Jenis dan Fungsi Final Gear pada Gardan Mobil

Teknisimobil.com – Kerumitan mobil pembakaran dalam dibandingkan mobil listrik adalah terletak pada upaya menyalurkan tenaga mesin hingga mencapai roda. Sistem pemindah tenaga adalah solusinya. Gardan merupakan salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang sangat penting. Pada gardan, terdapat roda gigi yang disebut dengan final gear. Apa jenis dan fungsi final gear pada gardan mobil? Berikut adalah ulasannya.

Jenis dan Fungsi Final Gear pada Gardan

Ada dua jenis susunan roda gigi yang sering digunakan pada bagian final gear. Pertama adalah jenis hypoid bevel gear dan kedua tipe helical gear. Jenis pertama banyak digunakan pada mobil dengan penggerak roda belakang. Sementara itu, jenis kedua banyak digunakan pada mobil dengan penggerak roda depan.

Hypoid bevel gear – Jenis final gear pertama adalah hypoid bevel gear. Pada jenis ini, komponen drive pinion dipasang secara offset dengan garis tengah ring gear, seperti gambar di atas.

Rasio antar roda giginya besar. Meski demikian, persingungan yang terjadi bekerja dengan halus. Persingungan antar gigi menimbulkan panas. Oleh karena itu, oli gardan diperlukan secara khusus dengan ketebalan atau kekentalan yang tinggi. Pada mobil yang sesungguhnya, ketinggian oli gardan harus sering diperiksa untuk mencegah keausan gigi.

Helical gear – Jenis kedua adalah helical gear. Pada jenis ini, komponen drive pinion dan ring gear disusun sejajar dan selalu bersinggungan dengan posisi yang sama tanpa adanya celah antara kedua roda gigi. Ini seperti tampak pada gambar berikut.

Credit: Car Throttle

Pada jenis ini, bunyi dan getaran akibat persinggungan antara kedua roda gigi tersebut sangat kecil. Tetapi momen gaya tetap dapat dipindahkan dengan lembut. Pelumasan roda gigi final gear tipe ini menjadi satu dengan pelumas transmisinya.

Fungsi Final Gear

Final gear pada gardan memiliki dua fungsi utama. Pertama, final gear berfungsi sebagai final reduction. Maksudnya final gear berfungsi untuk mereduksi putaran (menurunkan kecepatanputaran) dan meningkatkan momen gaya dengan menggunakan perbandingan gear ratio antara ring gear dengan drive pinion. Fungsi kedua adalah merubah arah putaran sebesar 90o. Ini berarti di final gear terjadi perubahan arah putaran tegak lurus dari transimi ke poros penggerak roda depan (pada tipe FF) atau dari poros propeller ke poros penggerak roda belakang (tipe FR). Anda dapat perhatikan – paling mudah tipe FR – bahwa dari arah propeller shaft ke roda, membentuk huruf T atau tegak lurus. Ini berarti gardan memiliki fungsi merubah arah tegak lurus terhadap putaran propeller shaft.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *