Fungsi Utama Sistem Pelumasan Pada Otomotif

Teknisimobil.com – Fungsi utama sistem pelumasan pada otomotif tentu saja adalah untuk mengurangi gesekan dan mencegah terjadinya keausan mesin. Namun pada praktiknya, pelumasan menjadi syarat wajib untuk menunjang fungsi-fungsi lainnya. Fungsi-fungsi lain tersebut akan menjadi sangat vital untuk menjalankan kerja komponen-komponen yang ada. Sebuah mobil (mesin otomotif ringan secara umum) dan juga mesin manufaktur lainnya, memiliki lebih dari empat puluh syarat untuk sebuah oli mesin. Pelumasan khusus seperti oli hidrolik dan transmisi akan menambahkan ciri-ciri yang dipertimbangkan. Akan tetapi untuk produk-produk padatan dan semi padatan seperti gemuk (grases) memiliki fungsi dan ciri-ciri terbatas yang lebih dari sekedar oli yang diukur dengan cara khusus.

fungsi utama sistem pelumasan

Oli memiliki peran penting pada setiap komponen pada saat sebuah mesin beroperasi dan dapat dikatakan jika tidak ada oli (pelumasan secara umum) mesin hampir tidak mungkin untuk dijalankan. (globalptrochem)

[Baca juga: Tiga mobil tampak cepat tapi lambat milik Toyota]

Ciri-ciri yang dikehendaki dapat memiliki dampat positip, misalnya oli akan mencegah terjadinya keausan. Oli yang baik adalah oli yang tidak menimbulkan efek negatip pada mesin. Beberapa jenis oli, dapat merusak komponen mesin dalam bentuk bentuk korosi (karat) yang akan menurunkan kinerja dari mesin itu sendiri.

Sebuah oli mesin yang baik, seharusnya menunjang fungsi pelumasan pada mesin sehingga akan meningkatkan kinerja dari mesin tersebut. Sebuah oli mesin memiliki ciri-ciri yang kurang lebih dapat dituliskan seperti berikut ini:

  1. Mengurangi Gesekan.

    Oli yang baik seharusnya mampu untuk mengurangi gesekan antar bagian-bagian mesin. Sebuah oli yang mampu untuk mengurangi gesekan antar komponen mesin, maka akan mengurangi tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan mekanisme dan juga mengurangi pembangkitan panas lokal.

  2. Mengurangi Keausan.

    Adanya oli mesin diharapkan untuk dapat mengurangi terjadinya keausan. Setiap komponen mesin yang bekerja, maka akan meningkatkan untuk terjadinya keausan pada mesin. Keberadaan oli mesin yang baik, diharapkan akan dapat mereduksi keausan yang terjadi pada mesin sehingga akan dapat memberikan dampak berupa terjadinya peningkatan efisiensi kerja mesin.

  3. Agen Transfer Bahang Utama

    Dalam sebuah mesin, pelumasan adalah sebuah agen transfer bahang utama antara beberapa bagian yang mengalami peningkatan temperatur akibat pembakaran (misal piston dan dinding silinder) dan sistem disipasi bahan misalnya lobang pendinginan pada blok silinder, pompa oli dan lain sebagainya.

  4. Anti Korosi.

    Oli mesin yang baik seharusnya memiliki sifat anti korosi. Seperti telah diketahui bahwa korosi adalah sesuatu yang tidak baik dan juga menganggu efisiensi dari kinerja mesin. Oleh karena itu, fungsi sistem pelumasan pada mesin otomotif seharusnya melawan semua dampak korosif yang menyerang tiap komponen-komponen mesin.

  5. Mencegah Kotoran di Bagian Mekanik

    Oli yang baik seharusnya mencegah kotoran pada bagian-bagian mekanik dari hasil penurunan kualitas oli atau dari kontaminasi pembakaran. Simpanan biasanya diklasifikasikan dalam bentuk deskriptif berupa “karbon”, “pernis” dan atau “pengendapan”. Keberadaan simpanan atau sisa-sisa tersebut akan mengganggu operasi sistem kerja mesin yang akan mengakibatkan tidak bekerjanya mesin secara maksimal dan juga mengurangi efisiensi mesin. Dalam kasus yaang ekstrim, ring-ring piston akan dapat menjadi terhambat dan jalan oli menjadi terkunci.

  6. Pelapis Antar Piston

    Oli yang baik harus memiliki peran dalam membentuk pelapis antara piston-piston dan silinder-silinder termasuk piston ke ring piston dan ring ke dinding silinder.

    fungsi utama sistem pelumasan

    Sangat perlu memperhatikan keadaan oli mesin kendaraan Anda. Apabila terlambat atau bahkan tidak pernah diganti, bukan hanya ketidaknyamanan akan Anda dapatkan manakala mengendarai tetapi juga bisa berakibat fatal pada mesin. (delcoautorepair)

[Baca juga: Hal baru tentang pegas ulir mobil]

Sebagai tambahan untuk menyajikan fungsi-fungsi pada pokok kontinyuitas dan juga ekonomis, suatu sistem pelumasan harus memiliki ciri tertentu yang ditentukan oleh sistem peralatan yang digunakan. Terdapat kesepakatan-kesepakatan antara peralatan atagonistic, beberapa daftar batasan yang dapat diringkas sebagai berikut ini. Sebuah ili yang baik seharusnya :

  1. Memiliki nilai kekentalan yang terlalu rendah.

    Nilai kekentalan (viscositas) yang terlalu rendah, akan mengakibatkan terjadinya peningkatan peluang singgungan antara metal dengan metal yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kebocoran oli.

  2. Mempunyai terlalu tinggi nilai kekentalan.

    Oli yang terlalu kental akan dapat menyiakan adya dan pada kasus mesin, akan dapat menyebabkan sulitnya untuk menghidupkan meisn awal.

  3. Memiliki indeks kekentalan yang terlalu rendah.

    Hal ini berarti baha oli tidak seharusnya terlalu tipis ketika mengalami suhu tinggi atau dengan kata lain oli terlalu tipis pada saat oli dipanaskan.

  4. Terlalu mudah menguap.

    Tingkat penguapan yang tinggi akan tampak seperti ketika berkurangnya oli (semisal, konsumsi oli yang tinggi) dari bak penampung oli.

  5. Terlalu berbusa pada saat service.

    Jika oli ternyata berbusa, maka dapat menyebabkan hilangnya daya lumas oli dan atau hilangnya oli itu sendiri dari mesin.

    fungsi utama sistem pelumasan

    Keterlambatan mengganti oli dapat mengakibatkan adanya endapan dari hasil gesekan antar komponen mesin, hal ini dikarenakan kemampuan oli dalam melapisi komponen saat bergesekan sudah tidak optimal lagi. (globalptroche)

  6. Menjadi tidak stabil atas serangan oksidasi atau kimiawi.

    Oli mesin secara khsusus adalah sesuatu yang tahan terhada suhu tinggi daan kontaminasi oleh asam dan basa dari beberapa bahan kimia lainnya. Oli harus kuat dalam mempertahankan keuntungan-keuntungan tersebut.

  7. Serangan komponen Sistem emisi, mantel atau seals.

    Beberapa komponen memuat warna dan mantel dan kebanyakan pembatan (seals) pada komponen elastis. Tak satupun dari komponen-komponen ini yang secara serius di degradasi oleh oli.

  8. Menghasilkan endapan dari sisa.

    Jika oli dikenakan pada komponen baja panas (seperti pada wilayah ring piston), persinggungan tersebut menghasilkan produk oksidan yang berperilaku seperti polimer untuk membentuk sebuah lapisan kuning atau coklat. hal ini dapat membentuk lapisan karbon padat. Jenis endapan lain dapat menghambat pergerakan bagian-bagian yang seharusnya bebas bergerak, seperti ring piston.

  9. Menjadi beracun.

    Persyaratan ini guna menunjang kenyamanan dan juga keselamatan dari konsumen atau pengguna.

    fungsi utama sistem pelumasan

    Berbagai jenis oli tersedia di toko-toko otomotif. Tetapi bukan berarti dapat memilih sekehendak hati dalam membeli, melainkan harus dipertimbangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan Anda.

  10. Terlalu mahal.

    Harga oli yang terlalu mahal sering kali menjadi hambatan yang nyata bagi para konsumen. Adanya tingkat persaingan yang tinggi diantara para produsen oli mengakibatkan terjadinya perang harga dan merk yang mengakibatkan terjadinya harga oli.[]