Karburator vs Electronic Control Injection Saat Engine Brake

Teknisimobil.com-Sahabat setia teknisimobil, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang karburator vs electronic control injection saat engine brake. Ini bagian terakhir dari artikel perbedaan sistem karburator dan sistem kontrol injeksi (ECI). Kita akan membandingkan kedua sistem pengiriman bahan bakar ke ruang bakar tersebut saat mobil dalam keadaan berjalan dan melakukan engine brake.

Karburator vs Electronic Control Injection Saat Engine Brake

Slow cut system(c)M Step I MPI

Sistem Karburator

Dengan sistem karburator, throttle valve akan memasuki keadaan idle ketika engine brake bekerja. Akibatnya, akan timbul tekanan negatif yang besar di bawah throttle valve pada saat aplikasi engine brake bekerja pada idle port, dan fuel terhisap ke luar dari idle port (sebagian juga ke luar dari slow port). Oleh karenanya, sekarang karburator menggunakan “slow cut solenoid valve” untuk menghentikan “slow system fuel” seperti diperlihatkan pada gambar di atas. Ketika kecepatan mesin turun sampai batas tertentu, sistem karburator akan membatalkan penghentian slow system seperti halnya pada sistem ECI.

Sistem ECI

Sistem ECI akan mengenali keadaan engine brake berdasarkan informasi kecepatan mesin dari crank angle sensor.

Dalam kondisi-kondiri kerja umum, kendaraan berjalan dengan jumlah penyemprotan dasar. Ketika idle contact dari idle position switch berubah ke ON, dan kecepatan mesin lebih tinggi dari kecepatan yang ditentukan, komputer akan menghentikan/memutuskan bahan bakar untuk aplikasi engine brake. Rangkaian “fule cut-off” menghentikan sinyal penyemprotan dasar dan menghentikan kerja injector untuk menghentikan penyemprotan bahan bakar. Ketika kecepatan mesin turun di bawah kecepatan yang ditentukan, penyemprotan bahan bakar dilanjutkan. Hal inilah yang membedakan keadaan “fuel cut-off” antara sistem carburator dan ECI.

Dari artikel pertama sampai artikel ini, dapat kita simpulkan bahwa kontrol bahan bakar secara elektronik lebih baik dibandingkan dengan kontrol mekanik. Akan tetapi, kerusakan untuk kendaraan yang sudah berumur, masalah yang dihadapi pada mesin dengan kontrol elektronik lebih rumit dan seringkali membutuhkan biaya yang lebih besar.

(1) Comment

  1. Pingback: Karburator vs Electronic Control Injection Saat Percepatan Maksimum - Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *