Pengertian Dioda yang Dipakai di Rangkaian Kelistrikan

Teknisimobil.com – Dioda merupakan bagian penting dalam elektronika yang saat ini tentu saja bagian penting juga dari kelistrikan otomotif terutama mobil. Sebelum melangkah lebih jauh ke era mobil listrik, era mobil pembakaran internal yang belum habis masanya pun penggunaan dioda sangatlah penting. Perhatikan bahwa pada sistem pengisian, alternator memiliki bagian di dalamnya yang tak lain adalah dioda. Belum lagi keberadaan lampu LED mobil saat ini yang marak tentu juga bagian penting lainnya. Oleh karena itu, kita akan mencoba memahami pengertian dioda sekaligus cara kerja dioda yang jarang dipahami oleh banyak pecinta otomotif.

Pengertian Dioda

Dioda merupakan komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi menyearahkan arus. Dioda merupakan gabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi tambahan material berbeda dan tambahan material konduktor untuk mengalirkan listrik.

Simbol dan komponen dioda.

Struktur utama dioda terdiri dari dua buah kutub elektroda berbahan konduktor, masing-masing terhubung dengan semikonduktor silikon jenis p dan jenis n. Anoda adalah elektroda yang terhubung dengan jenis p dengan kandungan elektron lebih sedikit. Sementara itu, katoda adalah elektroda yang terhubung dengan jenis n dengan kandungan elektron lebih banyak. Pertemuan kedua silikon ini membentuk suatu wilayah batas yang disebut dengan P-N Junction.

Material semikonduktor yang digunakan sendiri umumnya berupa silikon atau germanium. Adapun semikonduktor jenis p diciptakan dengan menambahkan material yang memiliki elektron valensi kurang dari 4 dan semikonduktor jenis n diciptakan dengan menambahkan material yang memiliki elektro valensi lebih dari 4.

Cara Kerja Dioda

Pada kondisi tidak diberikan tegangan akan terbentuk suatu perbatasan medan listrik pada daerah P-N junction. Hal ini terjadi diawali dengan proses difusi, yaitu bergeraknya muatan elektro dari sisi n ke sisi p. Elektron-elektron tersebut akan menempati suatu tempat di sisi p yang disebut dengan holes. Pergerakan elektron-elektron tersebut akan meninggalkan ion positif di sisi n, dan holes yang terisi dengan elektron akan menimbulkan ion negatif di sisi p. Ion-ion tidak bergerak ini akan membentuk medan listrik statis yang menjadi penghalang pergerakan elektron pada dioda.

Pada kondisi tegangan positif, bagian anoda disambungkan dengan terminal positif sumber listrik – jika di mobil adalah baterai mobil – dan bagian katoda disambungkan dengan terminal negatif. Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan ion-ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik ke masing-masing kutub. Ion-ion negatif akan tertarik ke sisi anoda yang positif, dan ion-ion positif akan tertarik ke sisi katoda yang negatif. Hilangnya penghalang-penghalang tersebut akan memungkinkan pergerakan elektron di dalam dioda, sehingga arus listrik dapat mengalir seperti pada rangkaian tertutup.

Pada kondisi tegangan negatif, bagian anoda disambungkan dengan terminal negatif sumber listrik dan bagian katoda disambungkan dengan terminal positif. Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan ion-ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik ke masing-masing kutub. Pemberian tegangan negatif akan membuat ion-ion negatif tertarik ke sisi katoda (n-type) yang diberi tegangan positif, dan ion-ion positif tertarik ke sisi anoda (p-type) yang diberi tegangan negatif. Pergerakan ion-ion tersebut searah dengan medan listrik statis yang menghalangi pergerakan elektron, sehingga penghalang tersebut akan semakin tebal oleh ion-ion. Akibatnya, listrik tidak dapat mengalir melalui dioda dan rangkaian diibaratkan menjadi rangkaian terbuka.

(2) Comments

  1. Pingback: Tegangan Sistem Pengisian pada Mobil-Teknisimobil.com

  2. Pingback: 5 Komponen Utama Generator AC Sistem Pengisian-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *