Konvensional vs TDI vs Common Rail Apa Bedanya?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga pagi ini semua sehat-sehat saja dan fit untuk melanjutkan pekerjaannya pada bengkel masing-masing. Juga untuk para konsumen, monggo yang mau ke bengkel para teknisi siap melayani keluhan masalah mobil Anda. Kali ini saya akan membahas tentang Konvensional vs TDI vs Common Rail Mesin Diesel Apa Bedanya? Ini mungkin sudah biasa bagi para senior, tetapi untuk pemula kelihatannya masih perlu untuk sama sampaikan.

Mesin solar saat ini sudah mengalami perkembangan yang luar biasa sekali. Yang paling akhir tentu saja yang kita sebut sebagai teknologi common rail. Teknologi common rail sangat berbeda sekali dengan mesin diesel biasa atau konvensional. Sementara itu, sebelumnya kita sering melihat tulisan emblem TDI (turbocharger direct injection) pada banyak mobil.

Sebenarnya apa perbedaan dari ketiganya tersebut? Berikut uraiannya.

Konvensional vs TDI vs Common Rail Mesin Diesel Apa Bedanya?

Konvensional vs TDI vs Common Rail

Konvensional vs TDI vs Common Rail

Prinsip kerja common rail adalah menciptakan tekanan tinggi dengan satu pompa. Pada sistem injeksi konvensiaonal masing-masing tekanan melalui satu pompa. Keuntungan common rail satu pompa, tekanan selalu siap tersedia kapan pun pembakaran akan terjadi karena tidak bergantung pada pemompaan. Secara sederhananya, kapan pun pembakaran akan terjadi maka penyemprotan bahan bakar siap sedia. Ini yang kemudian menyebabkan efesiensi bahan bakar dapat tercapai dan getaran mesin minimal sekali.

Kelebihan dari common rail adalah terdapat pembagian penyemprotan dalam satu kali pembakaran berlangsung. Sementara untuk injeksi konvensional hanya sekali. Pada common rail akan ada pre-injection untuk memanaskan mesin, main injection untuk menciptakan tenaga, dan post-injection untuk mengatur emisi gas buang. Dalam satu proses pembakaran tiap silinder dapat terjadi tiga kali proses pembakaran yang berbeda. Jika pada mesin injeksi konvensional hanya satu kali penyemprotan yakni pada puncak injeksi harus terjadi penyemprotan.

Dengan teknologi common rail memungkinkan bahan bakar tercampur dengan udara menjadi lebih efisien. Dalam teknologi ini, common rail bekerja dengan bantuan beberapa sensor dan lengkap dengan ECU. Termasuk jumlah penginjeksian bahan bakar, waktu injeksi, besar beban, dan tekanan bahan bakar. Mesin diesel common rail meningkatkan kinerja mesin hingga 25 persen. Dengan getaran sangat minimal sehingga memungkinkan kendaraan untuk berjalan lebih lancar dan lebih tenang. Meskipun harga kendaraan bermesin common rail sedikit lebih mahal daripada mesin diesel konvensional, konsumen dapat menghemat banyak bahan bakar karena lebih sedikit bahan bakar yang terbuang. Dengan kata lain, sebenarnya lebih murah dalam jangka panjang.

Sementara itu Turbocharged Direct Injection atau TDI merupakan desain mesin turbo diesel yang memiliki fitur turbocharging dan injeksi bahan bakar langsung. Penggunaan teknologi TDI seringkali untuk truk ringan. Teknologi TDI menggunakan injeksi langsung. Yakni bahan bakar dikabutkan langsung ke dalam ruang bakar melalui injektor bahan bakar. Dengan turbocharger akan peningkatan jumlah udara yang dapat masuk ke silinder. Ada juga intercooler yang dapat menurunkan temperatur mesin yang memungkinkan untuk meningkatkan jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar. Hasilnya, mesin memiliki kekuatan dan efisiensi yang lebih besar. TDI memiliki luasan permukaan kecil, sehingga meningkatkan efisiensi mesin dengan kebisingan pembakaran minimal.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.