9 Komponen Rem Tromol Mobil Apa Saja?

Teknisimobil.com – Rem mobil adalah sistem yang berfungsi utama untuk mengendalikan laju kendaraan dalam arti memperlambat dan menghentikan kendaraan. Tidak ada komponen lain selain itu. Secara umum rem mobil yang disertai dengan boster rem terdiri dari rem cakram dan rem tromol. Perbedaan rem tromol dan rem cakram jelas, salah satunya pada komponen-komponen yang dimiliki oleh keduanya. Kali ini kita akan membahas komponen rem tromol mobil apa saja yang penting dalam sistem ini.

Secara keseluruhan, bagian dari rem tromol dapat dinyatakan dalam gambar berikut ini.

(Credit: lesschwab)

Komponen Rem Tromol Mobil

Pada gambar di atas jelas bagian-bagian yang ditunjukkan secara detail sistem rem tromol. Tetapi, jika kita lihat lebih jauh, maka hanya ada 9 komponen rem tromol yang perlu kita perhatikan lebih jauh untuk memahami rem tromol pada sebuah mobil. Berikut adalah komponen-komponen utama tersebut.

Brake Drum

Komponen penting pertama adalah brake drum atau sering disebut tromol rem. Brake drum dalam kerjanya akan ikut berputar bersama-sama dengan roda. Disebut dengan ‘drum’ karena bentuknya berupa tabung lingkaran konsentris pada masing-masing sumbu roda.

Brake drum ketika rem bekerja pasti akan bersentuhan dengan sepatu rem. Meski terbuat dari bahan baja bukan berarti tidak akan rusak. Kerusakan terutama saat sepatu rem tipis dan keras. Brake drum yang bergesekan dengan sepatu rem seperti itu cenderung akan kalah dan mengalami kedungan di dalamnya. Hal inilah yang mengakibatkan sering terjadi getaran pada saat rem difungsikan.

Cara mengatasinya sederhana. Jika goresan atau cekungan yang tidak rata tersebut tidak dalam maka cukup di amplas hingga rata. Tetapi jika cukup parah maka perlu dibubut. Jika tidak memungkinkan maka ganti dengan yang baru untuk mendapatkan fungsi pengereman yang normal kembali.

Brake Shoes

Komponen penting kedua adalah brake shoes atau sepatu rem. Dalam satu brake drum terdapat dua sepatu rem, sehingga jika keempat roda menggunakan rem tromol maka akan ada 8 sepatu rem. Dalam proses pengereman sepatu rem akan menekan tromol secara bersamaan.

Sepasang sepatung rem pada sisi roda akan terpasang pada backing plate yang menempel pada rumah gardan (srombong). Oleh karena itu, sepatu rem tidak berputar layaknya brake drum.

Pada sepatu rem terdiri dari kanvas rem dan lining. Kanvas rem inilah yang akan bergesekan dengan brake drum. Kanvas rem seringkali mengalami keausan atau akan mengeras seiring pemakaian. Biasanya warna kecoklatan menandakan kanvas rem sudah mengeras. Jika ini dibiarkan, akan merugikan komponen rem yang lain yakni brake drum. Oleh karena itu, ganti dengan yang baru sepatu rem tidak perlu menunggu sampai habis jika terjadi demikian.

Untuk mobil angkutan ringan biasanya kanvas bersatu dengan lining sehingga penggantiannya adalah satu set. Tetapi jika pada kendaran berat seperti truk kanvas rem dan lining dapat dipisah. Sehingga pada saat penggantian, lining lama dipakai dan kanvas diganti dengan yang baru.

Wheel Cylinder

Komponen berikutnya adalah wheel cylinder atau silinder roda. Letak silinder roda ada pada backing plate. Tekanan hidrolik dari master silinder rem akan diteruskan melalui pipa-pipa rem dan diterima langsung oleh silinder roda. Tekanan yang diteruma oleh silinder roda akan kemudian digunakan untuk menekan sepatu rem hingga bergesekan dengan brake drum.

Gambar di atas menunjukkan bagian-bagian dari sebuah silinder roda. Secara umum terdapat dua buah piston untuk setiap satu sepatu roda. Pada silinder roda terdapat niple yakni sebuah skrup yang terdapat lubang di tengahnya untuk bleeding atau ‘buang’ angin pada sistem rem.

Anchor

Perhatikan gambar di atas. Di salah satu bagian pada gambar di atas disebutkan anchor yakni sebuah komponen utama dari sistem rem tromol. Anchor terpasang pada backing plate. Fungsi dari anchor adlah sebagai dudukan utama sepatu rem.

Backing Plate

Komponen penting berikutnya dari rem tromol adalah backing plate. Backing plate bersungsi sebagai tempat dudukan semua komponen rem tromol. Sepatu rem, silinder roda, anchor, pegas pemegang, dan komponen-komponen lain semua terpasang di sini.

Backing plater menempel di rumah gardan (srombong) dan biasanya diikat dengan empat buah baut-mur. Berbentuk lingkaran dan memiliki alur tempat brake drum terpasang.

Holding Spring

Komponen penting berikutnya adalah holding spring atau pegas pemegang. Apa yang dipegang/ditahan? Sepatu rem. Sepatu rem didukan pada anchor dan pada bagian tengahnya akan ditahan dengan pegas ini. Seperti tampak pada gambar di atas, sebelah kiri adalah jenis pegas pemegang berbentuk pegas ulir yang memiliki dua retainer. Sementara itu, gambar sebelah kanan adalah jenis pegas pelat yang dibantu oleh sebuah pin dalam fungsinya menahan sepatu rem.

Retracting Spring

Pegas pembalik atau retracting spring adalah komponen penting selanjutnya. Biasanya terdapat tiga pegas pembalik. Satu pegas bekerja untuk dua sepatu rem sekaligus seperti ditunjukkan pada gambar di atas.

Fungsi dari pegas pembalik adalah untuk membantu mempercepat pengembalian sepatu rem pada posisi semula setelah pedal pegas dilepaskan. Selain itu juga mempercepat fluida kembali pada reservoir tank setelah selesai memberikan gaya pada silinder roda.

Anti-rattle spring

Komponen selanjutnya adalah anti-rattle spring. Fungsi dari komponen ini adalah menjaga pegas untuk tidak terlalu longgar sedemikian rupa sehingga akan berbunyi ketika pegas pembalik menjalankan fungsinya.

Adjusting Lever

Komponen yang terakhir adalah penyetel sepatu rem. Penyetel ini sangat bermanfaat saat penggantian sepatu rem maupun menyetel sepatu rem lama. Tujuannya tentu agar sepatu rem tidak terlalu rapat ke arah brake drum maupun terlalu jauh. Jika terlalu rapat ke arah brake drum maka akan terjadi gesekan ringan pada keduanya meskipun pedal rem tidak ditekan. Sementara jika terlalu jauh, maka pada saat pedal rem ditekan pengereman yang terjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, penyetelan melalui adjusting lever harus tetap dilakukan meskipun sepatu rem maupun brake drum diganti dengan yang baru.

(2) Comments

  1. Pingback: 5 Ciri Master Silinder Rem Rusak Apa Saja?-Teknisimobil.com

  2. Pingback: Cara Kerja Silinder Roda Rem Mobil-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *