Fungsi Poros Engkol dan Bagian-bagiannya

Teknisimobil.com – Mesin pembakaran internal memiliki banyak komponen penting yang saling terkait satu sama lain. Salah satu dari sekian banyak komponen mesin yang penting adalah crankshaft atau disebut juga dengan poros engkol. Untuk beberapa daerah tertentu, poros engkol juga disebut dengan as kruk. Komponen mesin satu ini berkaitan langsung dengan komponen lain seperti flywheel dan batang piston serta tentu saja berkaitan langsung dengan blok silinder. Tetapi apa sebenarnya fungsi poros engkol dan apa juga bagian-bagian yang ada di dalamnya.

Poros engkol menerima tekanan tinggi yang dihasilkan oleh pembakaran udara dan bahan bakar dari ruang bakar. Beban ini diterima selama mesin beroperasi dalam hitungan detik. Dengan beban besar tersebut, poros engkol dibuat dari bahan yang sangat kuat untuk mampu menahan tekanan tersebut. Meski komposisi bahan yang dibuat oleh pabrikan pastilah memiliki berbedaan, tapi pada umumnya poros engkol terbuat dari baja karbon tinggi.

Poros engkol terletak di bagian paling bawah blok silinder bersama carter oli mesin. Untuk duduk pada bagian bawah blok silinder, poros engkol ditopang dengan ‘cap’ dengan baut besar untuk mampu menahan tekanan saat mesin bekerja.

Fungsi Poros Engkol

Poros engkol pada mesin memiliki beberapa fungsi. Fungsi penting pertama adalah untuk meneruskan gerak linier naik turun piston menjadi gerak berputar poros engkol melalui connecting rod. Tentu saja ini disertai dengan penerusan gaya putar yang menuju ke flywheel untuk menggerakkan sistem pemindah tenaga.

Contoh sebuah poros engkol dari pabrikan asal Jepang, Mitsubishi.

Bagian-bagian Poros Engkol

Perhatikan gambar berikut ini. Gambar menunjukkan poros engkol sebuah mobil dan komponen-komponennya.

Bagian-bagian poros engkol terdiri dari crank pin, crank journal, crank arm, crankshaft bearing, balance weight, dan lubang oli. Crank journal adalah bagian dari poros engkol yang duduk pada bagian blok silinder. Sementara itu crank pin adalah bagian poros engkol yang terhubung dengan batang piston yakni pada bagian big end-nya. Pada masing-masing crank journal memiliki crank arm dan pada ujung crank arm terdapat crank pin. Posisi antara crank pin dan crank journal dibuat tidak sejajar.

Sementara itu, balance weight poros engkol digunakan untuk menjamin keseimbangan putaran saat mesin bekerja. Lalu bagaimana dengan lubang oli? Lubang oli mesin pada poros engkol digunakan untuk menyalurkan oli mesin ke crank journal, crank pin, batang piston, pena piston, hingga piston.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *