Karburator vs Electronic Control Injection Saat Percepatan

Teknisimobil.com-Sahabat setia teknisimobil, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang karburator vs electronic control injection saat percepatan. Ini bagian ke enam dari artikel perbedaan sistem karburator dan sistem kontrol injeksi (ECI). Kita akan membandingkan kedua sistem pengiriman bahan bakar ke ruang bakar tersebut saat mobil dalam keadaan berjalan dan melakukan percepatan (sambil melakukan pemanasan/warming up).

Karburator vs Electronic Control Injection Saat Percepatan

Bahan bakar ditambahkan oleh sistem percepatan.

Sistem Karburator

Dalam sistem karburator, choke valve masih bekerja saat pemanasan seperti disebutkan pada artikel ke lima. Dengan demikian, mekanisme unloader akan berfungsi untuk membuka choke valve. Pada saat percepatan, throttle valve akan terbuka dengan tiba-tiba dan fuel yang terhisap ke luar dari main system akan lebih lambat dari udara (karena specific gravity fuel lebih berat).

Karena keterlambatan ini, sehingga menghasilkan campuran yang tipis, maka akselerasi sistem, seperti gambar di atas, akan bekerja beberapa saat untuk memberikan tambahan bahan bakar dari acceleration pump untuk mencegah tipisnya campuran (rasio bahan bakar dan udara). Jika pemanasan sudah selesai, sistem choke akan berhenti bekerja, dan yang bekerja hanya sistem percepatan.

Sistem ECI

Sistem ECI membuat suatu keputusan “percepat” sebagai tanggapan terhadap informasi dari sensor posisi throttle dan memberikan penyemprotan tambahan untuk beberapa saat seperti halnya acceleration pump pada karburator. Tidak seperti acceleration pump yang memberikan penyemprotan tambahan yang sama dalam semua kondisi, sistem ECI menentukan jumlah penyemprotan bahan bakar yang diperlukan untuk pengoperasian selama pemanasan sebagai tanggapan atas informasi mengenai temperatur coolant yang dikirimkan dari sensor temperatur coolant. Setelah pemanasan, dengan menggunakan informasi yang sama, sistem ini akan menambahkan penyemprotan tambahan pada bahan bakar yang dimasukkan ke dalam mesin untuk beberapa waktu.

Sistem ECI menentukan jumlah penyemprotan yang tepat sesuai dengan tiap-tiap kondisi perjalanan berdasarkan sensor aliran udara dan sensor crank angle. Dalam suatu keaddaan percepatan, baik sedang maupun setelah pemanasan, sistem akan menentukan jumlah penyemprotan dasar menurut jumlah udara masuk dan kecepatan mesin.

pada saat sinyal idle contact dari switch posisi idle berubah ke OFF, sistem ECI memberikan penyemprotan tambahan yang sesuai untuk percepatan berdasarkan kondiri temperatur coolant yang dikirmkan dari sensor temperatur coolant, dengan mempergunakan koefisien kompensasi percepatan. Di lain hal, kompensasi dipenuhi dengan cara yang sama yakni dengan menambahkan penyemprotan tambahan untuk kompensasi pada jumlah penyemprotan tambahan.

Injeksi ekstra untuk akselerasi selama pemanasan (injeksi ekstra setelah idling)

Sensor yang bekerja:

  1. Throttle position sensor
  2. Coolant temperature sensor

Kerja yang dilakukan:

  1. Menunjukkan keadaan percepatan
  2. Mengirimkan suatu perubahan suhu coolant selama pemanasan sebagai informasi (diperlukan untuk memberikan injeksi tambahan yang tepat untuk suhu coolant).

Setelah pemanasan, sistem choke akan berhenti bekerja dan akan mecapai posisi terbuka penuh di dalam sistem karburator.

Dalam sistem ECI, kompensasi pemanasan akan berhenti tetapi kompensassi temperatur udara masuk tetap bekerja berdasarkan kerapatan udara yang ditentukan oleh temperatur udara luar dan ruang mesin. Kompensasi tegangan juga terus bekerja menurut perubahan tegangan.

Pada artikel berikutnya, teknisimobil akan membahas Karburator vs Electronic Control Injection saat Idling atau keadaan posisi mesin idle.

(1) Comment

  1. Pingback: Karburator vs Electronic Control Injection Saat Keadaan Berjalan - Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *