• TM Garage Jalan Cangkringan, Selorejo, Wukirsari, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
Cara Kerja Shock Absorber Hidrolik pada Mobil

Cara Kerja Shock Absorber Hidrolik pada Mobil

September 28, 2019 | Chasis / Dasar Otomotif / SMK Otomotif |

Teknisimobil.com – Shock absorber merupakan bagian dari pelangkap dari sistem suspensi mobil. Dalam kendaraan jenis apa pun, baik kendaraan dengan mesin pembakaran dalam maupun murni dengan tenaga listrik, sistem suspensi sangat lah penting. Apalagi untuk pecinta kenyamanan berkendara selama di jalan raya, ini lebih sekedar penting tentu saja. Meski tidak sepenting memahami cara kerja mobil listrik, tetapi cara kerja shock absorber hidrolik perlu untuk juga dipahami. Bahan pengetahuan tentu saja, tetapi lebih dari itu yakni peningkatan analisa ketika mobil Anda sudah tidak nyaman dikendarai yang diakbiatkan oleh shock absorber.

Fungsi Shock Absorber

Dengan sistem suspensi yang ada pada hampir semua kendaraan tidaklah cukup untuk membuat sebuah kendaraan nyaman dikendarai. Sistem suspensi memang untuk membuat mobil tidak merasakan langsung jenis permukaan jalan yang tentu sangat bervariasi. Tetapi, kondisi ini akan menimbulkan osilasi yang besar pada bodi mobil terlebih pada jalan bergelombang. Osilasi ini yang juga menimbulkan ketaknyamanan baru di dalam mobil. Kehadiran shock absorber menjadi salah satu, mungkin satu-satunya saat ini, yang akan membantu mengurangi osilasi tersebut.

Pada gambar berikut ditunjukkan perbedaan sistem suspensi tanpa shock absorber vs menggunakan shock absorber. Pola gelombang sinusoidal berwarna merah menunjukkan pola osilasi suspensi tanpa shock absorber dan yang berwarna putih adalah yang disertai dengan shock absorber. Tidak menghilangkan osilasi memang, tetapi berkurang cukup signifikan.

Credit: SlidePlayer

Dengan kenyataan di atas dapat dikatakan bahwa shock absorber adalah peredam osilasi saat mobil berjalan pada jalan bergelombang. Dengan tujuan tentu kenyamanan penumpang dan pengemudi di dalam kendaraan tersebut.

Shock absorber memiliki konstruksi sederhana dengan tiga komponen utama; batang piston, piston, dan tabung silinder. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Piston bergerak naik turun sebagai representasi dari gerak shock absorber, silinder sebagai tempat bergerakknya piston sekaligus sebagai penampung oli, sedangkan batang piston menghubungkan gerak piston dengan tabung silinder.

Posisi shock absorber adalah antara rangka mobil dan poros roda. Bagian piston shock terhubung dengan bodi mobil dan bagian silinder terhubung dengan poros roda (linkage). Gambar berikut adalah ilustrasi dari letak shock absorber pada sebuah kendaraan.

Cara kerja shock absorber Hidrolik

Setelah mengetahui fungsi, komponen, dan posisi shock absorber, maka kini saatnya kita mempelajari cara kerja shock absorber. Berikut adalah penjelasannya.

Shock absorber hidrolik dilengkapi dengan fluida tentu saja. Sering orang menyebut sebagai minyak shock absorber. Osilasi yang terjadi pada mobil akan diredam oleh aliran fulida tersebut sejatinya. Terdapat dua jenis shock absorber hidrolik yakni tipe single action dan double action.

Shock absorber single action
Shock absorber tipe double action

Dalam kerjanya, shock absorber hidrolik terbagi atas saat menekan atau kompresi dan saat mengembang atau ekspansi. Pada saat menekan atau kompresi, shock absorber menerima kejutan dari permukaan jalan yang bergelombang. Ketika ini terjadi, piston akan menekan oli yang berada di bawah piston. Tekanan ini akan membuat fluida yang berada di bawah piston akan mengalir ke atas piston melewati sebuah katup satu arah dan orriface. Sampai di sini langkah kompresi shock selesai.

Selanjutnya diteruskan dengan langkah ekspansi. Pada langkah ini piston shock absorber akan bergerak naik. Hal ini membuat oli yang berada di atas piston akan tertekan dan kemudian berpindah ke bawah piston melalui orriface. Sementara katup dalam keadaan tertutup. Gerakan turun oli melalui orriface ini akan menghambat gerak naik shock absorber sedemikian rupa sehingga terjadi peredaman kejutan pada bodi kendaraan.

Kedua siklus tersebut akan terus bekerja selama tidak terjadi kebocoran oli dan mobil melewati permukaan jalan yang bergelombang.

Tipe pertama shock absorber hidrolik berkerja sama persis dengan proses di atas. Sementara itu, untuk tipe kedua, yakni tipe double action, agak sedikit berbeda. Pada tipe double action pada saluran orriface terdapat juga katup satu arah. Dengan demikian, baik pada langkah kompresi dan langkah ekspansi akan sama-sama terjadi proses peredaman pada kendaraan.

Related Post

Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!
Terbit : 7 August 2021

Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!

Teknisimobil.com – Roda merupakan bagian penting dari sebuah kendaraan apa pun, termasuk mobil. Roda menjadi tumpuan utama ‘berdiri’ nya sebuah kendaraan. Tanpa roda kendaraan tidak...
Cara Kerja Turbo Toyota Raize, Bagaimana?
Terbit : 12 May 2021

Cara Kerja Turbo Toyota Raize, Bagaimana?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada...