Menu
Life is about sharing

Mitos Avanza Dual VVT-i Boros, Begini Alasannya!

  • Share
Mitos Avanza Dual VVT-i Boros

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Mitos Avanza Dual VVT-i Boros, Begini Alasannya! Berikut bahasan selengkapnya.

Mitos Avanza Dual VVT-i Boros, Begini Alasannya!

Sejarah panjang Avanza memang selalu menarik untuk kita bahas. Salah satunya perubahan mesin yang terjadi pada mobil besutan Toyota satu ini. Awal-awal hingga tahun 2014 akhir atau awal 2015, Toyota mempercayakan mesin VVT-i untuk menemani Avanza sebagai mobil sejuta umat-nya Indonesia. Mesin ini terbilang cocok dengan apa yang kebanyakan pemilik Avanza Indonesia inginkan.

Pada tahun 2015-an, Toyota merubah kebijakannya dengan menggunakan mesin Dual VVT-i yang lebih canggih untuk Avanza. Tetapi, dengan teknologi modern tersebut justru beberapa orang mengatakan bahwa mesin dual VVT-i ini cenderung boros. Benarkah demikian? Apakah ini fakta atau ini mitos belaka?

Jawabannya adalah ini mitos. VVT-i adalah teknologi pengaturan pembukaan klep selama mesin bekerja. Pada single VVT-i atau kita sebut VVT-i saja, pengaturan klep yang dilakukan adalah klep masuk. Sementara klep buang masih menggunakan tipe biasa.

Dalam mesin VVT-i berarti pembukaan katup masuk telah manajemen mesin sesuaikan dengan beban kerja mesin yang sedang terjadi. Kebutuhan bahan bakar telah sesuai dengan kebutuhan mesin. Pada saat beban mesin ringan maka pembukaan katup hanya sesaat sehingga jumlah bahan bakar pun hanya sedikit yang masuk ke dalam ruang bakar. Dan pada saat beban tinggi, maka pembukaan katup akan lama sehingga jumlah bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin tersebut. Ini membuat mesin akan sangat irit sekali karena pada non VVT-i pembukaan katup akan sama saja antara beban mesin kecil dan besar.

Dual VVT-i Lebih Baik

Nah, dalam sistem dual VVT-i, pengaturan klep terjadi tidak hanya pada klep intake saja. Pengaturan klep juga terjadi pada exhaust valve. Pada saat mesin dalam beban rendah, kedua klep akan ECU atur sedemikian rupa sehingga hanya membuka sesaat saja. Ini menjadikan kesesuaian antara masukan bahan bakar dan pembuangan setelah pembakaran. Begitu juga saat mesin beban tinggi akan selaras antara masuknya bahan bakar ke dalam mesin dengan banyaknya gas buang yang keluar.

Keseimbaangan inilah yang menjadikan mesin dual VVT-i menjadi lebih bertenaga sekaligus hemat. Akan tetapi memang jika pengaturan pembukaan katup bermasalah dapat menimbulkan mesin tidak bertenaga atau mesin juga boros.

Pengaturan melalui oil control valve. Jika komponen ini rusak maka jelas sangat mungkin mobil dual VVT-i akan boros bahan bakar. Jika kondisi OCV berhenti pada posisi valve terbuka lebih lama maka mobil akan boros. Sebaliknya, jika OCV menghentikan mekanisme VVT posisi pembukaan katup cepat maka performa mesin akan turun drastis.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *