Gas Buang di dalam Coolant Sistem Pendinginan Mobil

Teknisimobil.com-Teknisimobil akan melanjutkan pembahasan tentang permasalahan sistem pendinginan yang terjadi pada mesin mobil, yakni adanya gas buang di dalam coolant.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang permasalahan sistem pendinginan yakni uji tekanan sistem pendinginan. Yakni bertujuan untuk mengetahui kebocoran sistem pendinginan yang terjadi di mesin mobil.

Gas buang di dalam coolant

Kebocoran gasket kepala silinder tidak akan selalu dapat diketahui menggunakan uji tekanan sistem pendinginan. Arti lain uji untuk kebocoran gas buang di dalam sistem pendinginan adalah uji kebocoran ruang bakar. Atau disebut juga block check tester.

gas buang di dalam coolant

Menggunakan uji kebocoran ruang bakar untuk memeriksa kebocoran ruang bakar ke dalam sistem pendinginan©youtube

Sampel udara penguji dalam lubang pengisian air radiator dilakukan untuk mengetahui kebocoran ruang bakar ke dalam sistem pendinginan. Tidak seperti uji tekanan, uji kebocoran ruang bakar dilakukan ketika mesin dalam keadaan hidup. Karbon monoksida (CO) gas buang dalam radiator akan mengubah warna cairan di dalam alat uji. CO dihasilkan dari ruang bakar yakni beserta dengan sisa pembakaran yang lain, sehingga alat uji tidak akan bekerja jika kebocoran busi pada silinder tidak terjadi.

Jika kompresi terlalu rendah atau jika coolant masuk ke dalam silinder menyebabkan busi tidak dapat menyala. Sehingga alat uji tidak dapat membaca keberadaan CO. Uji pemeriksaan blok kadang kala dapat memberikan pembacaan yang salah terhadap coolant. Tetapi akan bekerja dengan baik apabila air pendingin menggunakan air murni.

Gelembung pada alat uji ditekan berulang kali selama 1 menit untuk mendorong gas ke dalam radiator melalui fluida yang ada di dalam alat uji.

Jika warna fluida di dalam alat uji berwarna hijau kebiruan berubah menjadi kuning, mengindikasikan adanya kebocoran pada ruang pembakaran. Jika fluida tetap berwarna hijau kebiruan, kebocoran tidak terjadi pada saat itu.

Untuk mesin dengan tipe-V, perlu dilakukan pengujian dengan menggukan infrared exhaust analyzer. Uji ini digunakan untuk memastikan kebocoran yang terjadi sebelum melakukan perbaikan pada kepala silinder mesin.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *