• TM Garage Jalan Cangkringan, Selorejo, Wukirsari, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
Pengolahan Data Kontrol Diesel Elektronik (EDC)

Pengolahan Data Kontrol Diesel Elektronik (EDC)

February 19, 2021 | Dasar Otomotif / Kelistrikan |

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Pengolahan Data Kontrol Diesel Elektronik (EDC). Berikut bahasan selengkapnya.

Pengolahan Data Kontrol Diesel Elektronik (EDC)

Fungsi utama kontrol diesel elektronik (EDC) adalah untuk mengontrol jumlah bahan bakar yang diinjeksikan dan waktu injeksi. Sistem injeksi akumulator common-rail juga mengontrol tekanan injeksi. Selanjutnya, pada semua sistem, ECU engine mengontrol sejumlah aktuator. Fungsi EDC harus disesuaikan dengan setiap kendaraan dan setiap mesin. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengoptimalkan interaksi komponen (perhatikan gambar berikut).

Pengolahan Data Kontrol Diesel Elektronik

 

Unit kontrol mengevaluasi sinyal yang dikirim oleh sensor dan membatasinya ke level tegangan yang diizinkan. Beberapa sinyal masukan juga diperiksa keabsahannya. Menggunakan data masukan ini bersama dengan peta program yang disimpan, mikroprosesor menghitung posisi dan durasi waktu injeksi. Informasi ini kemudian diubah menjadi karakteristik sinyal yang diselaraskan dengan langkah piston mesin. Program perhitungan ini disebut “perangkat lunak ECU”.

PERBEDAAN SENSOR DAN AKTUATOR

Tingkat akurasi yang dibutuhkan bersama dengan respons dinamis mesin diesel yang luar biasa membutuhkan daya komputasi tingkat tinggi. Sinyal keluaran diterapkan ke tahap driver yang memberikan daya yang memadai untuk aktuator (misalnya, katup solenoid bertekanan tinggi untuk injeksi bahan bakar, pemosisian resirkulasi gas buang, atau aktuator tekanan dorong). Selain itu, sejumlah komponen fungsi tambahan lainnya (misalnya relai pijar dan sistem AC) dipicu.

Fungsi diagnosis tahap driver untuk katup solenoid juga mendeteksi karakteristik sinyal yang salah. Selanjutnya, sinyal dipertukarkan dengan sistem lain di dalam kendaraan melalui antarmuka. ECU mesin memantau sistem injeksi bahan bakar lengkap sebagai bagian dari strategi keselamatan.

Related Post

Cara Membaca Kerusakan Mesin dengan Scanner
Terbit : 25 October 2021

Cara Membaca Kerusakan Mesin dengan Scanner

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya...
Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!
Terbit : 7 August 2021

Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!

Teknisimobil.com – Roda merupakan bagian penting dari sebuah kendaraan apa pun, termasuk mobil. Roda menjadi tumpuan utama ‘berdiri’ nya sebuah kendaraan. Tanpa roda kendaraan tidak...