6 Langkah Perawatan Mesin Kijang Super 5K

Teknisimobil.com – Masalah mesin menjadi masalah penting bagi hampir semua pecinta roda empat. Tak terkecuali juga bagi pecinta Toyota Kijang Super. Mesin Kijang Super adalah mesin 5K. Perawatan mesin sesungguhnya tidak terlalu sulit. Tentu saja jika masalah itu bukan masalah mayor seperti mobil terkena overheat engine misalnya. Perawatan normal hampir dapat dilakukan oleh siapa saja. Oleh karena itu, kita akan mencoba merangkup pekerjaan perawatan mesin Kijang Super atau mesin Kijang 5K dalam 6 langkah perawatan mesin Kijang Super. Berikut uraiannya.

Langkah Perawatan Mesin Kijang Super 5K

Terdapat enam langkah untuk memelihara mesin mobil Kijang Super dengan benar.

SISTEM PENDINGIN

Yang pertama adalah perawatan sistem pendinginan. Berikut hal-hal yang harus dilakukan dalam merawata sistem pendinginan.

  • Tinggi air pendingin Sampai garis atas (full) – Cara periksa air radiator.
  • Kualitas air coolant radiator bersih tanpa kotoran yang dapat menimbulkan panas mesin.
  • Pemeriksaan kebocoran air radiator seperti memperhatikan asal air radiator yang menggenang di bawah mobil. Jika ternyata bocor dari sistem pendingin silahkan segera diperbaiki.
  • Perhatikan jumlah atau kapasitas air radiator. Kapasitas air radiator adalah 6.5 liter.
  • Jika Anda lebih teliti perhatikan tekanan pembuka katup tutup radiator
    – Standar 0.75 – 1.05 kg/cm2
    – Limit 0.6 kg/cm2 .

TALI KIPAS

Langkah kedua adalah memperhatikan tali kipas atau sering disebut sebagai V-belt. Berikut beberapa di antaranya:

  • Perhatikan tegangan tali kipas antara water pump atau pompa air – Alternator
    – Tali kipas baru 5 – 7 mm
    – Tali kipas terpakai 7 – 11 mm
  • Perhatikan tegangan kipas antara poros engkol – Kompressor A/C
    – Tali kipas baru 9 – 12 mm
    – Tali kipas lama (bekas) 12 – 16 mm
    Defleksi tali kipas pada 10 kg (22 lb)

SISTEM PELUMASAN

Langkah perawatan mesin Kijang Super berikutnya adalah sistem pelumasan mesin. Berikut bagian-bagian yang perlu diperhatikan.

  • Pemeriksaan tinggi pelumas (oli) sampai garis atas (full) – Contoh cara mengganti oli mesin
  • Pemeriksaan kualitas pelumas.
  • Pengisian kembali API service SE , SAE 20 – 40 W
    – Pengisian kering dengan saringan oli 3.7 liter
    – Kuras dan isi kembali dengan saringan oli 3.5 liter
    – Kuras dan isi kembali tanpa ganti saringan oli 3.0 liter

BATERAI

Langkah perawatan berikutnya adalah perawatan baterai mobil. Berikut adalah yang perlu diperhatikan.

  • Berat jenis elektrolit 1.25 – 1.27 pada 20 derajat celcius.
  • Pemeriksaan tinggi elektrolit baterai Sampai garis atas (full)
  • Jika terdapat masalah maka Anda perlu menggantinya. Mengganti sendiri tidak masalah yang penting cara mengganti baterai mobil dilakukan dengan baik dan benar.

SISTEM PENGAPIAN

Langkah keenam adalah memperhatikan hal-hal terkait dengan sistem pengapian mobil. Berikut adalah hal-hal penting yang perlu perhatian khusus.

  • Pertama adalah koil pengapian. Hal penting yang perlu pada koil :
    – Resistor : Tahanan eksternal resistor1.1 – 1.3 Ω Tahanan internal resistor 0.9 – 1.2 Ω
    – Koil pengapian :
    · Tahanan primary coil : Tanpa internal resistor 1.3 – 1.6 Ω dan dengan internal resistor 1.5 – 1.9 Ω
    · Tahanan secondary coil : Tanpa internal resistor 10.7 – 14.5 kΩ dan dengan internal resistor 13.7 – 18.5 kΩ
    · Tahanan penyekatan antara terminal (+) dan pemegang koil. Tak terhingga.
  • Pemeriksaan kedua adalah untuk kabel tegangan tinggi. Kabel tegangan tinggi Kurang dari 25 kΩ/ kabel.
  • Pemeriksaan berikutnya adalah pemeriksaan distributor. Hal penting pada distributor adalah:
    – Tutup distributor Baik
    – Celah rubbing block 0.4 – 0.5 mm
    – Celah udara 0.2 – 0.4 mm
    – Sudut dwell 52 derajat ± 6 derajat
    – Saat pengapian 5 derajat sebelum TMA/idling @ maks. 900 rpm.
  • Berikutnya adalah pemeriksaan busi. Busi Dibersihkan dengan celah busi 0.7 – 1.0 mm.
  • Jika Anda memiliki alat tekanan kompresi, ini bagian penting untuk diperhatikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memeriksa tekanan kompresi:
    – Standar 12.6 kg/cm2
    – Limit 9.5 kg/cm2
    – Perbedaan tekanan antara silinder Kurang dari 1.0 kg/cm2.

SISTEM BAHAN BAKAR

Terakhir adalah pemeriksaan pada sistem bahan bakar. Berikut adalah hal-hal penting pada sistem bahan bakar:

Jika Anda tidak berani melakukannya sendiri, sebaiknya dilakukan dengan pendampingan mekanik atau dibawa ke bengkel jika memang benar-benar khawatir.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *