Menghitung Gaya Pengereman Mobil

Teknisimobil.com – Halo sahabat teknisi mobil, apa kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan mendapatkan kebahagiaan dan damai suka cita bersama kita semua. Kali ini saya akan mencoba menghitung gaya pengereman mobil yang saya jelaskan secara ringkas pada artikel ini. Selengkapnya, perhitungan untuk gaya pengereman tersebut saya sajikan pada video pada akhir artikel ini.

Menghitung Gaya Pengereman Mobil

Tidak masalah apakah sebuah mobil menggunakan rem tromol atau rem cakram atau bahkan kombinasi keduanya, pengereman yang dilakukan oleh pengemudi tetap menggunakan gaya. Gaya inilah yang menentukan apakah mobil dapat berhenti sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Meski asumsi bahwa “ditekan sekeras-kerasnya” mobil pasti berhenti adalah benar, tetapi untuk bagi yang benar-benar mencintai bidang teknik khususnya roda empat sepertinya menghitung nilai gaya yang diberikan saat pengereman adalah nilai tersendiri.

Gaya pengereman pada sebuah mobil adalah gaya yang diberikan pengemudi untuk menekan pedal rem sedemikian rupa sehingga mobil dapat berhenti. Besarnya pengereman yang diberikan pada rem depan dan belakang adalah perhitungan dari semua gaya yang bekerja pada sebuah mobil.

Gaya-gaya yang dipertimbangkan adalah gaya normal pada keempat roda, gaya gesek, momen puntir, dan gaya berat. Gaya kesemuanya dihitung dalam koordinat 2D kartesius. Dari hasil yang saya contohkan ketika sebuah mobil memiliki berat 8000 N adalah gaya pada rem depan sebesar 4500 N dan pada rem belakang adalah 3500 N. Dengan asumsi tinggi pusat gravitasi mobil dari tanah 1/2 meter. Sementra itu, jarak mendatar roda depan dan roda belakang dari pusat gravitasi adalah 1 meter.

Pada video berikut saya jelaskan secara rinci.