Cara Menghitung Gear Ratio Transmisi – Penjelasan

Teknisimobil – Halo selamat pagi semua sahabat teknisi mobil, bagaimana kabarnya hari ini. Di Yogyakarta sepertinya sedang mendung hehehe….! Tapi tentu tidak mengurangi semangat untuk terus bekerja dan berkarya ya. Kali ini saya akan membahas cara menghitung gear ratio transmisi. Tetapi ini sampaikan dalam bentuk teori alias tidak langsung menghitungnya ya. Meski demikian, gampang kok kalau mau langsung, tinggal ambil gigi transmisi dan hitung jumlah giginya dan bandingkan, selesai. Pada akhir artikel ini saya mencoba menjelaskan juga secara langsung lho…!

Cara Menghitung Gear Ratio Transmisi

Transmisi adalah sistem yang dibangun untuk mentransfer putaran mesin untuk menjadi putaran pada roda melalui diferensial atau gardan. Dalam tugasnya transmisi mengubah putaran mesin menjadi memiliki lebih besar torka yang berarti putarannya lebih kecil atau memperkecil torka sehingga putarannya lebih besar. Nah dalam tugasnya ini, pada transmisi biasanya ditandai dengan urutan lever roda gigi, yakni gigi-1, gigi-2, gigi-3 hingga bahkan ada yang sampai gigi-6 atau lebih tinggi dan tentu gigi-mundur (reverse).

Pada transmisi terdapat input shaft yang terhubung dengan poros engkol mesin yang padanya terdapat roda gigi. Roda gigi pada input shaft dalam hal ini disebut sebagai roda gigi yang memutar (penggerak/driving). Di satu sisi ujung transmisi lain ada output shaft yang terhubung ke diferensial sebelum ke roda. Pada output shaft terdapat roda gigi yang kemudian kita sebut sebagai roda gigi yang digerakkan (driven). Jika roda gigi yang memutar kita sebut sebagai roda gigi A dan roda gigi yang diputar kita sebut sebagai roda gigi B, maka gear ratio (GR) dapat dinyatakan sebagai berikut ini.

Kemudian kita kenal bahwa kendaraan roda empat dapat bergerak maju dan mundur. Oleh karenanya terdapat counter shaft atau counter gear yang menjembatani gigi-gigi transmisi sehingga dapat sampai ke output shaft. Untuk gerak maju sebuah mobil kita dapat menuliskan persamaan gear rasio sebagai berikut.

Gear ratio saat mobil bergerak maju.

Sementara itu, pada saat mobil bergerak mundur, terdapat roda gigi tambahan lagi sedemikian rupa sehingga putaran output shaft dapat berputar berlawanan arah dengan input shaft. Rasio roda giginya dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan berikut ini.

Berikut ini adalah penjelasan saya secara langsung yang mungkin dapat membantu Anda memahami lebih baik lagi.

(3) Comments

  1. Pingback: Cara Menghitung Top Speed Setiap Gigi Transmisi-Teknisimobil.com

  2. Pingback: Sistem Pencegah Gigi Transmisi Loncat Bagaimana?-Teknisimobil.com

  3. Pingback: Cara Kerja CVT pada Mobil Seperti Apa?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *