Pengaruh Remap ECU pada Matik, Ada?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan menyongsong hari ini pada bengkel masing-masing dengan penuh semangat. Bahasan singkat kali ini adalah tentang Pengaruh Remap ECU pada Matik. Berikut bahasan selengkapnya.

Pengaruh Remap ECU pada Matik

Pengaruh Remap ECU pada Matik

Advertisements

Salah satu alasan membeli mobil – terutama anak muda – adalah ingin merasakan sensasi berkendara dengan performa mobil yang ‘gila’. Tidak sedikit yang membeli mobil yang memang dari awal pabrikan menyediakan mobil tersebut untuk unjuk performa. Tetapi tidak sedikit juga yang membeli mobil ‘biasa’ dan memodifikasinya atau istilah bekennya ‘tunning’ untuk mendapatkan performa mesin lebih besar.

Remap ECU adalah yang paling populer meski perbandingan remap ECU vs piggyback cukup signifikan. Dengan remap ECU performa mesin akan dapat meningkat rata-rata lebih dari 15% atau bahkan lebih.

Masalahnya adalah ketika mobil tersebut adalah mobil matik yang kita tahu putaran mesin memengaruhi langsung pada sistem transmisi otomatis pada mobil tersebut, apakah akan menjadi rusak?

Jawabannya adalah tidak. Remap ECU tidak akan memengaruhi kinerja dari transmisi matik baik tipe konvensional maupun tipe CVT.

Alasannya adalah transmisi matik menggunakan pengaturan oleh komputer tersendiri. Dengan demikian, performa mesin yang berubah akibat perubahan remap ECU tidak akan mempengaruhi transmisi otomatis.

Baik transmisi otomatis maupun mesin yang telah mendapatkan perubahan data manajemen akibat remap ECU dapat berkerja secara baik masing-masing. Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir untuk melakukan remap ECU pada mobil matik.

Meski demikian, transmisi jelas akan bekerja lebih berat dari kondisi normal. Putaran atau performa mesin yang sangat responsif tentu juga akan membuat transmisi otomatis menjadi lebih responsif jika kita bandingkan dengan penggunaan mesin standar. Ini artinya perawatan seperti penggantian oli transmisi otomatis juga harus menjadi perhatian.

Penggantian oli transmisi mungkin akan dua kali lebih sering dari penggantian saat mesin dalam performa biasa.

So, meski agak repot tetapi tidak jadi masalah bukan?

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »