Detonation; Kondisi Pembakaran Tak Normal Pada Mesin Mobil

Detonation
[latexpage]

Teknisimobil.com-Kali ini teknisimobil akan melanjutkan pembahasan tentang detonation, yakni bagian kedua dari dua kondisi pembakaran tak normal pada mesin mobil.

Detonation

©enginelabs

Pada bagian sebelumnya, telah dibahas secara singkat pengertian pembakaran tak normal pada mesin mobil dan juga bagian darinya yakni preignition.

Detonation sering kali disebut ping, spark knock, atau engine knock, ketika campuan bahan bakar terbakar sendiri seiring dengan peningkatan tekanan di dalam silinder.

Detonation terjadi ketika bagian yang tidak terbakar pada campuran bahan bakar dan udara meledak dengan kencang setelah pembakaran dari busi terjadi.

[Baca juga: Hal-hal penting untuk diketahui pada mobil Tesla]

Pembakaran normal telah berlangsung ketika detonation terjadi. Setelah campuran bahan bakar dan udara terbakar, akan terjadi ledakan, menggerakkan piston ke bawah di dalam silinder. Tiba-tiba campuran bahan bakar dan udara meledak, sekali lagi, tekanan yang tinggi terjadi ketika sisa tenaga sebelumnya masih ada. Gabungan tenaga ini biasanya menyebabkan beberapa komponen yang berkaitan dengan ruang bakar rusak. Salah satu yang mungkin terjadi adalah kerusakan pada gambar berikut.

Detonation

Lintasan ring piston rusak akibat adanya detonation©Gilles

Detonation dapat juga menyebabkan piston mengembang terlalu banyak, sehingga di dinding silinder mengalami goresan.

Alumunium meleleh dan bergerak menuju alur tempat ring piston, menyebabkan ring-ring piston melekat. Akibat dari ini adalah hilangnya kompresi dan kadangkala lidah api keluar dari ring piston. Terbakar keluar area pada alur dudukannya. Bahaya dari jenis kejadian ini sering kali membingungkan, karena dugaan sering dialamatkan pada preignition menyebabkan alur ring ini terbakar. Padahal, penyebab utamanya adalah detonasi.

Di bawah beban ekstrim pada balapan misalnya, sebuah mesin harus bekerja dengan baik tanpa detonasi seiring dengna banyaknya campuran bahan bakar dan udara. Tetapi ketika campuran bahan bakar dan udara kembali ke throttle, akan menjadi lebih bersih dan detonation seharusnya menyebabkan piston overheat dan terjadi goresan pada dinding silinder.

Detonation adalah perlombaan antara lidah api dan panas yang terjadi selama pembakaran. Ketika pembakaran sempurnya lebih cepat, maka mesin mengalami detonasi. Jika bahan bakar dan udara terbakar sempurna sebelum temperatur dan tekanan mencapai titik detonasi, pembakaran tak normal tidak akan terjadi.

Detonation

Ruang pembakaran dengan busi lebih dari satu©cheatsheet

Mesin-mesin yang sudah berumur membutuhkan busi dengan loncatan bunga api lebih baik. Ini diperuntukkan agar pembakaran sempurnya dngan target titik 11-14 derajat setelah TDC. Pada mesin-mesin modern, untuk membantu meningkatkan pembakaran normal dan mencegah detonation, letak busi sering di posisi tengah ruang bakar. Atau juga sering digunakan busi lebih dari satu. Ini secara mekanis lebih efesien karena pembakaran busi lebih dekat terhadap TDC artinya bahwa piston tidak bekerja melawan tekanan sepanjang waktu. Satu hal yang menarik adalah untuk mesin dengan four-valve pent-roof combustion chamber memiliki waktu pembakaran lebih cepat.

Ketika campuran bahan bakar terdetonasi, ledakan terjadi sangat cepat dan kehilangan daya dapat menjadi akibatnya. Dalam keadaan ini mesin dalam bahaya yang sangat serius, termasuk kerusakan piston, ring-ring piston, dan juga gasket kepala silinder.

[Baca juga: Hubungan bahan bakar, busi, dan detonasi]

Catatan: pengetahuan tentang detanation atau detonasi sangat penting ketika Anda melakukan analisis saat membongkar mesin atau setidaknya melakukan pekerjaan terkait dengan mesin mobil.[]

Share