Oversize dan Undersize pada Mesin Mobil itu Apa?

Teknisimobil.com – Halo sahabat teknisi mobil, apa kabarnya hari ini? Semoga segala aktivitas berjalan lancar ya…! Kali ini saya akan membahas tentang oversize dan undersize pada mesin mobil. Bagi sahabat yang bekerja di bengkel atau yang terkait pasti sudah tahu tentang ini. Tetapi bagi yang baru mau belajar atau mengenal tenang otomotif khususnya roda empat, mungkin kedua istilah ini masaih sangat asing sekali. Oleh karena itu, saya mencoba menjelaskan keduanya pada artikel ini dan jika ingin melihat penjelasan saya secara langsung dapat dilihat pada video diakhir artikel.

Oversize dan Undersize

Oversize dari katanya dapat kita artikan sebagai memperbesar ukuran. Nah pada otomotif istilah ini digunakan untuk memperbesar ukuran pada diameter silinder blok mesin. Dari ukuran awal ke ukuran oversize berarti diameternya lebih besar. Sebagai contoh dari ukuran standar ke oversize biasanya bergantung pada kemungkinan kerusakan silinder. Ukuran yang dipakai untuk oversize yakni mulai dari 0,25 mm, 0,50 mm, 0,75 mm dan 1 mm.

Jadi saya simpulkan, oversize adalah istilah yang digunakan pada bengkel saat akan melakukan perbesaran diameter dari ukuran diameter sebelumnya.

Undersize berdasarkan arti kata dapat diartikan sebagai memperkecil ukuran. Pada bidang otomotif khususnya roda empat, istilah undersize digunakan untuk memperkecil ukuran pada diameter poros engkol. Ketika melakukan undersize poros engkol, maka diameter poros engkol akan mengalami pengecilan ukuran diameter. Pengurangan ukuran diameter melalui undersize pun berbeda-beda bergantung dengan kebutuhan yang didasarkan pada kerusakan yang terjadi. Ukuran yang sering dipakai sama dengan ukuran pada oversize yakni 0,25 mm, 0,50 mm, 0,75 mm, dan 1 mm.

Ukuran baik pada oversize maupun undersize ada yang lebih dari 1 mm, yakni hingga 1,25 mm. Tetapi ini jarang sekali dilakukan karena sangat riskan sekali. Untuk oversize sebesar ini dikhawatirkan silinder tidak kuat dan mengakibatkan pecah silinder mesin. Sementara itu untuk undersize ukuran sebesar ini, dikhawatirkan poros engkol akan patah saat melakukan kerja berat mesin.

Penjelasan lebih lanjut dapat akan simak video berikut ini.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *