Cara Membaca Kerusakan Mesin dengan Scanner

Cara Membaca Kerusakan Mesin

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Cara Membaca Kerusakan Mesin dengan Scanner. Berikut bahasan selengkapnya.

Mesin merupakan bagian vital dari sebuah kendaraan. Sebagus apapun tampilan baik itu eksterior maupun interior, atau sekokoh apapun kaki-kaki mobil tersebut, jika mesin rusak, mobil nyaris tidak ada gunanya. Tentu dari segi manfaat pandangan ini diambil karena mobil adalah alat transportasi.

Cara Membaca Kerusakan Mesin dengan Scanner

Sebuah mobil mengalami kerusakan mesin adalah hal wajar. Kerusakannya pun dapat disebabkan oleh bermacam-macam. Kering oli sehingga pelumasan pada mobil hilang, kering air pendingin yang mengakibatkan terjadinya overheat engine atau masalah lain yang sepele misalnya seal oli bocor dan oli berkurang banyak. Itu baru beberapa hal mekanis yang dapat menyebabkan mesin rusak.

Akibat dari masalah tersebut di atas adalah kerusakan mekanis. Sebut saja ring piston aus, silinder tergores, piston aus, bearing connecting rod aus atau bahkan ‘nggulung’, main bearing aus, dan lain sebagainya. Jika kerusakan mekanis tersebut tejadi, mesin tidak akan bekerja dengan baik meski masih dapat hidup.

Kerusakan mesin tidak hanya dapat terjadi karena akibat kerusakan mekanis. Mesin-mesin modern telah ditunjang dengan teknologi canggih. Penggunakan CAN dalam sistem manajemen mesin menjadikan mesin sekarang lebih efisien dan tangguh. Akan tetapi, penggunaan sistem elektrikal mesin yang sangat komplek juga menyisakan masalah. Sensor-sensor yang terdapat pada mesin dan juga aktuator tentu saja, dapat dengan mudah membuat mesin tidak dapat bekerja dengan baik.

Jika kerusakan mekanis dapat dirasakan atau kita dapat mengamati secara visual, berbeda dengan kerusakan kelistrikan mesin. Kerusakan sensor misalnya. Memang dapat saja sensor rusak karena kerusakan fisik, misal patah, pecah, dan lain sebagainya. Akan tetapi sensor atau aktuator juga dapat mengalami kerusakan dalam sistem sensor itu sendiri.

Kerusakan sensor non-fisik biasanya akan memunculkan check engine indikator yang menyala. Menyalanya check engine jelas memudahkan kita dalam menganalisa permasalahan. Akan tetapi, banyak juga yang tidak menyala [saya sendiri belum tahu alasannya] tetapi mesin tetap mengalami masalah.

Dalam kasus pertama – Check Engine menyala – jika kita melakukan scan tentu saja akan kita dapatkan kode kesalahan dan kita dapat langsung memperbaiki atau menggantinya. Tetapi pada kasus kedua, kita harus menganalisa satu per satu melalui scanner. Nilai dari pembacaan scanner harus kita samakan dengan nilai yang tertera pada manual book.

Pada video berikut, mungkin bisa membantu cara menganalisa mesin menggunakan scanner;

Share