Advertisements
Menu
Life is about sharing

Preignition; Pembakaran Tak Normal Pada Mesin Mobil

Preignition
Piston ini terbakar akibat andanya preignition©badweatherbikers

Teknisimobil.com-Kali ini teknisimobil akan melanjutkan pembahasan tentang preignition, yakni bagian pertama dari dua kondisi pembakaran tak normal pada mesin mobil.

Pada bagian sebelumnya, telah dibahas secara singkat pengertian pembakaran tak normal pada mesin mobil.

Preignition
Piston ini terbakar akibat andanya preignition©badweatherbikers

Preignition

Preignition memberikan waktu yang lama untuk panas yang tinggi berada di dalam ruang pembakaran. Akibatnya, komponen-komponen utama pada ruang bakar akan merasakan panas tinggi tersebut. Naiknya termperatur yang sangat tinggi di dalam ruang pembakaran dapat “membakar” bagian-bagian utama di dalam ruang bakar. Sebagai contoh katub, baik masuk atau keluar, piston, dan juga gasket kepala silinder.

Terjadinya preignition adalah ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar sebelum waktu pembakaran yang berasal dari busi berlangsung.

Penyebab-penyebab preignition yang mungkin meliputi;

  1. Busi memiliki heat range terlalu tinggi.
  2. Wilayah panas di dalam ruang bakar yang berasal dari, misal tumpukan karbon yang membara, gasket kepala silinder, atau tepi katub yang sudah tajam.
  3. Busi yang kendor.

Berikut adalah gambaran proses terjadinya preignition.

Preignition
Saat kompresi
Preignition
Terjadinya preignition
Preignition
Pembakaran oleh busi
Preignition
Pemicu pembakaran dari dua sumber
Preignition
Terjadi detonation

Mesin-mesin mobil penumpang biasanya dapat bertahan dari detonation untuk periode yang lama. Tetapi preignition dapat membahayakan mesin dengan sangat cepat.

Campuran bahan bakar dan udara lebih mudah dibakar ketika piston berada di posisi BDC. Yakni ketika piston mulai melakukan langkah kompresi sebelum tekanan mulai terjadi. Pengkompresian campuran bahan bakar menjadi lebih sulit ketika piston bergerak ke atas. Maka preignition mudah sekali terjadi pada permulaan langkah kompresi (ketika bahan bakar sudah masuk).

Ketika campuran bahan bakar dan udara dibakar oleh wilayah panas (hot spot) ketika piston pada posisi BDC, panas pada ruang pembakaran tertumpu seluruhnya pada piston. Selain piston tentu juga dinding silinder, ruang pembakaran, dan juga katub-katub.

Panas yang diterima oleh komponen-komponen tersebut berlangsung lebih lama dari kondisi normal. Sehingga mesin secara keseluruhan akan mengalami peningkatan temperatur.

Ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar di BDC, pembakaran tambahan mengambil tempat lebih dari 100 derajat putaran poros engkol. Sebelum mencapai titik pembakaran normal di dekat atas silinder. Munculnya tekanan silinder, setelah preignition dan sebelum penyalaan busi normal terjadi, tidak berlangsung cepat. Tetapi tekanan menjadi intens ketika piston bergerak ke atas bersamaan dengan api pembakaran menghadang tepat di depannya.

Preignition
Kerusakan pada piston.

Mesin akan sangat cepat sekali rusak dengan panas yang terlampau tinggi. Dan juga tekanan yang terjadi selama preignition. Tidak seperti detonasi, semacam ini tidak menghasilkan bunyi “ketukan”. Sehingga bahaya yang mengancam mesin tidak tampak secara langsung. Dan akan mulai terlihat untuk beberapa waktu yang cukup lama.

Preignition
Busi yang mengalami kerusakan©hemmings

Jenis gejala preignition adalah sebuah lubang yang terjadi pada piston.

[Baca juga: Berita-berita terbaru mengenai mobil listrik dan hybrid]

Atau pusat busi dan ground electrodes meleleh. Pusat (tengah) piston terbakar (berlubang) karena pada posisi ini adalah bagian yang relatif tipis. Dan alumunium menyerap panas berlebih dari dinding silinder atau kepala silinder. Kadangkala preignition dapat disebabkan oleh detonasi. Ketika beban mesin berat telah terjadi detonasi untuk periode yang lama, busi dapat overheat. Dan menjadi sumber preignition juga. Ini dikenal dengan detonation menginduksi preignition.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *