Jenis Gesekan dan Keausan yang Terjadi pada Mobil 2

Teknisimobil.com-Kali ini kita akan melanjutkan pembahasan jenis gesekan dan keausan yang terjadi pada mobil, yakni tentang pelumasan luncur dan pelumasan batas. Setelah sebelumnya kita membahas tentang gesekan mekanis dan gesekan kering yakni pada bagian 1, kita akan mencoba membahas hal yang terkait dengan keduanya pada artikel ini. Pemhasan lebih lenjut tetang jenis gesekan dan keausan serta hal penting lain yang terkait pada sistem pelumasan ada di bagian 3.

pelumasan luncur

(c)2CarPros

Pelumasan Luncur

Sekarang mari kita perhatikan pengantar pelumasan, khususnya pelumasan cair, antara dua permukaan. Gambar berikut menunjukkan bagan pelumasan luncur yakni pelumas cair memisahkan dua permukaan secara sempurna. Gaya yang dibutuhkan untuk menggerakkan permukaan satu sama lain hanya gaya untuk melawan pelumas saja, dan gesekan yang terjadi sangatlah kecil. Contoh pelumasan luncur (cair) pada mobil terjadi misalnya pada transmisi, gardan (differential), piston dan silinder, bearings (klaher-klaher), serta masih banyak yang lainnya.

pelumasan luncur

Pelumasan menggunakan jenis fluida (pelumasan air).

Untuk mempertahankan lapisan (film) pada pelumasan, seperti pada sebuah bearing, kita memerlukan beberapa hal;

  1. Pelumasan harus memiliki viskositas (tingkat kekentalan) yang cukup tinggi yang tidak mencair ketika ditekan gaya pada permukaan bergesekan. Viskositas adalah karakteristik paling penting pada pelumasan. Fluida dengan viskositas rendah (tipis) seperti air memberikan hambatan kecil pada seuatu pergerakan. Fluida dengan viskositas tinggi (tebal) seperti parselin menawarkan hambatan yang tinggi. Pelumasan oli ada dalam kategori viskositas sedang. Penggunaan viskositas sedang pada mobil dipakai untuk piston di dalam mesin, transmisi, dan lain sebagainya. Walaupun tingkat viskositas sedang ini sendiri masih dikategorikan pada tingkatan-tingkatan berbeda, misal viskositas oli mesin berbeda dengan oli transmisi, dan lain sebagainya.
  2. Pelumasan melapisi atau membuat saluran pada celah antara permukaan yang bergesekan. Ini berarti bahwa sebuah bearing misalnya, dan pelumasannya harus didesain untuk dapat memberikan prasyarat ini.
  3. Tekanan hasil dari gaya antara dua permukaan yang bergesekan dijaga pada tingkat yang dua faktor di atas dapat mempertahankan lapisan (film) pelumas. Dengan kata lain, bearing tidak boleh memiliki beban yang cukup besar.
pelumasan luncur

Gerakan piston contoh komponen yang mengalami pelumasan luncur┬ędiyauto

Pada prakteknya, bearings baik yang dibuat untuk berotasi atau meluncur mendatar, disusun sedemikian rupa sehingga memiliki sudut yang mengakibatkan bagian ujung oli mengalami deformasi (perubahan bentuk). Pada kasus bering berbentuk silinder, keadaan ini muncul secara alamiah dari celah yang dibuat secara berlawanan (asimetri) oleh beban pada bearing. Tekanan pada oli di tepi selanjutnya dipengaruhi bukan hanya oleh viskositas pada pelumas tetapi juga oleh laju pergeseran antara dua permukaan yang bergesekan. Laju pergeseran yang tinggi membangkitkan kekanan yang lebih tinggi pada tepi oli. Konsep tepi pada bearing linier ini digambarkan dalam bentuk sederhana seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

pelumasan luncur

Pelumas menopang bagian tepi benda yang bergesekan.

Sementara, tekanan yang dibangkitkan oleh perubahan laju gesekan dijelaskan secara sederhana pada gambar berikut.

pelumasan luncur

Tekanan pada bearing.

Pada sejarahnya, profil di dalam bearing pertama ditemukan oleh Beauchamp Tower. Temuan tersebut dilaporkan di Institute of Mechanicsl Engineering di London dalam dua paper pada tahun 1883 dan 1884. Pekerjaan Tower dimotivasi oleh hasil yang diperoleh oleh Osborne Reynolds. Yakni yang mengembangkan persamaan terkenal yang mencantumkan namanya yakni bilangan Reynolds. Hasil yang diperolehnya ini adalah sebuah hubungan matematis kompleks antara ketebalan pada permukaan oli. Selain itu juga hubungannye dengan kecepatan pergeseran, beban, tekanan oli, dan viskositas pelumas.

Pelumasan Batas

Jika lapisan tipis pelumas yang tidak sempurna untuk berbagai alasan maka permukaan-permukaan oli mulai bersentunan. Alasan tersebut seperti rendahnya viskositas oli, jumlah oli yang tidak mencukupi, beban yang terlalu besar, dan geometri yang tidak memadai. Gesekan meningkat ketika tingkat sentuhan meningkat, dan adesi serta perekatan muncul.

Temperatur muncul, hilangnya tipisnya oli, dan permukaan terjadi bersamaan. Kondisi ketika permukaan-permukaan bersentuhan, tetapi pelumas menopang sebagian besar beban, disebut pelumasan batas. Pada dasarnya, minyak dan lemak merupakan bahan yang bagus untuk mencegah gesekan dan keausan. Keduanya dapat juga digunakan sebagai bahan tambahan pada pelumas untuk meningkatkan pelumasan di bawah kodisi batas. Minyak-minyak alam hamipr semuanya dapat meningkatkan tingkat pelumasan. Pelumasan batas secara sederhana digambarkan pada gambar berikut.

pelumasan luncur

Pelumasan batas.

[Baca juga: Mobil listrik Tesla Model X tahun 2017]

Bahan-bahan tambahan dari bahan alam ini lebih sering dikenal dengan nama bahan tambahan plumasan batas. Bahan-bahan tambahan ini sangat efektif meminimalisasi gesekan dan keausan. Selain itu, juga menghasilkan temperatur yang tidak cukup tinggi yang menyebabkan dekomposisi pada melekul-molekul atau desorbsi dari permukaan.[]

(1) Comment

  1. Pingback: Jenis Gesekan dan Keausan yang Terjadi pada Mobil 1 - Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *