Proses Pendinginan Mesin Mobil

Teknisimobil.com-Pada artikel sebelumnya, telah membahas tentang Arah Rotasi Poros Engkol dan Aturan Pengapian secara lengkap, sekarang saatnya membahas pendinginan mesin mobil.

Pendinginan mesin

Pentingnya pendinginan mesin©dotmsr

Pendinginan Mesin

Daya yang dihasilkan pada poros engkol disebut daya kuda kotor. Asesoris-asesoris yang mengambil bagian daya dari poros engkol meliputi alternator sistem pengisian, sistem AC, pompa air radiator, kipas pendingin, pompa power steering, dan pompa asap. Kombinasi, semua asesoris tersebut menyerap sekitar 25 persen dari daya yang dicapai oleh poros engkol. Sisa daya yang ada pada poros engkol yang digunakan disebut daya kuda neto. Daya juga hilang lewat gesekan yang terjadi di dalam driveline yakni pada transmisi dan gardan (differensial) dan juga hambatan udara, berat kendaraan yang meningkat akibat beban, gesekan roda-roda terhadap jalan (semakin jalan kasar, hambatan semakin besar), dan juga akibat cuaca yang ada di sekitar lingkungan kendaraan.

Pendinginan mesin

Silinder nomer 1 adalah silinder paling dekat dengan bagian depan mesin pada hampir semua mesin tipe V.

Pada mesin dengan pengapian busi, hanya sekitar sepertiga energi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang dikonversi untuk menjadi usaha pada poros engkol. Sisa tenaga terbuang sia-sia seperti menjadi panas; setengah bersama dengan keluarnya gas buang dan setengah sisanya terbawa bersama dengan sistem pendingin dan oleh kontak udara dengan semua bagian mesin.

Pendinginan mesin

Distribusi tenaga yang dihasilkan dari ruang bakar.

Sepertiga tenaga panas yang dihasilkan dari ruang pembakaran dikonversi menjadi usaha. Dua pertiga lainnya hilang bersama sistem pendinginan dan gas sisa pembuangan. Selain itu juga adanya peningkatan temperatur pada semua bagian mesin yang kemudian lenyap bersama udara yang bersinggungan dengannya.

Hampir semua mesin-mesin automotif menggunakan sistem pendingin cairan. Mesin-mesin dengan pendingin udara didapati pada mesin kendaraan roda dua. Termasuk juga mesin berskala kecil (genset, mesin pemarut kelapa, dll) dan beberapa mesin automotif model lama.

Mesin-mesin dengan pendingin cairan mempunyai saluran-saluran air untuk dilalui oleh fluida (air atau semacamnya). Tentu saja tujuannya untuk medinginkan wilayah-wilayah di sekitar (seluruh) silinder. Selain itu juga melalui kepala silinder, khususnya di sekitar dudukan katub, baik katub masuk maupun katub buang. Cairan pendingin dipompa melalui sebuah pompa cairan pendingin, secara umum disebut sebagai pompa air. Sebuah termostat meregulasi aliran cairan pendingin antara mesin dan radiator untuk menjaga tingginya temperatur tertentu. Yakni temperatur yang disyaratkan oleh pabrikan kendaraan sesuai dengan tingkat panas yang mampu ditahan oleh komponen-komponen mesin mobil.

Proteksi panas dan pembekuan dihasilkan oleh sebuah campuran air dan cairan pendingin dengan konsentrasi sekitar 50 persen air dan 50 persen cairan pendingin. Satu dari perkerjaan penting cairan pendingin adalah untuk menghalangi karat dan elektrolisis yang menyebabkan terjadinya korosi. Mesin bimetal, ditemukan pada beberapa mobil dan truk akhir-akhir ini, yakni kombinasi blok silinder besi dan kepala silinder aluminium. Keduanya merupakan metal yang tidak serupa menaikan terjadinya elektrolisis atau menciptakan sebuah arus listrik. Elektrolisis-elektrolisis menyebabkan metal-metal lebih cepat mengalami kemerosotan kualitas.