Karburator vs Electronic Control Injection Saat Warming-up

Teknisimobil.com-Sahabat setia teknisimobil, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang karburator vs electronic control injection saat warming-up atau pemanasan. Ini bagian ke empat dari artikel perbedaan sistem karburator dan sistem kontrol injeksi (ECI). Kita akan membandingkan kedua sistem pengiriman bahan bakar ke ruang bakar tersebut saat menghidupkan mesin mobil.

Karburator vs Electronic Control Injection Saat Warming-up

Perlu memanaskan mobil setiap hari.

[Baca juga: Tentang Transmisi otomatis overheating]

Sistem Karburator

Dengan sistem karburator, keadaan pemanasan setelah mesin dihidupkan akan dipertahankan oleh choke. Pada sistem choke otomatis, mekanisme fast idle, seperti diperlihatkan pada gambar di bahwa, akan bekerja untuk memanaskan mesin. Mekanisme fast idle menggerakkan cam fast idle ke posisi start dengan mengoperasikan pedal akselerasi pada saat mesin dihidupkan. (Posisi cam bervariasi menurut temperatur atmosfir, dan sebagainya.)

Karburator vs Electronic Control Injection Saat Warming-up

Mekanisme fast idle (yang menjaga keadaan pemanasan setelah mesin dihidupkan)

Setelah mesin dihidupkan, throttle valve akan berada dalam keadaan sedikit lebih terbuka dari pada posisi idle. Dengan demikian, tekanan negatif manifold setelah mesin dihidupkan akan bekerja pada choke valve, main nozzle, slow port, dan idle port.

Choke valve yang telah bergerak ke suatu titik keseimbangan antara bimetal spring dan tekanan negatif, akan dibuka sedikit lebih lebar dari pada posisi start oleh peralatan seperti choke opener (lihat gambar di bawah).

Karburator vs Electronic Control Injection Saat Warming-up

Choke opener(c)M-Step I MPI.

Karena tekanan negatif bekerja pada main nozzle, slow port, idle port dan celah choke valve, maka semakin banyak bahan bakar dan udara yang terhisap ke dalam dan mesin akan berputar lebih cepat untuk pemanasan. Kecepatan mesin yang lebih tinggi memungkinkan mesin untuk melakukan pemanasan tanpa terjadi hambatan setelah mesin dihidupkan. Berlangsungnya pemanasan meningkatkan pengabutan bahan bakar dan kondisi mesin, dan mesin akan berputar lebih cepat.

Dalam hal ini, accelerator pedal harus ditekan satu kali untuk menurunkan kecepatan mesin. (Untuk saat ini sudah ada karburator yang dapat menurunkan kecepatan mesin secara otomatis.)

[Baca juga: Mobil-mobil Listrik yang Rilis tahun 2020]

Sistem Electronic Control Injection (ECI)

Sementara itu untuk sistem ECI, ketika sinyal starter dari ignition switch berubah menjadi sinyal ignition switch ON (IG), sistem ECI mengolah informasi ini untuk menentukan jumlah penyemprotan untuk pemanasan dan menentukan banyaknya udara untuk pemanasan yang dimasukkan oleh intake sistem agar dapat diberikan campuran yang tepat ke dalam mesin.

Jumlah penyemprotan dasar dihitung oleh circuit penghitung yang menentukan jumlah penyemprotan yang tepat untuk jumlah udara masuk dan kecepatan mesin selama pemanasan berdasarkan informasi dari air flow sensor dan crank angle sensor.

Dasar perhitungan injeksi selama warming up

Sensor yang bekerja:

  1. Air Flow Sensor (AFS)
  2. Crank Angle Sensor

Kerja yang dilakukan:

  1. Memantau perubahan jumlah udara masuk selama pemanasan dan mengirimkannya sebagai informasi.
  2. Memantau perubahan kecepatan mesin selama pemanasan dan mengirimkannya sebagai informasi.

Jumlah penyemprotan tambahan untuk kompensasi ditentukan dan ditambahkan pada jumlah penyemprotan dasar oleh circuit penghitung, menggunakan koefisien-koefisien dan rasio-rasio penyemprotan tambahan yang sesuai dengan suhu atmosfer dan suhu air pendingin.

Bila ignition switch berubah dari posisi start menjadi posisi ON, circuit hanya merubah pernyemprotan tambahan untuk start sampai post-start dan tidak merubah penyemprotan tambahan lainnya untuk pemansan (berdasarkan temperatur coolant) dan kompensasi temperatur udara masuk.

Pos awal injeksi ekstra

Sensor yang bekerja:

  1. Ignition Switch
  2. Conpensation time
  3. Coolant temperature sensor

Kerja yang dilakukan:

  1. Mengirimkan informasi bahwa switch ignition telah berubah dari posisi Start menjadi ON untuk menandakan bahwa mesin telah dihidupkan.
  2. Sebagai tanggapan informasi bahwa mesin telah dihidupkan, penyemprotan tambahan ditentukan untuk menghidupkan mesin diturunkan dengan bertambahnya waktu.
  3. Mengirimkan perubahan temperatur coolant selama pemanasan dalam bentuk informasi.

Injeksi ekstra untuk warming up (tergantung suhu air pendingin)

Sensor yang bekerja:

  1. Coolant temperature sensor
  2. Throttle valve switch

Kerja yang dilakukan:

  1. Mengirimkan perubahan temperatur coolant selama pemanasan dalam bentuk informasi.
  2. Mengirimkan informasi yang menunjukkan keadaan pada kendaraan selama pemanasan. Ketika idle contact ON, menunjukkan bahwa kendaraan sedang berjalan. Sebagai tanggapan atas informasi ini kompensasi akan dirubah.

Injeksi ekstra tergantung pada suhu udara masuk

Sensor yang bekerja:

  1. Intake air temperatur sensor

Kerja yang dilakukan:

  1. Mengirimkan informasi yang menunjukkan perubahan temperatur udara yang masuk melalui sensor aliran udara selama pemanasan.

Semua kondisi tersebut terjadi pada saat kondisi pemanasan mobil Anda. Jelas terdapat perbedaan signifikan antara sistem karburator dan sistem kontrol secara elektrik. Pada pembahasan berikutnya, teknisimobil akan membahas tentang Karburator vs Electronic Control Injection Saat Keadaan Berjalan (Sambil Pemanasan).

Referensi dan Gambar: M-Step I MPI.

(1) Comment

  1. Pingback: Karburator vs Electronic Control Injection Saat Menghidupkan Mesin - Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *