Cara Kerja Gardan Mobil – Bagaimana?

Teknisimobil.com – Mobil pembakaran dalam sangat bergantung pada sistem pemindah tenaga yang tidak akan ditemui jika beralih ke mobil listrik. Komponen-komponen sistem pemindah tenaga seperti gardan memiliki fungsi yang sangt vital bagi kendaraan tipe ini. Belum lagi jika komponen drive train lainnya mengalami masalah. Ini salah satu tantangan pada mobil yang masih mendominasi di hampir seluruh negara ini. Melihat pentingnya setiap komponen drive train, penting rasanya untuk mengetahui cara kerja gardan sebagai salah satu bentuk pengetahuan kita.

Gardan merupakan salah satu komponen terpenting daru sebuah mobil. Di dalam gardan terdapat komponen differential gear. Differential gear ini memiliki fungsi membedakan putaran antara roda kanan dan kiri. Perbedaan putaran roda ini akan terjadi pada saat berbelok (kanan atau kiri) atau saat salah satu roda terjebak dalam lumpur. Dalam keadaan tersebutlah cara kerja gardan mobil akan diuji kelayakannya.

Credit: NAPA Auto Parts.

Cara kerja gardan mobil dalam berbagai kondisi

Saat berjalan lurus – Kerja gardan yang pertama adalah pada saat mobil berjalan lurus. Pada saat berjalan lurus, drive pinion akan memutarkan ring gear. Putaran ring gear akan diterukan differential case sehingga dapat menggerakan pinion gear melalui pinion shaft. Selanjutnya, pinion gear inilah yang akan memutar side gear kiri dan kanan dengan rpm yang sama. Putaran yang sama ini disebabkan gaya gesek yang diterima roda kiri dan kanan sama [hampir] sama. Putaran side gear yang sama menyatakan bahwa putaran roda kiri dan kanan mobil juga sama.

Saat berbelok kiri atau kanan – Cara kerja gardan mobil yang kedua adalah pada saat mobil berbelok kiri atau kanan. Pada saat mobil berbelok kanan, gaya gesek pada roda kanan bertambah. Akibatnya poros axle sebelah kanan juga tertahan. Tahanan terhadap axle shaft ini menyebabkan side gear kanan pada differential case juga tertahan. Sementara itu, roda kiri yang tidak mendapatkan gaya gesek tambahan akan dapat berputar sebagaimana biasa atau bahkan lebih cepat. Sehingga kita dapat katakan bahwa side gear sebelah kiri akan berputar lebih cepat dari side gear roda kanan. Dengan kata lain RPM (rotation per minute) roda kiri lebih besar dibanding RPM roda kanan.

Gambar di atas menunjukkan kerja gardan saat mobil bergerak lurus. Pada saat belok kiri maka putaran B lebih kecil, dan sebaliknya pada saat belok kanan putaran A lebih kecil. Pada saat terjebak lumpur, putaran A atau B yang lebih kecil bergantung pada roda A atau B yang masuk ke dalam lumpur.

Lalu bagaimana ketika berbelok ke kiri? Prinsip kerja gardan sama persis seperti pada saat mobil berbelok ke kanan. Oleh sebab itu, dapat kita simpulkan bahwa, side gear kanan akan berputar lebih cepat dari side gear kiri. Atau dengan kata lain RPM roda kanan lebih kanan lebih besar dari RPM roda kiri.

Saat roda mengalami slip – Kerja gardan ketiga adalah pada saat roda mengalami slip. Slip biasa terjadi karena mobil melewati jalanan licin dan berlumpur.

Pada saat mobil terjebak di jalan berlumpur, terdapat kemungkinan salah satu roda masuk lumpur. Pada saat kondisi ini terjadi, maka bagian roda yang masuk ke dalam lumpur akan memiliki gaya gesek roda yang terjebak lumpur akan lebih kecil (karena licin). Kondisi ini mengakibatkan kaju putaran roda yang terjebak di dalam lumpur akan lebih cepat dibanding roda yang tidak terjebak kedalam lumpur. Untuk mengatasi hal semacam ini, biasanya orang memberi material yang ‘kesat’ seperti sisa gerjajian kayu untuk membuat gaya gesek lebih besar dan mobil bisa keluar dari jebakan lumpur.

(2) Comments

  1. Pingback: Bagian Sistem Pemindah Tenaga pada Mobil-Teknisimobil.com

  2. Pingback: 8 Komponen Utama Gardan Mobil atau Differential-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *