Menu
Life is about sharing

Mobil Kapasitas Kecil Tenaga Besar, Kok Bisa?

  • Share
Mobil Kapasitas Kecil Tenaga Besar
Sumber: otosia.com

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Mobil Kapasitas Kecil Tenaga Besar, Kok Bisa? Berikut bahasan selengkapnya.

Mobil Kapasitas Kecil Tenaga Besar

Realitanya adalah benar bahwa mobil dengan kapasitas mesin kecil akan memiliki tenaga kecil. Pun sebaliknya, jika mobil memiliki kapasitas mesin besar maka tenaga mobil akan juga besar. Masalahnya adalah cc atau kapasitas mesin bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi tenaga mesin mobil.

Advertisements

Kita ambil sebuah contoh. Sebuah mesin dengan kapasitas 1.000 cc (centimeter cubic), dapat menghasilkan tenaga 98 tenaga kuda pada putaran mesin 6.000 rpm. Dari tenaga ini menghasilkan torsi 140 Nm pada putaran mesin 2.400-4.000 rpm. Mesin tersebut 10 tenaga kuda lebih besar dari mesin dengan kapasitas mesin 200 cc lebih besa yang hanya menghasilkan 88 tenaga kuda dengan torsi 107 Nm.

Darimana tambahan tenaga mesin 1.000 cc tersebut berasal? Ternyata mesin tersebut mendapatkan tambahan tenaga dari komponen yang kita sebut sebagai turbocharger. Komponen ini dapat meningkatkan tenaga mesin dengan kapasitas mesin yang kecil sekaligus meningkatkan efisiensi bahan bakar. Tetapi bagaimana bisa?

Video berikut menjelaskan seorang memasang turbocharger untuk meningkatkan tenaga mesin.

Kerja Turbocharger pada Mesin Kapasitas Kecil

Sebenarnya turbocharger pertama kali hanya untuk mobil dengan mesin diesel. Hal ini karena mesin diesel tidak mengkompresi bahan bakar melainkan hanya udara saja. Sementara itu, mesin bensin mengkompresi bahan bakar dan sulit untuk menerapkan turbocharger padanya. Hasil dari penggunaan turbocharger pada mesin diesel pun sangat baik sekali. Namun dalam perkembangannya, ternyata mesin bensin juga dapat menerapkan turbocharger.

Mesin dengan turbocharger bekerja dengan memanfaatkan energi panas gas buang. Gas buang melewati sebuah turbin untuk mengubah tenaga panas menjadi energi mekanis yakni putaran poros. Selanjutnya, kompresor yang berada satu poros dengan turbin akan memanfaatkan energi mekanis tersebut untuk menyediakan lebih banyak udara ke dalam ruang bakar. Hal ini menjadikan, kompresi dan tekanan udara pada ruang bakar meningkat dan akhirnya memberikan tenaga ekstra pada mesin.

Sebgai contoh, mesin 1.000 cc dengan turbocharger. Tanpa turbocharger, mesin 1.000 cc menghasilkan tenaga sebesar 65 tenaga kuda dan torsi 88 Nm. Setelah menggunakan turbocharger, tenaga mesin menjadi 98 tenaga kuda. Ini kira-kira meningkat 40-an %. Tidak hanya tenaga, torsi pun meningkat dari 60 Nm menjadi 140 Nm.

Dengan tambahan tenaga tersebut akan lebih baik lagi jika mobil memiliki transmisi tipe continuously variable transmission (CVT). Alasannya, CVT dapat menyesuaikan perubahan kecepatan dan torsi kendaraan dengan rasio tepat. Dengan demikian, percepatan pada mobil akan terasa lebih konstan dan bebas hentakan.

Efisiensi BBM dengan Rendah Emisi

Mesin dengan turbocharger memberikan kemungkinan lebih banyak udara (oksigen) ke dalam ruang bakar. Hal ini menjadikan pembakaran dalam ruang bakar menjadi lebih sempurnya. Akibatknya bahan bakar pun menjadi lebih efisien plus emisi gas buang menjadi lebih sedikit. Hal ini yang kemudian menjadi sebab teknologi turbo sebagai salah satu solusi kendaraan ramah lingkungan.

Mobil bermesin 1.000 cc dengan turbo mampu menempuh jarak 18,6 kilometer (km) dengan bensin 1 liter. Mobil dengan mesin 1.200 cc dan tenaga yang lebih kecil, membutuhkan 1 liter untuk menjangkau jarak 15,1 km. Maka jelas mesin dengan turbocharger lebih efisien dari mesin yang memiliki selisih 200 cc lebih besar.

Fakta bahwa mesin dengan turbo menghasilkan emisi gas buang 80 gram/km. Ini sudah jauh lebih dari cukup karena ketentuannya sebuah mobil harus memiliki nilai 125 gram/km.

Masalah Klasik Mobil Kapasitas Kecil Tenaga Besar

Ingat bahwa mesin bensin adalah mesin yang mengkompresi bahan bakar dan udara sekaligus dalam ruang bakar pada langkah kerjanya. Berbeda dengan diesel yang hanya mengkompresi udara saja. Ini berarti, pada mesin bensin ada kemungkinan bahwa terjadi pembakaran awal atau pre-ignition sebelum busi menyalakan semua bahan bakar dalam ruang bakar.

Untuk mengatasi hal tersebut, mobil-mobil bensin dengan turbocharger biasanya memiliki syarat bahwa harus menggunakan oktan bahan bakar yang nilainya tinggi. Perusahaan yang mengeluarkan mobil tersebut biasanya rekomendasi dengan minimal bahan bakar Pertamax atau lebih tinggi. Bahan bakar dengan oktan tinggi, lebih sulit terbakar sehingga kompresi bahan bakar dan udara pada mesin bensin akan terhindar dari penyalaan awal atau pre-ignition.

Nah, masalahnya adalah harga Pertamax atau yang lebih tinggi harganya lumayan mahal. Akibatnya, tidak sedikit yang nekat memilih untuk menggunakan bahan bakar yang lebih rendah oktannya. Alhasil, mesin menjadi mudah knocking dan tenaga pun menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *