Karburator vs Electronic Control Injection Saat Keadaan Berjalan

Teknisimobil.com-Sahabat setia teknisimobil, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang karburator vs electronic control injection saat keadaan berjalan. Ini bagian ke lima dari artikel perbedaan sistem karburator dan sistem kontrol injeksi (ECI). Kita akan membandingkan kedua sistem pengiriman bahan bakar ke ruang bakar tersebut saat mobil dalam keadaan berjalan (sambil pemanasan/warming up).

Karburator vs Electronic Control Injection Saat Keadaan Berjalan

Primary Main System

Sistem Karburator

Dalam sistem karburator, choke sistem tetap bekerja pada saat kendaraan berjalan dalam tahap pemanasan mesin. Jika choke valve tidak terbuka ketika tekanan negatif bekerja, perbandingan bahan bakar dan udara akan lebih kaya daripada dalam keadaan normal, karena tekanan negatif yang bertambah besar akan menghisap fuel lebih banyak dari sistem-sistem utama main nozzle yang diperlihatkan pada gambar di atas. Untuk mencegah hal ini, suatu mekanisme unloader akan menekan choke valve sehingga terbuka selama berjalan dalam keadaan pemanasan (warming up).

Konstruksi mekanisme unloader diperlihatkan pada gambar di bawah. Ketika throttle valve terbuka dalam pemanasan, ujung throttle lever arm mendorong fast idle cam, dengan demikian akan menekan choke valve sampai terbuka dan mencegah agar campuran tidak terlalu kaya meskipun kendaraan dijalankan sambil tetap memaskan mesin.

Karburator vs Electronic Control Injection Saat Keadaan Berjalan

Mekanisme unloader (yang memungkinkan kendaraan untuk berjalan sambil memanaskan mesin).

Sistem ECI

Ketika informasi idle contact ON dari idle position switch berubah ke Off, sistem ECI akan mengartikan bahwa kendaraan sedang berjalan. ECI menentukan jumlah penyemprotan fuel yang diperlukan untuk pengoperasian sambil memanaskan mesin, dan memberikannya ke mesin. Intake sistem tetap dalam keadaan pemanasan, sedangkan itu “fast idle air valve” dan servo ISC akan bekerja menurut temperatur coolant dan temperatur atmosfer.

Jumlah penyemprotan dasar yang sesuai dengan jumlah udara masuk dan kecepatan mesin dalam keadaan berjalan ditentukan oleh perhitungan circuit dasar berdasarkan informasi dari sensor aliran udara dan sensor crank angle.

Basic injection amount for operation with engine warming up

Sensor yang bekerja:

  1. Air Flow Sensor
  2. Crank Angle Sensor

Kerja yang dilakukan:

  1. Memantau perubahan jumlah udara masuk berdasarkan pada keadaan berjalan dan mengirimkannya sebagai informasi
  2. Memantau perubahan kecepatan mesin dan mengirimkannya sebagai informasi

Ketika sinyal dari idle postion switch bergerak ke OFF, penyemprotan tambahan untuk kompensasi akan diatur dengan cara merubah karakteristik penyemprotan tambahan untuk pemanasan (berdasarkan temperatur coolant). Hal ini mencegah agar campuran tidak menjadi semakin tipis, seperti halnya mekanisme unloader pada sistem karburator.

Injeksi ekstra untuk warming up (tergantung suhu air pendingin)

Sensor yang bekerja:

  1. Coolant temperature sensor
  2. Idle Position Switch

Kerja yang dilakukan:

  1. Memantau perubahan temperatur coolant selama pemanasan dan mengirimkannya sebagai informasi
  2. Memantau sinyal off dari idle switch dan dikirimkan sebagai informasi yang menunjukkan bahwa kendaraan sedang berjalan sambil melakukan pemanasan mesin.

Dari pembahasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa ECI atau sistem kontrol injeksi listrik secara umum mampu mengatasi masalah seperti halnya yang dikerjakan oleh unloader mechanisme. Pada artikel berikutnya akan kita bahas Karburator vs Electronic Control Injection saat Percepatan.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *