Mesin Bensin VS Mesin Diesel: Siapa Menang?

Teknisimobil.com – Halo semua sahabat teknisi mobil, apa kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan dapat menjalani aktivitas untuk hari ini dengan penuh suka cita. Kali saya akan membahas tentang mesin bensin vs mesin diesel dalam hal efesiensi bahan bakar. Saya pikir ini penting sekali apalagi di tengah krisis yang sedang melanda seluruh dunia karena corona. Dan termasuk di Indonesia, maka penghematan bahan bakar penting untuk dilakukan. Pada akhir artikel, saya sampaikan penjelasan melalui video.

Mesin Bensin VS Mesin Diesel

Mesin bensin bekerja dengan menyelesaikan empat langkah kerja yakni langkah hisap, kompresi, usaha, dan langkah buang. Begitupun langkah yang dilakukan oleh mesin diesel. Perbedaan keduanya ada pada yang dihisap atau dikompresikan. Pada mesin bensin, yang dihisap oleh piston adalah bahan bakar dan udara. Sementara itu pada mesin diesel, pada langkah hisap hanya udara saja.

Perbedaan lain yang lebih mencolok adalah rasio kompresi. Rasio kompresi mesin bensin lebih renda dibandingkan mesin diesel. Pada mesin bensin rasio kompresi berkisar 8:1 – 12:1, sedangkan pada mesin diesel berkisar 14:1- 25:1. Perbedaan ini jelas sangat jauh sekali.

Sementara itu, efesiensi bahan bakar ternya berkaitan langsung dengan rasio kompresi. Secara singkat dapat dikaitkan sebagai berikut. Semakin besar rasio kompresi semakin besar efesiensi bahan bakar. Meski tidak linier, grafik tetap menunjukkan hal seperti itu. Oleh karena itu, dilihat dari rasio kompresinya, mesin diesel jauh lebih efesien atau hemat dibandingkan dengan mesin bensin.

Pertanyaannya kemudian, mengapa mesin bensin tidak ditingkatkan rasio kompresinya seperti mesin diesel? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus kembali pada konsep langkah kerja mesin. Pada mesin bensin yang dihisap adalah udara dan bahan bakar. Jika dikompresikan sangat tinggi, bahan bakar dan udara bahkan tidak perlu busi untuk dapat terbakar dengan sendirinya. Sehingga kompresi pada mesin bensin dibatasi pada nilai tertentu sebanding dengan bahan bakar bansin yang dipakai.

Sementara mensin bensin kesulitan menaikan kompresi karena bahan bakar yang dipakai, mesin diesel akan lebih mudah. Mesin diesel bahkan dapat menggunakan turbocharger yang dapat menaikkan tekanan udara yang masuk ke dalam ruang bakar hingga 40% akan mampu menambah rasio kompresi. Oleh karena itu, mesin diesel akan dengan mudah lebih jauh melampuai efesiensi bahan bakar dibandingkan dengan mesin bensin terlebih saat memakai turbocharger.

So, siapa yang menang dalam pertarungan mesin bensin vs diesel dalam hal efesiensi bahan bakar? Jawabannya adalah mesin diesel.

Berikut uraian lengkapnya dalam video saya.