lebih lagi saat langkah kompresi. Oleh karena itu, ada komponen yang disebut roda gila pada mobil yang kemudian menjadi tempat penyimpanan tenaga hasil dari langkah kerja piston. Berikut adalah penjelasan tentang roda gila.

Roda Gila pada Mobil

Flywheel adalah nama lain dari roda gila. Disebut roda gila – mungkin – karena bergerak tidak berdasarkan putaran yang dikehendaki oleh putaran poros engkol. Ini karena roda gila memiliki massa yang sangat besar sehingga momen inersia yang dimiliki olehnya sangat besar dan mengakibatkan geraknya tidak terkendali alias ‘gila’.

Flywheel dipasang bersama kanvas dan plat kopling.

Roda gila terbuat dari bahan khusus yakni baja tuang. Roda gila terpasang pada ujung belakang poros engkol dan bersatu dengan kanvas kopling dan plat kopling. Di tengah roda gila terpasang pilot bearing yang nantinya akan menjadi dudukan ujung input shaft transmisi untuk mobil dengan transmisi manual. Sementara itu di sisi sampingnya terdapat roda gigi yang akan bersatu dengan roda gigi pada motor starter.

Roda gila sebenarnya digunakan untuk menyimpan tenaga yang dihasilkan mesin saat langkah usaha. Pada langkah ini energi kimia yang sangat besar terjadi dan diubah menjadi tenaga mekanis. Pada saat langkah usaha selesai, piston akan melakukan langkah buang, hisap, dan kompresi. Di mana ketiga langkah tersebut sama sekali tidak menghasilkan tenaga. Jika energi pada langkah usaha tidak tersimpan maka mesin akan lebih banyak kehilangan tenaga setelah langkah usaha selesai.

Keberadaan roda gila mampu menyimpan tenaga tersebut dalam bentuk simpanan tenaga mekanik atau gaya inersia. Dengan simpanan tenaga tersebut, poros engkol dapat terus bergerak berputar secara stabil sembari mendapatkan energi yang berasal dari langkah kerja berikutnya dari piston-piston secara bergantian.

Untuk mobil dengan transmisi otomatis tidak lagi menggunakan roda gila. Pada mobil tipe ini, flywheel digantikan dengan menggunakan torka konverter.

(1) Comment

  1. Pingback: Poros Engkol Mesin Mobil itu Apa?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *