Oktan Bahan Bakar – Apa Maksudnya?

Teknisimobil.com – Sering kita dengar kata angka oktan bahan bakar di berbagai media. Atau pernah juga pastinya melihat di beberapa POM Bensin milik Pertamina atau yang lainnya. Tetapi, tahukah anda apa yang dimaksud dengan angka oktan (octan number) atau lebih sederhana oktan bahan bakar? Artikel berikut ini akan mencoba menjelaskan pengertian dari hal yang mungkin pernah Anda dengar dan lihat di beberapa kesempatan.

Angka oktan atau oktan bahan bakar berkaitan erat dengan kemungkinan terjadinya engine knocking atau detonasi pada mesin Anda. Tentu saja knocking pada mesin selalu tidak diinginkan. Karena jika terjadi knocking pada mesin akan membuat pengendara kurang nyaman dan tenaga mesin kurang. Lebih dari itu, bahkan ada kemungkinan akan merusak komponen-komponen pada mesin.

91 adalah nilai oktan bahan bakar yang dijual di SPBU ini.

Knocking sendiri merupakan kejadian mesin bergetar karena terjadinya kesalahan dalam pembakaran di dalam mesin. Salah satu penyebab terjadinya knocking adalah dari pemilihan bahan bakar yang digunakan. Bahan bakar yang digunakan sudah seharusnya sesuai dengan nilai kompresi pada mesin. Jika kualitas bahan bakar kurang tetapi mesin memiliki nilai kompresi yang tinggi maka kemungkinan terjadinya knocking akan besar.

Apa itu angka oktan bahan bakar

Angka oktan atau octan number menunjukkan kemampuan bahan bakar bertahan terhadap terjadinya knocking (detonasi). Angka oktan ini terdapat pada bahan bakar bensin yang digunakan pada mesin bensin. Semakin besar agka oktan maka kemampuan menahan knocking pada bahan bakar akan semakin tinggi. Ini berarti bahwa semakin kecil kemungkinan terjadinya knocking pada mesin.

Dengan kata lain, bensin dengan angka oktan tinggi maka bensin tersebut mampu menahan angka kompresi tinggi. Sehingga pada mesin bensin yang memiliki angka kompresi tinggi membutuhkan bensin dengan nilai oktan lebih tinggi. Jika bensin memiliki angka oktan yang kecil, tetapi dipakai untuk mesin bensin yang memiliki nilai kompresi tinggi, dipastikan akan mengakibatkan timbulnya knocking atau detonasi atau ngelitik.

Knocking ini terjadi karena adanya pre-ignition (pembakaran awal). Pre ignition terjadi sebelum busi memercikkan bunga api tetapi bahan bakar sudah terbakar terlebih dahulu. Sehingga ketika busi memercikkan bunga api maka akan ada dua sumber nyala api. Pada saat dua sumber api tersebut bertemu maka akan terjadi tumbukan ledakkan yang mengakibatkan knocking.

Bahan bakar dapat menyala sendiri sebelum busi memercikkan bunga api karena ketidakmampuan bahan bakar untuk menahan kompresi tinggi. Sehingga bahan bakar dapat terbakar sendiri akibat panas yang ditimbulkan pada saat langkah kompresi. Oleh sebab itu jika anda menggunakan mobil mesin bensin yang memiliki nilai perbandingan kompresi tinggi maka gunakanlah bensin yang memiliki nilai oktan tinggi juga.

Metode pengukuran nilai oktan yang paling banyak digunakan yaitu dengan menggunakan RON (Reseach Octane Number). RON pada bahan bakar ditentukan dengan mengujinya menggunakan mesin uji dengan perbandingan kompresi yang bervariasi dengan kondisi yang teratur. Nilai dari RON ini diambil dengan membandingkan senyawa iso oktana dengan n heptana. Misalnya pada bensin premium dengan nilai oktan 88 artinya kandungan iso oktana pada bensin tersebut sebesar 88% dan 12% lainnya ada n heptana dan sebagainya.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *